Komunitas budaya · Indonesia

orang Bakumpai

Suku Dayak Bakumpai (Belanda: Becompaijers/Bekoempaiers/Becompayer) adalah salah satu subetnis Dayak Ngaju yang beragama Islam. Suku Bakumpai terutama mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yaitu dari kota Marabahan, sampai kota Puruk Cahu, Murung Raya.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 28593711. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

orang Bakumpai · Bakumpai · Bakumpai people · Suku Dayak Bakumpai

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Dayak Bakumpai (Belanda: Becompaijers/Bekoempaiers/Becompayer) adalah salah satu subetnis Dayak Ngaju yang beragama Islam. Suku Bakumpai terutama mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yaitu dari kota Marabahan, sampai kota Puruk Cahu, Murung Raya. Secara administratif Suku Bakumpai merupakan suku baru yang muncul dalam sensus tahun 2000 dan merupakan 7,51% dari penduduk Kalimantan Tengah, tetapi akhirnya suku Bakumpai digabung ke dalam suku Dayak semenjak sensus BPS RI tahun 2010.

Suku Bakumpai berasal bagian hulu dari bekas Distrik Bakumpai sedangkan di bagian hilirnya adalah pemukiman orang Barangas/Baraki (bagian Distrik Banjarmasin). Sebelah utara (hulu) dari wilayah bekas Distrik Bakumpai adalah wilayah Distrik Mangkatip (Mengkatib) merupakan pemukiman suku Dayak Bara Dia atau Suku Dayak Mangkatip. Suku Bakumpai maupun suku Mangkatip merupakan keturunan suku Dayak Ngaju dari Tanah Dayak.

Rujukan bagian ini · revisi 28593711

Asal-usul dayak bakumpai#

Dahulu kala, sungai Barito dari Muara Pulau sampai ke sebelah hilir Ujung Panti itu tidak ada. Waktu itu sungai Barito yang ada hanya Muara Pulau terus ke hulu sana. Dari Muara Pulau itu kalau orang hendak ke Banjar atau orang Banjar hendak ke Barito terpaksa belok ke sungai Kahayan, yang hanya satu-satunya lalu lintas air Banjar – Barito.

Pada waktu itu hulu Sungai Barito sana ada sebuah kampung yang bernama Air Manitis, yang didiami oleh suku bangsa Dusun Biaju. Suku itu diperintah oleh seorang kepala suku yang mempunyai dua orang anak kembar kemanikan (laki-laki dan perempuan). Anak yang tua laki-lakai namanya Patih Bahandang Balau. Ia diberi nama demikian, karena rambutnya (balau) merah (bahandang) seperti rambut orang Belanda, sedangkan nama Patih itu bukan nama jabatan akan tetapi memang namanya. Anaknya yang kecil perempuan yang diberi nama Datu Sadurung Malan. Ia dinamakan demikian karena kelihatannya ia seperti memakai kerudung (tutup kepala) yang biasanya dipakai oleh perempuan yang sedang bertani (malan), sedangkan nama Datu bukan datu yang berarti orang tertua dari nenek, tetapi memang namanya demikian.

Rujukan bagian ini · revisi 28593711

Silsilah dayak bakumpai#

Menurut Tjilik Riwut, Suku Dayak Bakumpai merupakan suku kekeluargaan yang termasuk golongan suku (kecil) Dayak Ngaju. Suku Dayak Ngaju merupakan salah satu dari 4 suku kecil bagian dari suku besar (rumpun) yang juga dinamakan Dayak Ngaju (Ot Danum).

Mungkin adapula yang menamakan rumpun suku ini dengan nama rumpun Dayak Ot Danum. Penamaan ini juga dapat dipakai, sebab menurut Tjilik Riwut, suku Dayak Ngaju merupakan keturunan dari Dayak Ot Danum yang tinggal atau berasal dari hulu sungai-sungai yang terdapat di kawasan ini, tetapi sudah mengalami perubahan bahasa. Jadi suku Ot Danum merupakan induk suku, tetapi suku Dayak Ngaju merupakan suku yang dominan di kawasan ini.

Rujukan bagian ini · revisi 28593711

Agama/kepercayaan#

Pada masa sekarang, hampir seluruh masyarakat Dayak Bakumpai beragama Islam sedangkan yang beragama Kristen hampir tidak ada dan relatif sudah tidak tampak religi suku, seperti pada kebanyakan suku Dayak (Kaharingan) lainnya. Upacara adat yang berkaitan dengan sisa-sisa kepercayaan lama, yakni ritual "Badewa" dan "Manyanggar Lebu". Suku Bakumpai memeluk agama Islam diperkirakan pada akhir Abad ke-16 tepatnya pada tahun 1688 Masehi. Pengaruh ajaran Islam terlihat hampir di setiap aspek kehidupan masyarakat Bakumpai, seperti: sistem kemasyarakatan, kekerabatan, gaya hidup, bahkan dalam unsur kesenian. Daerah Marabahan, merupakan pusat kediaman suku Bakumpai, yang telah banyak menghasilkan ulama-ulama besar yang menyebarkan agama Islam sampai ke hulu Sungai Barito.

Rujukan bagian ini · revisi 28593711

Sumber dan cakupan

Suku Dayak Bakumpai

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q2138746 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548935359. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan