Komunitas budaya · Indonesia

orang Jepang di Indonesia

Orang Jepang Indonesia atau Jepindo adalah warga keturunan Jepang yang tinggal di Indonesia. Migrasi orang Jepang ke Indonesia baru terjadi dalam skala besar pada akhir abad ke-19, meskipun sudah ada kontak perdagangan secara terbatas antara Indonesia dan Jepang setidaknya sejak abad ke-17.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 30066779. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

orang Jepang di Indonesia · Japanese migration to Indonesia · Orang Jepang di Indonesia

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Orang Jepang Indonesia atau Jepindo adalah warga keturunan Jepang yang tinggal di Indonesia. Migrasi orang Jepang ke Indonesia baru terjadi dalam skala besar pada akhir abad ke-19, meskipun sudah ada kontak perdagangan secara terbatas antara Indonesia dan Jepang setidaknya sejak abad ke-17. Populasi ekspatriat Jepang di Indonesia cukup besar, kira-kira 19.717 orang hingga Oktober 2017. Selain itu, ada pula keturunan dari imigran Jepang yang tiba lebih awal di Indonesia. Jumlah warga keturunan Jepang yang hidup dan tinggal di Indonesia sejumlah sekitar 2.500 orang. Mereka tetap menjalin silaturahmi sesama komunitas keturunan Jepang dengan mendirikan Yayasan Warga Persahabatan. Keturunan mereka disebut Nikkei Indonesia

Rujukan bagian ini · revisi 30066779

Sejarah migrasi#

Salah seorang penduduk Indonesia keturunan Jepang adalah Saartje Specx, anak perempuan dari gubernur kolonial Belanda Jacques Specx yang menguasai Batavia (sekarang Jakarta) dari 1629 hingga 1632. Sejalan dengan makin bertambahnya orang Jepang di Hindia Belanda, Konsulat Jepang dibuka di Batavia pada 1909. Namun statistik penduduk pada beberapa tahun pertama dibukanya konsulat masih agak sembarangan. Laporan konsulat menunjukkan ada 782 migran Jepang yang terdaftar di Batavia pada tahun 1909 (dengan perkiraan ada 400 orang lainnya yang belum mendaftar), ditambah 278 orang (57 pria, 221 wanita) di Medan pada tahun 1910. Dimulai sejak akhir tahun 1920-an, nelayan dari Okinawa mulai menetap di Sulawesi Utara. Di Manado dibuka sebuah sekolah dasar Jepang yang pada tahun 1939 memiliki 18 murid. Secara keseluruhan telah ada 6.349 orang Jepang yang tinggal di Indonesia pada tahun 1938. Setelah berakhirnya pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945), kira-kira ada 3.000 prajurit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang memilih untuk tinggal di Indonesia dan bertempur bersama-sama rakyat setempat melawan tentara kolonial Belanda pada masa Perang Kemerdekaan.

Pada 1970-an, perusahaan Jepang terutama di sektor elektronik mulai mendirikan pabrik-pabrik di Indonesia. Perkembangan tersebut memicu terjadinya gelombang baru migrasi ekspatriat Jepang, terutama manajer dan staf teknik yang dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan besar Jepang. Pada akhir 1990-an juga terjadi arus migrasi sebaliknya dari Indonesia ke Jepang. Sebagian dari Nikkei Indonesia dari Sulawesi mulai bermigrasi ke Jepang untuk bekerja di bidang industri pengolahan makanan laut. , diperkirakan kira-kira ada 1.200 Nikkei Indonesia menetap di kota Ōarai, Ibaraki. Selain itu, ekspatriat Jepang di Indonesia mengalir keluar secara besar-besaran pada tahun 1998 akibat Kerusuhan Mei 1998 dan kekacauan politik yang menyertainya. Meskipun demikian, satu dekade berikutnya, komunitas ekspatriat Jepang masih menduduki peringkat kedua terbesar di Jakarta setelah orang orang Korea di Indonesia.

Rujukan bagian ini · revisi 30066779

Bisnis dan lapangan kerja#

Seperti halnya di negara-negara lain di Asia Tenggara zaman kolonial, komunitas Jepang di Hindia Belanda hingga Perang Dunia I sebagian besar bergerak di bidang bisnis prostitusi. Salah satu tempat yang masih menyisakan sejarah itu adalah daerah Kembang Jepun di Surabaya yang pada masa kolonial adalah kawasan prostitusi yang menawarkan perempuan Jepang. Pada tahun 1912, prostitusi ditetapkan sebagai pelanggaran hukum di Hindia Belanda. Namun banyak perempuan Jepang yang tampaknya waktu itu terus menjalankan profesi sebagai wanita penghibur secara diam-diam. Pada tahun 1930-an, fokus ekonomi komunitas Jepang di Hindia Belanda sebagian besar berubah ke bidang pertanian, industri perikanan, dan bisnis eceran menjual barang-barang impor dari Jepang. Ekspatriat Jepang yang datang berikutnya terutama adalah para penanam modal yang berhubungan dengan pabrik elektronik.

Rujukan bagian ini · revisi 30066779

Sumber dan cakupan

Orang Jepang di Indonesia

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q6158818 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2301463504. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan