Komunitas budaya · Belum dipetakan

Melayu Tanjung

Orang Melayu Tanjung (bahasa Inggris: Cape Malay; bahasa Afrikaans: Kaapse Maleiers) adalah orang-orang keturunan penduduk Hindia Belanda yang tinggal di Kota Tanjung, Provinsi Tanjung Barat, Afrika Selatan. Kebanyakan orang Melayu Tanjung merupakan keturunan Indonesia dan secara historis, mereka adalah keturunan orang buangan dari zaman penjajahan Belanda.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29861242. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Melayu Tanjung · Cape Malay · Orang Melayu Tanjung

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Orang Melayu Tanjung (bahasa Inggris: Cape Malay; bahasa Afrikaans: Kaapse Maleiers) adalah orang-orang keturunan penduduk Hindia Belanda yang tinggal di Kota Tanjung, Provinsi Tanjung Barat, Afrika Selatan. Kebanyakan orang Melayu Tanjung merupakan keturunan Indonesia dan secara historis, mereka adalah keturunan orang buangan dari zaman penjajahan Belanda. Saat ini, terdapat lebih dari 300.000 orang Melayu Tanjung di Kota Tanjung.

Rujukan bagian ini · revisi 29861242

Sejarah#

Perbudakan tumbuh subur di lepas pantai Afrika Barat dan Timur, sedangkan di Afrika Selatan baru ada sejak VOC datang dan mendirikan pemukiman Cape of Good Hope (Tanjung Harapan) pada tahun 1652. Ketika itu, Jan van Riebeeck datang ke Tanjung Harapan untuk mendirikan pos perdagangan dan benteng perbekalan untuk kapal dagang yang melintasi rute Eropa-Hindia Timur. Didirikan pula pemukiman Belanda untuk menghasilkan makanan dan pasokan-pasokan bagi kapal-kapal VOC. Oleh karena itu, budak dibutuhkan untuk bekerja di lahan-lahan pemukim Belanda.

Rujukan bagian ini · revisi 29861242

Budaya#

Kebudayaan Indonesia pun banyak yang mewarnai kebudayaan Coloured atau Melayu Cape. Buku "Indonesians in South Africa: Historical Links Spanning Three Centuries" mencatat beberapa hal contohnya adalah tari Lingo ayoen, tari kusin, dan tari beras.

Bahkan, debus pun terbawa ke Cape Town namun, di Cape Town debus disebut "ratieb". Ini dimungkinkan dibawa oleh pengikut Syeikh Yusuf. Sebagai catatan, Syeikh Yusuf punya banyak pengikut dari Banten, tempat debus berkembang. Dia bahkan mengawini anak Ki Ageng Tirtayasa (raja Banten).

Rujukan bagian ini · revisi 29861242

Sumber dan cakupan

Orang Melayu Tanjung

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q1276753 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550162648. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan