
Nama dan identitas
Gagok · Kagok · 가곡 · gagok
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Sejarah#
Gagok diciptakan pada periode Dinasti Joseon akhir (abad ke-16). Pada masa ini, para penikmat seni yang terdiri dari kaum bangsawan, sering berkumpul bersama-sama untuk menulis puisi dan menciptakan lagu. Pada mulanya seni menyanyi ini dinamakan Mandaeyeob, yang dikenal dengan tempo lambat. Mandaeyeob kemudian berkembang menjadi dua, Jungdaeyeob (tempo medium) dan Sakdaeyeob (tempo cepat). Pada akhir abad ke-17, Sakdaeyeob menjadi lebih populer dibanding 2 gaya menyanyi lain, sehingga sampai abad ke-19, hanya jenis Sakdaeyeob yang bertahan. Bersama musik Yeongsanhoesang, Sakdaeyeob menjadi hiburan musik terpopuler di pungnyubang, tempat hiburan eksklusif kaum bangsawan Joseon. Sakdaeyeob inilah yang menjadi dasar gagok yang dinyanyikan hingga kini. Sejarah gagok dapat ditelusuri lewat berbagai buku musik kuno yang ditulis antara tahun 1570-an sampai 1870-an.
Rujukan bagian ini · revisi 29150346Karakteristik#
Walaupun berkembang dari tempo menyanyi Sakdaeyeob yang cepat, gagok termasuk genre musik Korea yang paling lambat. Gagok (歌曲) bermakna "lagu" dan dijuluki 歌永言 (gayeongeon), "menyanyi dengan berbicara lambat-lambat".
Lirik gagok adalah 3 baris puisi sijo yang dinyanyikan dalam dua buah nada, pyeongjo (atau ujo) dan gyemyeonjo. Ujo dan gyemyeonjo menyerupai mayor dan minor di musik barat. Repertoar gagok dapat dibagi berdasarkan ketukan (jangdan). Beberapa lagu dinyanyikan dalam 16 ketukan dan lainnya 10 ketukan. Saat dinyanyikan, 3 baris puisi berubah menjadi lagu panjang 5 stanza.
Rujukan bagian ini · revisi 29150346Musik#
Musik yang mengiringi nyanyian gagok dimainkan dari alat musik tiup dan petik oleh pemusik yang duduk di bagian belakang penyanyi. Alat musik yang dimainkan antara lain geomungo (kecapi 6 senar), gayageum (kecapi 12 senar), yanggeum (kecapi barat), sepiri (suling buluh kecil), daegeum (suling besar), danso (suling pendek), haegeum (rebab), dan janggu (gendang panjang).
Rujukan bagian ini · revisi 29150346Pelestarian#
Saat ini, seniman-seniman yang mewarisi keterampilan menyanyi gagok tidak banyak. Masyarakat Korea Selatan pun banyak yang tidak mengetahui kesenian ini, padahal gagok adalah karya musik pertama Korea yang masuk nominasi Penghargaan Grammy. Pelestarian gagok dilakukan oleh organisasi musik tradisional National Center for Korean Traditional Performing Arts di Seoul dan berbagai sekolah musik di daerah-daerah. Tiga orang penyanyi senior yang mewariskan gagok adalah Kim Gyeong-bae, Kim Yeong-gi, dan Cho Sun-ja.
Rujukan bagian ini · revisi 29150346Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q846219 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2440959861. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan