Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.
Nama dan identitas
Cheq Wong · Cheq Wong people
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Orang Cheq Wong adalah Orang Asli Semenanjung Melayu dari kelompok Senoi. Meski mereka memiliki penampilan fisik khas kelompok Senoi, bahasa Cheq Wong yang mereka gunakan termasuk kelompok bahasa Asli Utara.
Rujukan bagian ini · revisi 29804011Bahasa#
Bahasa Cheq Wong merupakan bagian dari rumpun bahasa Asli Utara. Bahasa ini meminjam sejumlah kata dari bahasa Kensiu, meskipun kedua suku tersebut terpisah jauh. Namun, bahasa Cheq Wong juga memiliki ciri khas bahasa Senoik. Banyaknya kata pinjaman dari bahasa Asli Selatan terutama dari bahasa Semaq Beri (yang juga banyak dipengaruhi oleh bahasa Asli Utara) menunjukkan bahwa nenek moyang orang Cheq Wong berinteraksi dengan penutur bahasa Proto-Asli Selatan seperti orang Semelai dan Temoq.
Rujukan bagian ini · revisi 29804011Sejarah#
Selama Perang Dunia II, Partai Komunis Malaya mencari bantuan dari orang-orang Cheq Wong dalam perjuangan melawan penjajah Jepang. Setelah perang berakhir, muncul kekacauan baru, yakni pemberontakan kaum komunis yang dikenal sebagai Darurat Malaya. Pada masa itu, suku Cheq Wong cenderung mendukung pemberontak dengan menyediakan makanan, karena trauma akan perbudakan yang dilakukan oleh orang Melayu yang ada di pihak Inggris. Pemerintah Inggris kemudian berusaha mencari dukungan Orang Asli dengan menyediakan tempat tinggal, membangun sarana kesehatan, serta membentuk lembaga khusus yang mengatur urusan suku-suku pribumi.
Rujukan bagian ini · revisi 29804011Kepercayaan#
Orang-orang Cheq Wong secara tradisional menganut suatu bentuk kepercayaan animisme yang membedakan makhluk bernyawa (dalam bahasa Cheq Wong disebut ruwai) dengan yang tidak. Mereka juga mengenal sebuah lagu yang menyebut pesawat perang Jepang yang terbang di atas hutan sebagai makhluk bernyawa.
Serupa dengan talan milik orang Semaq Beri dan celau milik suku Temuan, suku Cheq Wong memiliki hukum adat yang disebut talaiden, yang melarang berbagai hal termasuk mentertawakan atau menggoda satwa. Pelanggaran hukum tersebut dipercaya akan mendatangkan hukuman berupa badai, hujan dan guntur. Bentuk lain dari talaiden yang diyakini oleh masyarakat Cheq Wong berkenaan dengan harimau, di mana pencampuran makanan atau benda yang tidak semestinya akan mengundang serangan harimau terhadap pelakunya.
Rujukan bagian ini · revisi 29804011Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q48729670 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2483490559. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan