
Nama dan identitas
orang Alas · Alas people · Alas Batak · Alas · Suku Alas
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Suku Alas atau lazim juga disebut Kalak Alas atau Khang Alas (Surat Alas-Kluet: ᯅᯖᯂ᯲ ᯀᯞᯘ᯲) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Nama wilayah disebut sebagai "Tanoh Alas" (Tanah Alas), karena merupakan bekas dari kerajaan "Raja Alas".
Rujukan bagian ini · revisi 29534927Baca teks sumber bahasa Indonesia
Suku Alas atau lazim juga disebut Kalak Alas atau Khang Alas (Surat Alas-Kluet: ᯅᯖᯂ᯲ ᯀᯞᯘ᯲) merupakan salah satu kelompok etnis yang mendiami wilayah Kabupaten Aceh Tenggara. Nama wilayah di sebut sebagai "Tanoh Alas" (Tanah Alas), karena merupakan bekas dari kerajaan "Raja Alas".
Sejarah dan etimologi#
Masyarakat Alas telah bermukim di Lembah Alas, jauh sebelum Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke Indonesia di mana keadaan penduduk Lembah Alas telah diabadikan dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang bangsa Belanda bernama Radermacher (1781:8), bila dilihat dari catatan sejarah masuknya Islam ke Tanah Alas, pada tahun 1325 (Effendy, 1960:26) maka jelas penduduk ini sudah ada walaupun masih bersifat nomaden dengan menganut kepercayaan animisme.
Nama Alas diperuntukan bagi seorang atau kelompok etnis, sedangkan daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Menurut Kreemer (1922:64) kata "Alas" berasal dari nama seorang kepala etnis (cucu dari Raja Lambing) Dia bermukim di desa paling tua di Tanoh Alas yaitu Desa Batu Mbulan.
Rujukan bagian ini · revisi 29534927Bidang pertanian#
Sebagian besar masyarakat suku Alas bermata pencahariaan sebagai petani dan dikenal sebagai lumbung beras di Aceh. Selain itu, mereka juga mengelola kebun karet, kopi arabika, kemiri serta mengumpulkan hasil hutan berupa rotan, damar dan dupa. Dalam bidang peternakan, mereka mengusahakan bebek, ayam, kuda, kambing, kerbau dan sapi.
Rujukan bagian ini · revisi 29534927Budaya dan adat-istiadat#
Upacara adat istiadat yang ada dalam masyarakat suku Alas adalah ‘Turun Mandi’, ‘Sunat Khitan’, ‘Perkawinan’, dan ‘Kematian’. Pada setiap kegiatan ini dikenal beberapa budaya tolong menolong yang dilakukan oleh masyarakat sesuai dengan posisinya dalam struktur kekerabatan. Ada tiga struktur kekerabatan dalam suku Alas yaang dikenal dengan istilah Tungku si telu yang artinya "tungku si tiga" makna lebih tepatnya ialah Tungku/tempat memasak dengan kayu api yang terdiri dari 'tiga batu'. Secara filosofis kegiatan memasak hanya dapat dilakukan dengan adanya tiga batu tersebut, apabila kurang satu maka kuali atau wajan tidak dapat diletakkan di atasnya sehingga masakan tidak dapat diperoses. Ketiga fungsi kekerabatan dalam suku Alas tersebut yaitu Wali, Sukut/Senine, dan Pebekhunen/Malu.
Rujukan bagian ini · revisi 29534927Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q1616085 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548564518. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan