Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.
Nama dan identitas
Katolik Mangalore · Mangalorean Catholics · Umat Katolik Mangalore
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Umat Katolik Mangalore (Konkani: Kodialchein Katholik) adalah sebuah komunitas etno-religius Katolik Roma yang mengikuti Ritus Latin dari Keuskupan Mangalore (terletak di distrik Kanara Selatan) di pesisir barat daya Karnataka, India. Mereka adalah orang Konkani dan berbicara dalam bahasa Konkani.
Umat Katolik Mangalore masa kini utamanya merupakan keturunan dari umat Katolik Goa yang melakukan migrasi ke Kanara Selatan antara tahun 1560–1573 selama masa Inkuisisi Goa, peperangan antara Portugis–Adil Shahi, dan peperangan antara Portugis–Maratha. Mereka belajar bahasa-bahasa Kanara Selatan, Tulu, dan Kannada, tetapi tetap mempertahankan Konkani sebagai bahasa ibu mereka serta melestarikan gaya hidup mereka. Pembuangan selama 15 tahun di Seringapatam dalam masa Tipu Sultan, penguasa de facto dari Kerajaan Mysore, sejak 24 Februari 1784 hingga 4 Mei 1799, menyebabkan hampir punahnya komunitas tersebut. Setelah kekalahan Tipu oleh Britania pada tahun 1799, komunitas tersebut bermukim kembali di Kanara Selatan, dan kemudian berkembang di bawah kekuasaan Britania.
Rujukan bagian ini · revisi 30071434Baca teks sumber bahasa Indonesia
Umat Katolik Mangalore (Konkani: [Kodialchein Katholik] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) adalah sebuah komunitas etno-religius Katolik Roma yang mengikuti Ritus Latin dari Keuskupan Mangalore (terletak di distrik Kanara Selatan) di pesisir barat daya Karnataka, India. Mereka adalah orang Konkani dan berbicara dalam bahasa Konkani.
Umat Katolik Mangalore masa kini utamanya merupakan keturunan dari umat Katolik Goa yang melakukan migrasi ke Kanara Selatan antara tahun 1560–1573 selama masa Inkuisisi Goa, peperangan antara Portugis–Adil Shahi, dan peperangan antara Portugis–Maratha. Mereka belajar bahasa-bahasa Kanara Selatan, Tulu, dan Kannada, tetapi tetap mempertahankan Konkani sebagai bahasa ibu mereka serta melestarikan gaya hidup mereka. Pembuangan selama 15 tahun di Seringapatam dalam masa Tipu Sultan, penguasa de facto dari Kerajaan Mysore, sejak 24 Februari 1784 hingga 4 Mei 1799, menyebabkan hampir punahnya komunitas tersebut. Setelah kekalahan Tipu oleh Britania pada tahun 1799, komunitas tersebut bermukim kembali di Kanara Selatan, dan kemudian berkembang di bawah kekuasaan Britania.
Identitas etnis#
Umat Katolik Roma dari Keuskupan Mangalore (dulunya distrik Kanara Selatan) dan keturunan mereka umumnya dikenal sebagai umat Katolik Mangalore. Setelah migrasi ini, para petani Katolik Goa yang terampil ditawarkan berbagai hibah lahan oleh para penguasa Bednore setempat dari Kanara Selatan.
Kebanyakan migran (pendatang) adalah orang-orang dari strata ekonomi rendah yang telah meninggalkan pekerjaan-pekerjaan di bidang perekonomian dan pemerintahan; lahan mereka telah disita akibat pajak yang berat di bawah pemerintahan Portugis di Goa. Sebagai konsekuensi dari hak-hak istimewa dan kemakmuran yang dinikmati para migran Goa di Mangalore, mereka mulai merasa lebih unggul (superior) dibanding kerabat mereka di Goa yang tidak memiliki lahan. Pembuangan di Seringapatam (1784–1799), di mana banyak yang meninggal, dibunuh, atau terpaksa memeluk Islam, menyebabkan terbentuknya suatu identitas budaya Katolik Mangalore yang umum dan terpisah di kalangan komunitas tersebut, yang hingga kini menganggap diri mereka sebagai suatu perluasan komunitas Katolik Goa yang lebih besar. Namun mereka tidak lagi mengidentifikasi diri sebagai umat Katolik Goa. Setelah masa pembuangan, kemakmuran di bawah kekuasaan Britania dan di bawah pengaruh Yesuit Italia, diikuti dengan migrasi demi pekerjaan ke Bombay, Kalkuta, Poona, negara-negara Arab di Teluk Persia, dan Anglosfer, memungkinkan komunitas tersebut untuk memulihkan identitas mereka.
Rujukan bagian ini · revisi 30071434Masa pra-migrasi#
Semua catatan dari awal keberadaan umat Kristen di Kanara Selatan hilang pada saat pembuangan mereka oleh Tipu Sultan pada tahun 1784. Karenanya tidak diketahui pasti kapan agama Kristen diperkenalkan di Kanara Selatan, meskipun ada kemungkinan bahwa umat Kristen Suriah menetap di Kanara Selatan, sebagaimana juga terjadi di Kerala, sebuah negara bagian di selatan Kanara. Penjelajah Italia Marco Polo mencatat bahwa ada aktivitas perdagangan yang cukup besar antara pesisir Kanara dan Laut Merah pada abad ke-13. Dapat diduga bahwa para pedagang Kristen asing mengunjungi kota-kota pesisir di Kanara Selatan selama periode perdagangan; dan ada kemungkinan beberapa imam Kristen menemani mereka untuk melakukan penginjilan.
Pada bulan April 1321 Jordanus Catalani dari Severac (di barat daya Prancis), seorang biarawan Dominikan, mendarat di Thana bersama dengan 4 biarawan lainnya. Ia kemudian melakukan perjalanan ke Bhatkal di Kanara Utara, sebuah kota pelabuhan di jalur pesisir dari Thana ke Quilon. Menurut sejarawan Severine Silva, tidak ada bukti konkret yang telah ditemukan terkait adanya pemukiman permanen umat Kristen di Kanara Selatan sebelum abad ke-16. Kekristenan mulai menyebar baru setelah datangnya Portugis di wilayah tersebut. Pada tahun 1500 penjelajah Portugis Pedro Álvares Cabral tiba di Anjediva di Kanara Utara bersama dengan 8 misionaris Fransiskan. Di bawah kepemimpinan Frei Henrique Soares de Coimbra, para misionaris tersebut menyebabkan 22 atau 23 penduduk asli di daerah Mangalore memeluk agama Kristen. Selama masa-masa awal abad ke-16, Krishnadevaraya (1509-1529), penguasa Kemaharajaan Wijayanagara dari Dekkan, memberi hak istimewa komersial kepada orang-orang Portugis di pesisir Kanara. Ada kebebasan sepenuhnya dalam beribadah, berkeyakinan, dan penyebaran ajaran agama di Kemaharajaan Wijayanagara.
Rujukan bagian ini · revisi 30071434Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan. Pesan galat tampilan dan sisa penanda format dibersihkan; teks asal dipertahankan untuk pemeriksaan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q2942174 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548942148. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan