Pertunjukan dan permainan · Indonesia

Musik di Indonesia

Indonesia adalah negara dengan banyak suku dan kelompok etnis yang berbeda, dan musik juga sangat beragam, datang dalam ratusan bentuk dan gaya yang berbeda. Setiap wilayah memiliki budaya dan seni yang berbeda, dan hasilnya musik tradisional berbeda dari daerah ke daerah.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Inggris · revisi 1362770757. Terjemahan otomatis; belum ada tinjauan manusia yang tercatat. Teks sumber berbahasa Inggris tersedia di setiap bagian.

Pertunjukan dan permainan · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Musik di Indonesia · Musik dari Indonesia · Musik Indonesia · Indonesian music · Indonesia music · music in Indonesia · music of Indonesia · Music of Indonesia

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diterjemahkan otomatis menggunakan OPUS-MT en-id (lokal); teks asal dapat diperiksa di setiap bagian. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Indonesia adalah negara dengan banyak suku dan kelompok etnis yang berbeda, dan musik juga sangat beragam, datang dalam ratusan bentuk dan gaya yang berbeda. Setiap wilayah memiliki budaya dan seni yang berbeda, dan hasilnya musik tradisional berbeda dari daerah ke daerah. Misalnya, setiap jenis musik tradisional sering disertai tarian dan teaternya sendiri. Adegan musik kontemporer juga sangat dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing, seperti yang berasal dari Amerika, Inggris, Jepang, Korea, dan India.

Musik Jawa, Kalimantan, Sumatra, Bali, Flores (Pulau Sunda Lesser) dan pulau-pulau lain telah didokumentasikan dengan baik dan direkam,

Rujukan bagian ini · revisi 1362770757
Baca teks sumber bahasa Inggris

Indonesia is a country with many different tribes and ethnic groups, and its music is also highly diverse, coming in hundreds of different forms and styles. Every region has its own distinct culture and art, and as a result traditional music differs from area to area. For example, each traditional type of music is often accompanied by its very own dance and theatre. Contemporary music scene has also been heavily shaped by various foreign influences, such as those from America, Britain, Japan, Korea, and India.

The music of Java, Kalimantan, Sumatra, Bali, Flores (Lesser Sunda Islands) and other islands have been well documented and recorded,

Uraian sumber 2#

Indonesia adalah rumah dari lonceng gong; 'gong chime' adalah istilah umum untuk satu set kecil, berprofesi tinggi. Genang - gong ditempatkan secara biasa - biasaan dalam urutan pitch, dan sang bos ke atas pada tali-tali yang digenggam dalam bingkai kayu yang rendah. Bingkai dapat berbentuk persegi panjang atau melingkar (yang terakhir kadang disebut "lingkaran panjang"), dan mungkin memiliki satu atau dua baris gong. Mereka dimainkan oleh satu hingga empat musisi, masing-masing menggunakan dua tongkat empuk untuk memukul mereka. Mereka adalah alat musik yang sangat penting di banyak ensembles musik Indonesia, seperti gamelan, kulintang, dan talompong.

Rujukan bagian ini · revisi 1362770757
Baca teks sumber bahasa Inggris

Indonesia is the home of gong chime; 'gong chime' is a generic term for a set of small, high-pitched bossed pot gongs. The gongs are ordinarily placed in order of pitch, with the boss upward on cords held in a low wooden frame. The frames can be rectangular or circular (the latter are sometimes called "gong circles"), and may have one or two rows of gongs. They are played by one to four musicians, each using two padded sticks to strike them. They are an important instrument in many Indonesian musical ensembles, such as gamelan, kulintang, and talempong.

Uraian sumber 3#

Tujuan utama musik kulintang dalam hiburan sosial masyarakat pada tingkat profesional rakyat. Musik ini unik karena dianggap sebagai musik umum dalam artian semua orang diperbolehkan untuk berpartisipasi. Tidak hanya pemain yang bermain, tetapi penonton juga diharapkan untuk berpartisipasi. Penampilan ini penting dalam hal membawa orang-orang ke komunitas dan daerah yang berdekatan bersama-sama, membantu menyatukan komunitas yang mungkin tidak berhubungan satu sama lain. Biasanya, sewaktu pemain memainkan musik kulintang, partisipasi mereka bersifat sukarela. Para musisi memandang pertunjukan sebagai kesempatan untuk menerima pengakuan, prestise, dan respek dari masyarakat dan tidak lebih. Musik Kulintang berbeda dalam banyak aspek musik gamelan, terutama dalam cara yang belakangan membangun melodi dalam kerangka nada kerangka dan ditentukan waktu interval entri untuk setiap instrumen. Kerangka musik kulintang lebih fleksibel dan selang waktu tidak ada, sehingga hal-hal seperti improvisasi menjadi lebih umum.

Rujukan bagian ini · revisi 1362770757
Baca teks sumber bahasa Inggris

The main purpose for kulintang music in the community social entertainment at a professional, folk level. This music is unique in that it is considered a public music in the sense everyone is allowed to participate. Not only do the players play, but audience members are also expected to participate. These performances are important in that they bring people in the community and adjacent regions together, helping unify communities that otherwise may not have interacted with one another. Traditionally, when performers play kulintang music, their participation is voluntary. Musicians see performances as an opportunity to receive recognition, prestige and respect from the community and nothing more. Kulintang music differs in many aspects from gamelan music, primarily in the way the latter constructs melodies within a framework of skeletal tones and prescribed time interval of entry for each instruments. The framework of kulintang music is more flexible and time intervals are nonexistent, allowing for such things as improvisations to be more prevalent.

Uraian sumber 4#

Angklung ada sebelum era Hindu di Indonesia. Pada zaman kerajaan Sunda (12 hingga abad ke - 16), Angklung menjadi alat musik yang selalu digunakan dalam berbagai acara atau perayaan, khususnya peristiwa tradisional dalam bertani. Pada waktu itu, Angklung dimainkan sebagai penyembahan "Dewi Sri", yakni Dewi Beras atau Dewi Kesuburan untuk diberikan berkat bagi tanaman yang ia tanam dan juga untuk mencapai kemakmuran dalam kehidupan. Tidak hanya itu, selama kerajaan Sunda, Angklung juga digunakan sebagai pemicu semangat perang.

Jenis bambu yang biasanya digunakan sebagai alat musik adalah bambu hitam (awi wuung) dan bambu ater (awi temen), yang apabila kering berwarna kuning kekuning - kuning kekuning - kuningan. Setiap nada (barrel) dihasilkan dari suara tabung bambu dalam bentuk pisau (wilahan) untuk setiap bagian bambu dari kecil ke besar. Setiap ukuran bambu memiliki nada yang berbeda. UNESCO menetapkan engklung sebagai Mahakarya dari Warisan Kemanusiaan yang Tak Terwujud pada 18 November 2010.

Rujukan bagian ini · revisi 1362770757
Baca teks sumber bahasa Inggris

Angklung existed before the Hindu era in Indonesia. In the days of the Sundanese kingdom (12th to 16th centuries), Angklung became a musical instrument that was always used in various events or celebrations, especially traditional events in farming. At that time, Angklung was played as worship of "Dewi Sri", namely the Goddess of Rice or the Goddess of Fertility to be given blessings to the plants she planted and also to prosper in life. Not only that, during the Sundanese kingdom, Angklung was also used as a trigger for the spirit of war.

The types of bamboo that are commonly used as musical instruments are black bamboo (awi wulung) and ater bamboo (awi temen), which when dry are whitish yellow. Each note (barrel) is produced from the sound of the bamboo tube in the form of a blade (wilahan) for each bamboo segment from small to large. Each bamboo size has a different pitch. UNESCO designated the angklung a Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity on 18 November 2010.

Sumber dan cakupan

Music of Indonesia

Kontributor Wikipedia bahasa Inggris · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan, dan diterjemahkan otomatis.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format serta terjemahan otomatis merupakan perubahan dari sumber.

Q1210921 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2515899142. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan