Komunitas budaya · Belum dipetakan

Bani Qaynuqa

Bani Qainuqa (disebut juga sebagai Bani Kainuka, Bani Kainuka, Bani Qainuqa (bahasa Arab: بنو قينقاع) adalah satu di antara tiga suku Yahudi yang tinggal di Yatsrib, sekarang Madinah. Pada tahun 624, mereka bertemu dengan Nabi Muhammad.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 28742006. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Bani Qaynuqa · Banu Qaynuqa

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Bani Qainuqa (disebut juga sebagai Bani Kainuka, Bani Kainuka, Bani Qainuqa (bahasa Arab: بنو قينقاع) adalah satu di antara tiga suku Yahudi yang tinggal di Yatsrib, sekarang Madinah. Pada tahun 624, mereka bertemu dengan Nabi Muhammad.

Rujukan bagian ini · revisi 28742006

Latar Belakang#

Pada abad ke-7, Bani Qaynuqa adalah sebuah suku yang tinggal di dua benteng di bagian baratdaya kota Yatsrib, yang sekarang disebut Madinah, telah menetap di sana sejak waktu yang tidak diketahui. Meskipun sebagian besar dari mereka menggunakan nama Arab, mereka secara etnis asli Yahudi dan beragama Yahudi. Mereka tidak menguasai lahan, mencari nafkah melalui perdagangan dan kerajinan tangan, termasuk menjadi tukang emas. Pasar di Yatsrib terletak di tempat di mana bani Qaynuqa tinggal. Bani Qaynuqa bersekutu dengan sebuah suku arab, bani Khazraj, dan mendukung mereka melawan Bani Aws.

Rujukan bagian ini · revisi 28742006

Kedatangan Muhammad#

Bulan September 622, Muhammad tiba di Madinah bersama para pengikutnya, yang dilindungi oleh komunitas lokal yang dikenal sebagai Ansar. Melanjutkan penyusunan sebuah pakta yang dikenal sebagai Piagam Madinah, di antara Muslim, Ansar, dan berbagai suku Yahudi di Madinah untuk mengatur perihal politik dan pemerintahan kota, lebih jauh mencakup hubungan antarkomunitas. Isi dari Pakta, menurut sumber-sumber tradisi dari Muslim, termasuk memboikot para Quraisy, dipantangkan untuk membantu mereka, membantu satu sama lain bila diserang oleh pihak luar, mempertahankan Madinah dari "serangan asing". Perjanjian ini merupakan bentuk kesepakatan yang disepakati oleh seluruh penduduk Madinah yang menjamin hak kebebasan menjalankan kehidupan dalam berbagai bidang termasuk bagi Yahudi dan Nasrani di Madinah.

Cepatnya kekuatan Muhammad menyebar di Madinah mengejutkan kekuatan sebelumnya yang sudah ada di sana, dan menimbulkan kemarahan di antara suku-suku Yahudi dan Non-Yahudi yang berusaha membangun kekuatan. Sehingga untuk melindungi diri dan mempertahankan kepentingan pribadi, mereka mungkin telah berinteraksi dengan Bani Quraisy yang ingin mencegah Muslim mendapatkan kekuasaan. Dengan demikian kecurigaan ini telah memberikan alasan bagi Muslim untuk mengusir mereka, para pedagang Yahudi.

Rujukan bagian ini · revisi 28742006
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Bulan September 622, Muhammad tiba di Madinah bersama para pengikutnya, yang dilindungi oleh komunitas lokal yang dikenal sebagai Ansar. Melanjutkan penyusunan sebuah pakta yang dikenal sebagai Piagam Madinah, di antara Muslim, Ansar, dan berbagai suku Yahudi di Madinah untuk mengatur perihal politik dan pemerintahan kota, lebih jauh mencakup hubungan antar komunitas. Isi dari Pakta, menurut sumber-sumber tradisi dari Muslim, termasuk memboikot para Quraisy, dipantangkan untuk membantu mereka, membantu satu sama lain bila diserang oleh pihak luar, mempertahankan Madinah dari "serangan asing". Perjanjian ini merupakan bentuk kesepakatan yang disepakati oleh seluruh penduduk Madinah yang menjamin hak kebebasan menjalankan kehidupan dalam berbagai bidang termasuk bagi Yahudi dan Nasrani di Madinah.

Cepatnya kekuatan Muhammad menyebar di Madinah mengejutkan kekuatan sebelumnya yang sudah ada di sana, dan menimbulkan kemarahan di antara suku-suku Yahudi dan Non-Yahudi yang berusaha membangun kekuatan. Sehingga untuk melindungi diri dan mempertahankan kepentingan pribadi, mereka mungkin telah berinteraksi dengan Bani Quraisy yang ingin mencegah Muslim mendapatkan kekuasaan. Dengan demikian kecurigaan ini telah memberikan alasan bagi Muslim untuk mengusir mereka, para pedagang Yahudi.

Pengusiran#

Setelah kemenangan perang Badr demi menarik kembali hak-hak umat Muslim yang telah dirampas orang-orang Qurays. Beberapa kelompok merasa terancam pengaruh kekuatan Islam di Madinah. Mereka bahkan berusaha membunuh Nabi Muhammad dengan menimpakan batu diatasnya. Berbagai pelanggaran dan pelanggaran terhadap perjanjian yang terdapat di dalam Perjanjian Madinah terus terjadi. Puncaknya ketika seorang wanita berkerudung mengunjungi pasar Bani Qaynuqa dan berhenti di sebuah toko, kemudian beberapa laki-laki bani Qaynuqa beberapa kali menggangu wanita tersebut dengan memintanya melepas kerudungnya. Merasa diacuhkan salah satu di antara mereka menyangkutkan kerudungnya dan lepaslah kerudungnya tadi sehingga tertawalah mereka. Salah seorang muslim yang lewat kemudian masuk untuk membela perempuan tadi dan terjadilah perkelahian hingga memakan korban jiwa. Hal ini kemudian terdengar sampai Nabi Muhammad dan meminta mereka menghentikan hal tersebut dan mengingatkan Bani Qaynuqa untuk menjaga perjanjian damai yang telah disepakati.

Nabi Muhammad mengepung Bani Qaynuqa selama 15 hari dan mencegah siapapun dari mereka keluar. Bani Qaynuqa pun menyerah tanpa syarat. Abdullah bin Ubayy, kepala suku Bani Qainuqa, yang merupakan salah satu pemimpin ahli kitab yahudi, datang ke hadapan beliau meminta agar beliau memperlakukan kaumnya dengan baik. Awalnya Nabi menolak tetapi Abdullah bersikukuh sampai-sampai dirinya memegang erat kerah baju beliau. Nabi pun akhirnya tidak menghukum mereka atas pembangkangan yang dilakukan dan hanya mengusir mereka dari Madinah dengan harta mereka, tetapi senjata yang mereka miliki diamankan umat Islam.

Rujukan bagian ini · revisi 28742006

Sumber dan cakupan

Bani Qaynuqa

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q507253 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2553723367. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan