Komunitas budaya · Indonesia

Batak Karo

Batak Karo atau Suku Karo (Surat Batak: ᯂᯞᯂ᯳ ᯆᯗᯂ᯳ ᯂᯒᯭ, transliterasi: Kalak Karo; lazim disebut sebagai Karo saja) merupakan salah satu kelompok kelompok etnik Batak yang menyebar dan menetap di Tanah Karo (mendiami wilayah Sumatra Utara dan sebagian Aceh; meliputi Kabupaten Karo, sebagian Kabupaten Aceh Tenggara, Langkat, Dairi, Simalungun, Deli Serdang, Kota Medan, dan Kota Binjai). Etnis ini merupakan salah…

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29999492. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Batak Karo · orang Batak Karo · suku Batak Karo · orang Karo · suku Karo · Karo · Karo people · Karo Batak pople · Suku Karo

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Batak Karo atau Suku Karo (Surat Batak: ᯂᯞᯂ᯳ ᯆᯗᯂ᯳ ᯂᯒᯭ, transliterasi: Kalak Karo; lazim disebut sebagai Karo saja) merupakan salah satu kelompok kelompok etnik Batak yang menyebar dan menetap di Tanah Karo (mendiami wilayah Sumatra Utara dan sebagian Aceh; meliputi Kabupaten Karo, sebagian Kabupaten Aceh Tenggara, Langkat, Dairi, Simalungun, Deli Serdang, Kota Medan, dan Kota Binjai). Etnis ini merupakan salah satu etnis terbesar di Sumatra Utara. Nama etnis ini dijadikan sebagai nama salah satu kabupaten di Sumatra Utara, yaitu Kabupaten Karo. Etnis ini memiliki bahasa yang disebut bahasa Batak Karo atau cakap Karo. Pakaian adat Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas. Konon, Kota Medan didirikan oleh seorang tokoh Karo yang bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Rujukan bagian ini · revisi 29999492

Sejarah dan etimologi#

Awal mulanya sejarah kerajaan di Dataran Tinggi Karo yang saat ini menjadi Kabupaten Karo sulit diketahui pasti karena keterbatasan sumber yang jelas. Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa pada abad ke-13, Kerajaan Kuta Buluh dan Kerajaan Sicapah menyerang dan menghancurkan Kerajaan Nagur Pase.

Pada abad ke-15, Kerajaan Sebayak Kuta Buluh menghapuskan kerajaan Nagur Pase sepenuhnya. Saat itu, Sebayak Kuta Buluh (raja Kuta Buluh) yang bermarga Perangin-angin memiliki kekuatan jauh lebih unggul dibandingkan Sebayak Sicapah bermarga Karo-karo dan Sebayak Nagur Pase bermarga Ginting Suka. Tahun itu pula muncul kerajaan baru, yaitu: Kerajaan Lingga yang sekarang ini menjadi Kecamatan Simpang Empat, Kerajaan Barus Jahe yang sekarang ini menjadi Kecamatan Barus Jahe, Kerajaan Sarinembah yang sekarang ini menjadi Kecamatan Munthe, dan Kerajaan Suka yang sekarang ini menjadi Kecamatan Tiga Panah.

Rujukan bagian ini · revisi 29999492

Kabupaten Karo#

Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi Karo. Wilayah yang terkenal di kabupaten ini adalah Berastagi dan Kabanjahe. Berastagi merupakan salah satu kota turis di Sumatra Utara yang sangat terkenal dengan produk pertaniannya yang unggul. Salah satunya adalah buah jeruk dan produk minuman yang terkenal, jus markisa. Mayoritas suku Karo bermukim di daerah pegunungan ini, tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang sering disebut sebagai atau "Taneh Karo Simalem". Banyak keunikan-keunikan terdapat pada masyarakat Karo, baik dari geografis, alam, maupun bentuk masakan. Masakan Karo, salah satu yang unik adalah trites. Trites ini disajikan pada saat pesta budaya, seperti pesta pernikahan, pesta memasuki rumah baru, dan pesta tahunan yang dinamakan -kerja tahun-. Trites ini bahannya diambil dari isi lambung sapi/kerbau, yang belum dikeluarkan sebagai kotoran. Bahan inilah yang diolah sedemikian rupa dicampur dengan bahan rempah-rempah sehingga aroma tajam pada isi lambung berkurang dan dapat dinikmati. Masakan ini merupakan makanan istimewa yang di suguhkan kepada yang dihormati.

Rujukan bagian ini · revisi 29999492

Kota Medan#

Pendiri Kota Medan adalah seorang putra Karo yaitu Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Sebagian sejarawan dan pemerhati budaya juga memercayai bahwa asal mula nama Kota Medan berasal dari bahasa Karo, "madan" yang berarti "Sembuh". Namun pendapat ini masih menjadi pro dan kontra karena terdapat beberapa versi mengenai asal mula nama Medan.

Rujukan bagian ini · revisi 29999492

Sumber dan cakupan

Suku Karo

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q633375 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2547391551. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan