Komunitas budaya · Belum dipetakan

Etnis Mukomuko

Suku Mukomuko adalah kelompok etnis yang mendiami wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu yang terletak di perbatasan wilayah dengan Sumatera Barat di utara. Orang Mukomuko bertutur dengan bahasa Mukomuko.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29861249. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Etnis Mukomuko · Suku Mukomuko · Orang Mukomuko · Muko-Muko · Mukomuko people

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Mukomuko adalah kelompok etnis yang mendiami wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu yang terletak di perbatasan wilayah dengan Sumatera Barat di utara. Orang Mukomuko bertutur dengan bahasa Mukomuko. Bahasa in memiliki pengaruh yang kuat dari bahasa Minangkabau. Selain bahasa, unsur-unsur kebudayaan Mukomuko juga banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Minangkabau. Dalam sistem kekerabatan, mereka mengamalkan prinsip penarikan garis keturunan matrilineal, sebagaimana yang berlaku di daerah Ranah Minang.

Daerah Mukomuko termasuk wilayah rantau Minangkabau atau dalam tambo Minangkabau disebut ombak nan badabua yakni daerah sepanjang pesisir pantai barat dari Padang hingga Bengkulu Selatan. Daerah ini pernah menjadi bagian wilayah Kerajaan Inderapura yang berkedudukan di Kabupaten Pesisir Selatan. Sejak masa kolonial Inggris, Mukomuko dipisahkan menjadi bagian administratif Bengkulu, sebagaimana yang telah berlangsung setelah kemerdekaan Indonesia.

Rujukan bagian ini · revisi 29861249

Sejarah#

Secara historis, Mukomuko merupakan bagian dari wilayah Minangkabau. Hal ini ditandai dari banyaknya persamaan kebudayaan yang berlaku pada keduanya. Orang Mukomuko memiliki adat istiadat yang tidak jauh berbeda dengan orang Minangkabau. Adat Mukomuko bersumber pada adat Minangkabau yang berfalsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Daerah Mukomuko disebutkan dalam tambo Minangkabau sebagai wilayah rantau Minangkabau. Rombongan dari Kerajaan Pagaruyung diperkirakan bertolak ke wilayah Mukomuko pada abad ke-15. Kedatangan rombongan inilah kiranya yang membawa pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Mukomuko, terutama dalam konteks kehidupan adat dan budaya.

Di wilayah Mukomuko, dulunya terdapat Kerajaan Anak Sungai. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-16 dan berpusat di Sungai Selagan. Wilayahnya membentang dari utara Sungai Manjuto hingga Air Urai di selatan. Penguasanya disebutkan sebagai "keturunan raja-raja Pariaman". Kerajaan ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inderapura, yang wakilnya berkedudukan di Manjuto dengan menyandang gelar Raja Adil.

Rujukan bagian ini · revisi 29861249

Populasi#

Saat ini, daerah Mukomuko masuk ke dalam wilayah Bengkulu, berbatasan dengan dua provinsi yakni Jambi dan Sumatera Barat. Penduduk asli Mukomuko terdiri dari dua suku, yaitu suku Mukomuko dan Pekal. Terbentuknya Mukomuko sebagai kabupaten setelah kemerdekaan menyebabkan masyarakat yang mendiami Mukomuko semakin beragam.

Jumlah orang Mukomuko belum diketahui secara pasti, tetapi ada perkiraan sekitar 60.000 jiwa. Pada masa akhir 1990-an, jumlah penduduk di daerah asalnya tadi, yaitu Kecamatan Mukomuko Utara sekitar 39.000 jiwa, dan Kecamatan Mukomuko Selatan sekitar 31.000 jiwa. Sebagian besar orang Mukomuko hidup dari usaha pertanian, nelayan, dan berdagang. Sebagian lainnya berpenghidupan sebagai pedagang. Dalam pertanian, seperti yang dilakukan oleh penduduk Bengkulu Utara umumnya, mereka bercocok tanam di sawah dan di ladang. Dalam perkebunan, mereka bertanam kelapa, karet, kopi, dan cengkih.

Rujukan bagian ini · revisi 29861249

Adat istiadat#

Orang Mukomuko mengenal tipe kesatuan kerabat yang disebut "kaum". Ada enam kaum di Mukomuko yaitu: Kaum Berenam di Hulu, Kaum Delapan di Tengah, Kaum Empat Belas, Kaum Berenam di Hilir, Kaum Lima Suku, dan Kaum Gersik. Setiap kaum dikepalai oleh seorang kepala kaum. Kepala kaum menjadi penanggung jawab pelaksanaan adat pada tingkat keluarga seperti pesta pernikahan, khitanan, dan sunat rasul.

Sistem kekerabatan Mukomuko ditarik berdasarkan garis keturunan ibu atau disebut matrilineal. Setelah menikah, suami akan melepaskan keanggotaan kekerabatannya dan memasuki kekerabatan istrinya atau dikenal sebagai semenda (dari bahasa Minang: sumando). Sistem ini membuat anak perempuan mempunyai kedudukan lebih diutamakan karena anak perempuan menjadi penerus keturunan ibunya.

Rujukan bagian ini · revisi 29861249

Sumber dan cakupan

Orang Mukomuko

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q65213480 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2521707647. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan