Komunitas budaya · Indonesia · Malaysia · Mesir

Banjar

Suku Banjar (Banjar: اورڠ بنجر) adalah suatu kelompok etnis yang berasal dari daerah Banjar (Banua Banjar/Tanah Banjar), yang sekarang menjadi provinsi Kalimantan Selatan. Populasi suku Banjar dalam jumlah besar juga dapat ditemukan di daerah Kalimantan lainnya seperti di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, selain itu populasi suku Banjar dalam jumlah signifikan juga dapat ditemukan di luar Kalimantan…

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia, Malaysia, Mesir·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 30026821. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Banjar · Etnis Banjar · Etnik Banjar · Dayak Banjar · Suku Banjar · Bañjar · Banjar people · Banjars · Banjarese · Banjar Dayak

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Banjar (Banjar: اورڠ بنجر) adalah suatu kelompok etnis yang berasal dari daerah Banjar (Banua Banjar/Tanah Banjar), yang sekarang menjadi provinsi Kalimantan Selatan. Populasi suku Banjar dalam jumlah besar juga dapat ditemukan di daerah Kalimantan lainnya seperti di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, selain itu populasi suku Banjar dalam jumlah signifikan juga dapat ditemukan di luar Kalimantan seperti di Riau, Sumatra Utara, Jambi dan Semenanjung Malaysia, akibat Migrasi Orang Banjar pada abad 18 ke kepulauan Melayu. Suku Banjar merupakan penutur Bahasa Banjar (dengan berbagai macam dialeknya), dan terikat dalam persamaan sejarah atau latar belakang serta kebudayaan. Suku Banjar merupakan salah satu etnis pribumi asli Kalimantan di Indonesia yang mana berbagai elemen kebudayaannya secara resmi diakui oleh pemerintah republik Indonesia dan dianggap sebagai salah satu komponen penting warisan kebudayaan nasional.

Karena faktor historis pengislaman pribumi Kalimantan, mayoritas masyarakat etnis Banjar pada umumnya kini merupakan pemeluk agama Islam (Muslim). Masyarakat ini menunjukkan karakteristik yang agak berbeda dari kebanyakan Dayak di wilayah pedalaman Kalimantan. Suku Banjar cenderung memiliki gaya hidup dan norma-norma yang berbasis Islami. Etnis Banjar juga terkenal akan kemampuannya dalam bidang perniagaan. Pada masa kini populasi diaspora Banjar dapat ditemui pula secara global atau di seluruh belahan dunia, termasuk di antaranya dalam cakupan wilayah Asia Tenggara maupun hingga ke Timur Tengah (terutama di Arab Saudi). Beberapa penyebutan untuk orang Banjar menurut logat bahasa suku lain misalnya Banyar (bahasa Sumbawa), Bandiyar (bahasa Tausug), Banjara (Bugis-Makassar), Bēnjēr (bahasa Kutai), mBanjar (Jawa) dan al-Banjari (Bahasa Arab).

Rujukan bagian ini · revisi 30026821
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Suku Banjar (Banjar: اورڠ بنجر) adalah suatu kelompok etnis yang berasal dari daerah Banjar (Banua Banjar/Tanah Banjar), yang sekarang menjadi provinsi Kalimantan Selatan. Populasi suku Banjar dalam jumlah besar juga dapat di temukan di daerah Kalimantan lainnya seperti di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, selain itu populasi suku Banjar dalam jumlah signifikan juga dapat di temukan di luar Kalimantan seperti di Riau, Sumatra Utara, Jambi dan Semenanjung Malaysia, akibat Migrasi Orang Banjar pada abad 18 ke kepulauan Melayu. Suku Banjar merupakan penutur Bahasa Banjar (dengan berbagai macam dialeknya), dan terikat dalam persamaan sejarah atau latar belakang serta kebudayaan. Suku Banjar merupakan salah satu etnis pribumi asli Kalimantan di Indonesia yang mana berbagai elemen kebudayaannya secara resmi diakui oleh pemerintah republik Indonesia dan dianggap sebagai salah satu komponen penting warisan kebudayaan nasional.

Karena faktor historis pengislaman pribumi Kalimantan, mayoritas masyarakat etnis Banjar pada umumnya kini merupakan pemeluk agama Islam (Muslim). Masyarakat ini menunjukkan karakteristik yang agak berbeda dari kebanyakan Dayak di wilayah pedalaman Kalimantan. Suku Banjar cenderung memiliki gaya hidup dan norma-norma yang berbasis Islami. Etnis Banjar juga terkenal akan kemampuannya dalam bidang perniagaan. Pada masa kini populasi diaspora Banjar dapat ditemui pula secara global atau di seluruh belahan dunia, termasuk diantaranya dalam cakupan wilayah Asia Tenggara maupun hingga ke Timur Tengah (terutama di Arab Saudi). Beberapa penyebutan untuk orang Banjar menurut logat bahasa suku lain misalnya Banyar (bahasa Sumbawa), Bandiyar (bahasa Tausug), Banjara (Bugis-Makassar), Bēnjēr (bahasa Kutai), mBanjar (Jawa) dan al-Banjari (Bahasa Arab).

Etimologis#

Secara etimologis, kata "Banjar" dari sudut pandang Masyarakat Dayak sebagai etnonim mulanya berasal dari terminologi bahasa Ma'anyan. Dalam bahasa Ma'anyan sendiri istilah ini disebut Ulun Hakey, yaitu sebutan untuk komunitas yang tidak makan daging babi dan mempunyai ritual pemakaman langsung dikubur ke dalam tanah tanpa digali lagi, hal ini berbeda dari Dayak Maanyan Kaharingan yang memiliki adat pemakaman sekunder yaitu ijambe dengan melakukan ritual ma-apuy yaitu pembakaran tulang sisa jenazah dari hasil penggalian kuburan dari pemakaman pertama, di lokasi kremasi (papuyan) untuk selanjutnya ditempatkan pada peti jenazah berkaki dua yang disebut Tambak. Secara hakikatnya, etnonim ini digunakan untuk mengidentifikasi golongan "Dayak" dari etno-lingusitik Ma'anyan, Meratus (Bukit), Ngaju dan Paku-Karau (Luangan).

Bukan rahasia umum dalam masyarakat Kalimantan bahwa sejatinya etnis Banjar merupakan bagian dari masyarakat Dayak yang lebih besar dan telah berasimilasi dengan Melayu lebih dari 1500 tahun yang lalu. Dan masyarakat Pribumi ini pada akhirnya Mengadopsi budaya Melayu serta meninggalkan budaya lama mereka yang bercorak Kaharingan dan Hindu, adapun puncak asimilasi ini terjadi saat Islamisasi di Kesultanan Banjar sekitar 500 tahun yang lalu, di mana awalnya asimilasi dilakukan oleh para Raja dan Pejabat Kesultanan, hingga akhirnya proses asimiliasi ini diikuti secara Masal oleh Rakyat Kesultanan Banjar yang telah memeluk Islam.

Rujukan bagian ini · revisi 30026821
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Secara etimologis, kata "Banjar" dari sudut pandang Masyarakat Dayak sebagai etnonim mulanya berasal dari terminologi bahasa Ma'anyan. Dalam bahasa Ma'anyan sendiri istilah ini disebut Ulun Hakey, yaitu sebutan untuk komunitas yang tidak makan daging babi dan mempunyai ritual pemakaman langsung dikubur ke dalam tanah tanpa digali lagi, hal ini berbeda dari Dayak Maanyan Kaharingan yang memiliki adat pemakaman sekunder yaitu ijambe dengan melakukan ritual ma-apuy yaitu pembakaran tulang sisa jenazah dari hasil penggalian kuburan dari pemakaman pertama, di lokasi kremasi (papuyan) untuk selanjutnya ditempatkan pada peti jenazah berkaki dua yang disebut Tambak. Secara hakikatnya, etnonim ini digunakan untuk mengidentifikasi golongan "Dayak" dari etno-lingusitik Ma'anyan, Meratus (Bukit), Ngaju dan Paku-Karau (Luangan).

Bukan rahasia umum dalam masyarakat Kalimantan bahwa sejatinya etnis Banjar merupakan bagian dari masyarakat Dayak yang lebih besar dan telah berasimilasi dengan Melayu lebih dari 1500 tahun yang lalu. Dan masyarakat Pribumi ini pada akhirnya Mengadopsi budaya Melayu serta meninggalkan budaya lama mereka yang bercorak Kaharingan dan Hindu, adapun puncak asimilasi ini terjadi saat Islamisasi di Kesultanan Banjar sekitar 500 tahun yang lalu, di mana awalnya asimilasi di lakukan oleh para Raja dan Pejabat Kesultanan, hingga akhirnya proses asimiliasi ini di ikuti secara Masal oleh Rakyat Kesultanan Banjar yang telah memeluk Islam.

Prasejarah#

Dirunut dari genealoginya, masyarakat etnis Banjar pada zaman dahulu merupakan satu kesatuan entitas yang sama dengan masyarakat Dayak lainnya di sekitar wilayah Pegunungan Meratus (khususnya dengan etnis Bukit atau kerap dikenali sebagai Dayak Meratus) dan Dayak Maanyan, Penelitian arkeologi pada zaman modern di kawasan Geopark Meratus mengungkapkan bahwa wilayah ini telah dihuni oleh manusia purba sejak zaman masa prasejarah.

Rujukan bagian ini · revisi 30026821

Sumber dan cakupan

Suku Banjar

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q2350149 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548935909. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan