
Nama dan identitas
orang Kangean · Kangeanese people · Kangean people · Kangeanese · Kangeans · Suku Kangean
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Kangean (Kangean: 'To Kangayan'; Reng Kangayan) adalah kelompok etnis atau suku bangsa pribumi yang berasal dari pulau Kangean, bertutur dalam bahasa Kangean, dan memiliki latar belakang sejarah dan kebudayaan yang sama. Sekitar 127.000 masyarat beretnis Kangean sebagian besar tinggal di Kepulauan Kangean yang berlokasi di area bagian utara Laut Bali.
Rujukan bagian ini · revisi 29313231Baca teks sumber bahasa Indonesia
Kangean (Kangean: ['To Kangayan'] Galat: {{Lang}}: text has malformed markup (bantuan); Reng Kangayan) adalah kelompok etnis atau suku bangsa pribumi yang berasal dari pulau Kangean, bertutur dalam bahasa Kangean, dan memiliki latar belakang sejarah dan kebudayaan yang sama. Sekitar 127.000 masyarat beretnis Kangean sebagian besar tinggal di Kepulauan Kangean yang berlokasi di area bagian utara Laut Bali.
Pangkak#
Tradisi Pangkak merupakan sebuah tradisi asli dari Kangean. Pangkak diserap dari kata aranggak atau aranggĕk dalam bahasa Kangean yang berarti "potong" atau "memotong", mengacu pada proses menuai padi dalam kegiatan panen. Pangkak adalah tradisi merayakan hasil panen. Pelaksanaan tradisi ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil bumi yang didapat masyarakat melalui pertanian. Masyarakat Kangean percaya bahwa upacara pangkak adalah bentuk spiritual murni dan sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas panen yang berhasil. Pangkak juga merujuk pada gaya nyanyian akapela yang dimainkan selama upacara panen pangkak. Pangkak juga kemudian digubah sebagai tradisi ritual dalam lamaran di kalangan masyarakat Kangean. Ini merupakan perpaduan ritual agrikultural dan siklus hidup yang masuk akal: perayaan kesuburan yang ditemukan dalam pangkak akan berlanjut untuk pernikahan yang sangat subur. Hubungan antara pangkak dan proses pertunangan ini ditegaskan dalam lirik lagu pangkak, yang berbunyi: "Tenangkan pikiranmu, bertunanganlah; calon pengantinmu akan datang ke rumahmu; Ketika kamu lihat dia, kamu akan menemukan semangatmu”.
Rujukan bagian ini · revisi 29313231Bahasa#
Bahasa Kangean adalah bahasa yang dituturkan oleh masyarakat etnis Kangean yang berasal dari pulau Kangean. Penutur bahasa Kangean berkonsentrasi di wilayah Kepulauan Kangean, yang secara geografis terletak di utara Bali dan baratlaut Lombok. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.
Rujukan bagian ini · revisi 29313231Agama dan Kepercayaan#
Mayoritas masyarakat suku Kangean modern merupakan Muslim (dengan mayoritas penganut Islam Sunni). Sebelum terbentuknya pengadopsian Hinduisme, Buddhisme, Konfusianisme maupun Islam secara umum, penduduk asli Nusantara memiliki kepercayaan kepada entitas kekuatan spiritual rohani yang tak terlihat yang dapat berupa energi baik maupun energi buruk. Masyarakat pribumi kuno juga memercayai bahwa nenek moyang yang telah meninggal tidak benar-benar lenyap atau hilang dari dunia, melainkan roh leluhur dapat bermetamorfosis dan memperoleh kuasa rohani seperti dewa (maupun dewi) dan tetap terlibat dalam urusan duniawi keturunan mereka. Itulah sebabnya pemujaan dan kekhidmatan untuk menghormati leluhur merupakan unsur penting dalam sistem kepercayaan kelompok-kelompok etnis pribumi di Indonesia, termasuk di antaranya yakni suku Kangean. Beberapa masyarakat suku Kangean masih melestarikan kepercayaan kuno ini dan juga mengasimilasikannya ke dalam agama yang kini umum dianut di Kangean (utamanya Islam), yang menghasilkan kepercayaan baru yang dikenal sebagai Islam Nusantara.
Rujukan bagian ini · revisi 29313231Baca teks sumber bahasa Indonesia
Mayoritas masyarakat suku Kangean modern merupakan Muslim (dengan mayoritas penganut Islam Sunni). Sebelum terbentuknya pengadopsian Hinduisme, Buddhisme, Konfusianisme maupun Islam secara umum, penduduk asli Nusantara memiliki kepercayaan kepada entitas kekuatan spiritual rohani yang tak terlihat yang dapat berupa energi baik maupun energi buruk. Masyarakat pribumi kuno juga memercayai bahwa nenek moyang yang telah meninggal tidak benar-benar lenyap atau hilang dari dunia, melainkan roh leluhur dapat bermetamorfosis dan memperoleh kuasa rohani seperti dewa (maupun dewi) dan tetap terlibat dalam urusan duniawi keturunan mereka. Itulah sebabnya pemujaan dan kekhidmatan untuk menghormati leluhur merupakan unsur penting dalam sistem kepercayaan kelompok-kelompok etnis pribumi di Indonesia, termasuk diantaranya yakni suku Kangean. Beberapa masyarakat suku Kangean masih melestarikan kepercayaan kuno ini dan juga mengasimilasikannya ke dalam agama yang kini umum dianut di Kangean (utamanya Islam), yang menghasilkan kepercayaan baru yang dikenal sebagai Islam Nusantara.
Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan. Pesan galat tampilan dan sisa penanda format dibersihkan; teks asal dipertahankan untuk pemeriksaan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q104906220 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2502141628. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan