Komunitas budaya · Belum dipetakan

Orang Malto

Orang Malto atau Malar, juga dikenal sebagai Pahariya, adalah suku Dravida dari Perbukitan Rajmahal di Dataran Tinggi Chota Nagpur di timur India. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok: Paharia Mal, Paharia Sauria, dan Paharia Kumarbhag.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 26021897. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Orang Malto · Pahariya · Malto people

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Orang Malto atau Malar, juga dikenal sebagai Pahariya, adalah suku Dravida dari Perbukitan Rajmahal di Dataran Tinggi Chota Nagpur di timur India. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok: Paharia Mal, Paharia Sauria, dan Paharia Kumarbhag. Mereka berbicara bahasa Malto, yang berkerabat dengan bahasa Kurukh yang digunakan suku tetangganya.

Suku Malto masih hidup nomaden, ketika Inggris pertama kali bertemu mereka. Mereka mempraktikkan kegiatan jhum (ladang berpindah), serta berburu dan meramu, dan sering juga menyerang kawasan Bihar dan Benggala, lalu kabur kembali ke hutan. Jika terjadi gagal panen, kematian atau bencana lainnya, mereka akan pindah ke tempat baru. Karena terpencilnya daerah mereka, suku Malto tidak pernah ditaklukkan oleh berbagai kerajaan yang mengklaim wilayahnya. Ketika Inggris menempatkan suku Santhal di Perbukitan Rajmahal, suku Malto berusaha melawan, meski akhirnya gagal.

Populasi gabungan Paharia Mal dan Paharia Kumarbhag sebesar 182.560, sedangkan kelompok Paharia Sauria memiliki populasi 51.634, sehingga total populasi Malto sebanyak 234.194 jiwa.

Saat ini, mereka masih mempraktikkan aktivitas peladangan yang disebut kurwa dalam bahasa mereka, sembari mengumpulkan hasil hutan. Mereka dilanda banyak masalah, termasuk tingkat kemiskinan yang tinggi dan gizi buruk yang serius. Untuk alasan ini, mereka digolongkan sebagai Kelompok Suku Yang Sangat Rentan. Namun, beberapa orang Malto kini mulai tinggal menetap.

Di kalangan Paharia Sauria, upacara perkawinan tradisional mereka disebut bedi, yang berlangsung di sebuah rumah. Masyarakat mereka tidak memiliki batasan pada hubungan seksual pranikah, dan anak-anak yang lahir di luar nikah masih dapat tinggal bersama ibunya. Jenis pernikahan lainnya adalah berupa kawin lari.

Orang Malto mempraktikkan animisme dan memuja alam roh yang dikenal sebagai Gosain. Dewa utama Malto adalah Dharmer Gosain, dewa matahari, sedangkan pendeta mereka dikenal sebagai demano.

Secara tradisional, pria Malto mengenakan cawat kecil, yang dikenal sebagai bhagwan, sedangkan wanita mengenakan dua pakaian: panchi, pakaian atas, berupa kain yang tidak dililitkan, dan pardhan, kain di sekitar pinggang.

Rujukan bagian ini · revisi 26021897

Sumber dan cakupan

Orang Malto

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2024 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q16963452 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2474784572. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan