
Nama dan identitas
Cheoyongmu · Tari Cheoyong · 처용무
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks budaya#
Cheoyongmu termasuk salah satu tarian Korea yang paling tua biasanya dipentaskan di istana pada zaman dahulu sebagai bagian dari ritual menolak bala serta memohon berkat dari dewa.
Tarian ini bermula dari zaman kerajaan Silla Bersatu dan masih bertahan hingga kini. Pada tahun 2009 Tari Cheoyong didaftarkan ke dalam Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia oleh UNESCO
Rujukan bagian ini · revisi 29900622Legenda#
Tari Cheoyong bermula dari legenda zaman Silla Bersatu, tepatnya pada tahun ke-49 masa pemerintahan Raja Heongang (bertahta 875-886). Raja Heongang merasa ini disebabkan ulah raja naga laut timur, sehingga ia memerintahkan pengikutnya membangun kuil untuk menenangkan raja naga. Setelah kuil selesai didirikan, cuaca buruk berhakhir. Raja naga beserta ke-7 orang putranya muncul dari laut dan menari. Salah seorang anak raja naga bernama Cheoyong, menjelma menjadi manusia dan bersedia mengabdi kepada raja di istana. Cheoyong menikahi seorang wanita cantik dan hidup di lingkungan manusia.
Pada suatu hari saat Cheoyong pulang ke rumah, istrinya diserang oleh jin jahat yang menyebabkan cacar. Cheoyong melawan dengan cara menari dan menyanyi, sehingga jin tersebut kalah dan menyerah, tetapi karena Cheoyong memiliki sifat yang baik hati, maka ia mengampuni dan membiarkannya pergi. Setelah itu hilanglah penyakit cacar dari istrinya. Cerita Cheoyong yang berhasil mengusir arwah jahat membuat orang Korea zaman dahulu mulai mengenalnya sebagai orang sakti, sehingga menginspirasikan sebuah tarian bermakna ritual yang dapat mengusir roh jahat. Sejarawan meyakini bahwa sebenarnya Cheoyong adalah seorang dukun.
Rujukan bagian ini · revisi 29900622Masa Goryeo dan Joseon#
Pada masa Dinasti Goryeo, Tari Cheoyong berkembang menjadi tarian ritual yang dipentaskan pada malam penghujung tahun dalam ritual Narye. Ritual ini dimaksudkan untuk menolak bala (byeoksa), mengusir roh jahat dan memohon tahun baru yang sejathera bagi bangsa dan negara. Barulah pada masa pemerintahan Sejong Yang Agung (1418-1450), tari ini mulai dipentaskan oleh 5 orang penari (Obang Cheoyongmu / Tari Cheoyong Lima Penjuru). Pada masa pemerintahan Raja Seongjeong (1469-1494), Tari Cheoyong dijadikan tarian upacara istana.
Rujukan bagian ini · revisi 29900622Makna tarian#
Lima penari Cheoyongmu mengenakan topeng Cheoyong yang berukuran besar dengan kostum berwarna-warni dengan kain putih panjang di kedua tangan mengandung arti dan filosofi Konfusianisme mengenai Teori Lima Elemen. Kostum penari yang berwarna biru melambangkan timur dan musim semi, merah melambangkan selatan dan musim panas, kuning adalah bumi dan berada di tengah-tengah, lalu putih adalah warna dari musim dingin dan arah sebelah barat.
Rujukan bagian ini · revisi 29900622Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q498220 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2447038157. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan