Komunitas budaya · Belum dipetakan

orang Badui

Suku Badui alias Sunda Badui (Bahasa Badui: Urang Kanékés, Urang Cibéo, atau kadang hanya sering disebut Badui, atau ditulis dalam ortografi latin bahasa Sunda sebagai Baduy) merupakan sekelompok masyarakat adat Sunda yang mendiami wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Populasi berjumlah 9.558 orang pada tahun 2023.mereka merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menutup diri mereka dari dunia luar.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29933185. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

orang Badui · Badui · Baduy · Suku Badui

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Badui alias Sunda Badui (Bahasa Badui: Urang Kanékés, Urang Cibéo, atau kadang hanya sering disebut Badui, atau ditulis dalam ortografi latin bahasa Sunda sebagai Baduy) merupakan sekelompok masyarakat adat Sunda yang mendiami wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Populasi berjumlah 9.558 orang pada tahun 2023.mereka merupakan salah satu kelompok masyarakat yang menutup diri mereka dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk didokumentasikan, khususnya penduduk wilayah Badui Dalam.

Masyarakat Badui menolak istilah "wisata" atau "pariwisata" untuk mendeskripsikan kampung-kampung mereka. Sejak 2007, untuk mendeskripsikan wilayah mereka serta untuk menjaga kesakralan wilayah tersebut, masyarakat Badui memperkenalkan istilah "Saba Budaya Badui", yang bermakna "Silaturahmi Kebudayaan Badui".

Rujukan bagian ini · revisi 29933185

Etimologi#

Sebutan "Badui" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Badui dan Gunung Badui yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna, 1993).

Rujukan bagian ini · revisi 29933185

Wilayah#

Suku ini bermukim di wilayah di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Permukimannya terpusat di daerah aliran sungai Ci Ujung dan Cikanekes yang berlokasi di sekitar lereng Gunung Kendeng dengan jarak sekitar 65 km sebelah selatan Serang yang merupakan Ibu Kota Banten dan 172 km sebelah barat Jakarta. Secara geografis, desa ini terletak pada koordinat 6°27’27” – 6°30’0” lintang selatan dan 108°3’9” – 106°4’55” bujur timur dengan luas 5.101,85 hektar. Desa ini berada di ketinggian 300 – 600 m di atas permukaan laut (DPL) dengan topografi berbukit dan bergelombang dengan kemiringan tanah rata-rata mencapai 45%, yang merupakan tanah vulkanik (di bagian utara), tanah endapan (di bagian tengah), dan tanah campuran (di bagian selatan). Suhu rata-rata pada angka 20 °C.

Wilayah ini juga terbagi menjadi dua bagian dengan luas wilayah Baduy Dalam sebesar 2.749 hektare, sementara wilayah Baduy Luar sedikit lebih kecil, yaitu 2.387 hektare. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Lebak pada tahun 2017, jumlah penduduknya adalah 11.699 jiwa atau 3.413 keluarga. Namun, pada tahun 2023, jumlah itu telah menurun menjadi hanya 9.558 jiwa.

Rujukan bagian ini · revisi 29933185

Baduy Dalam#

Tiga permukiman utama Baduy Dalam adalah Cikeusik, Cikertawana, dan Cibeo. Area ini merupakan kawasan lindung yang ditetapkan oleh Peraturan Daerah Lebak Nomor 2 Tahun 2014. Wilayah ini memiliki topografi berbukit dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 325 meter di atas permukaan laut (dpl) di bagian utara hingga 900 meter dpl di bagian selatan, tempat titik tertinggi ditemukan. Secara geologi, area ini sebagian besar terbentuk dari endapan vulkanik kuarter, khususnya formasi Baduy dan Cimapag, bersama dengan batuan vulkanik dari Gunung Endut, tanah liat, dan tuf Citorek. Formasi-formasi ini membentuk Pegunungan Bayah, yang umumnya tersusun dari pasir, lanau, lumpur, dan sisa-sisa tanaman. Jenis tanah yang dominan adalah latosol.

Rujukan bagian ini · revisi 29933185

Sumber dan cakupan

Suku Badui

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q2357073 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550386247. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan