Komunitas budaya · Indonesia

Nuaulu

Noaulu atau Noahatan atau Naulu adalah sebuah suku yang terdapat di Desa Sepa bagian selatan-tengah Pulau Seram, Maluku. Noaulu atau Noahatan sendiri berasal dari kata "noa" yang merupakan nama sungai serta "hatan" yang artinya kepala sungai (hulu) sehingga Noahatan (Noaulu) dapat diartikan sebagai orang-orang yang mendiami hulu sungai Noa.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29883759. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Nuaulu · Nuahunai · Naulu · Suku Nuaulu

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Noaulu atau Noahatan atau Naulu adalah sebuah suku yang terdapat di Desa Sepa bagian selatan-tengah Pulau Seram, Maluku. Noaulu atau Noahatan sendiri berasal dari kata "noa" yang merupakan nama sungai serta "hatan" yang artinya kepala sungai (hulu) sehingga Noahatan (Noaulu) dapat diartikan sebagai orang-orang yang mendiami hulu sungai Noa. Pada tahun 2011 populasi mereka mencapai tiga ribu jiwa.

Suku Noaulu kebanyakan dari mereka adalah datang dari Maluku Utara tepatnya pulau Halmahera. Pasca perang hotebanggoi kemudian memilih migrasi ke wilayah selatan pulau Seram berdiam di hulu sungai Noa petuanan desa Sepa kecamatan Amahai. Di seram bagian utara ada sejenis suku seperti ini yang disebut Masyarakat Huaulu. Suku Huaulu menghuni dua desa di pantai utara Pulau Seram dan suku Noahatan (Noaulu) hanya ada di desa Sepa di pantai selatan.

Rujukan bagian ini · revisi 29883759

Sistem Kemasyarakatan#

Orang Noahatan (Noaulu) tersebar dipetuanan Desa Sepa di Pulau Seram yaitu di Yaisuru pindah ke Nua Nea, Bunara, Latan (Kampung Lama), Hahuwalan, Simalouw, Rohua, Rohua Waemanesi. Sistem kemasyarakatan mereka dibagi ke dalam 12 klan atau marga yaitu Pia, Matoke, Kamama, Sounawe Aepura, Sounawe Aenakahata, Sopalani, Perissa, Hury, Nahatue, Soumory, Leipary dan Rumalait. Ciri khas mereka adalah kaum pria mengenakan Nahatari atau kaeng berang yaitu kain merah yang diikatkan di kepala.

Saat berinteraksi dengan masyarakat luar, orang Noaulu selalu mengedepankan perasaan damai. Prinsip mereka selama mereka berbuat baik maka tidak ada hal buruk yang akan mendatangi mereka. Etika lainnya adalah dilarang mencuri, dilarang menyapa dengan panggilan yang kurang pantas. Dalam komunikasi sehari-hari jika ada pelanggaran adat maka akan diberikan sanksi yang disebut dengan Pina.

Rujukan bagian ini · revisi 29883759

Agama#

Agama yang dianut oleh suku Noaulu adalah agama yang diturunkan oleh nenek moyang mereka, mereka menyebutnya dengan nama agama Noaulu atau Naurus. Tuhan mereka disebut dengan Upuku Anahatana atau biasa disingkat dengan Anahatana selaku Tuhan pencipta alam semesta dan merupakan sesuatu yang gaib dan maha agung.

Karena agama ini tidak diakui oleh negara maka mereka terkadang berkamuflase dengan mencantumkan agama lain yang diakui oleh negara. Hal ini dilakukan untuk menerobos birokrasi negara seperti pengurusan KTP dan pendidikan.

Rujukan bagian ini · revisi 29883759

Sistem Kepercayaan#

Di dalam sistem kepercayaan orang Noaulu, hubungan mereka dengan Tuhan tidak dilakukan secara langsung tetapi melalui perantara. Mereka percaya jika di dalam setiap aspek kehidupan ada roh atau Upu yang mengontrol dan mengitari keseharian mereka. Alam semesta ini dijaga oleh para Upu sebagai perantara dari Upuku Anahatana yaitu Nue Nosite (penjaga laut), Wesia Upue (penjaga darat), Sionoi Aha (penjaga udara), dan Seite Upue (penjaga hutan atau kebun). Selain itu juga ada Rea Upu yaitu leluhur yang telah meninggal dunia tapi tetap dapat berkomunikasi dengan yang masih hidup jika diperlukan. Setiap rumah induk memiliki Rea Upu sendiri yang dipersonifikasi dalam berbagai simbol.

Orang Noaulu menyembah Upuku Anahatana sebagai Tuhan dan kekuatan gaib lainnya yang mereka anggap sebagai penjaga.Eksistensi Tuhan sendiri menjadi lebih kuat dan bermakna apabila prosesi penyembahan Upuku Anahatana dilakukan secara bersama-sama. Dalam keadaan yang seperti itu mereka seperti larut dalam suasana kejiwaan yang transendental.

Rujukan bagian ini · revisi 29883759

Sumber dan cakupan

Suku Nuaulu

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q7067814 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550163564. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan