
Nama dan identitas
orang Minangkabau · Minangkabau · Minang · orang Minang · Minangkabau people · Minang people · Minangkabaw · Minangkabaw people · Menangkabau · Menangkabau people · Menangkabaw · Menangkabaw people · Orang Minangkabau
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Minangkabau (disingkat Minang) (Jawi: ميناڠكاباو) merupakan kelompok etnik di Indonesia bagian dari rumpun Austronesia yang berasal dari Dataran Tinggi Minangkabau, Sumatera Barat. Saat ini, persebaran etnik Minangkabau meliputi seluruh daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, pantai barat daya Aceh dan Negeri Sembilan di Malaysia. Minangkabau merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dan identitas agama Islam. Dalam percakapan awam, orang Minang sering kali disamakan sebagai orang Padang. Hal ini merujuk pada nama ibu kota provinsi Sumatera Barat, yaitu kota Padang. Namun, mereka biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan Urang Awak. Awak itu sendiri berarti saya, aku atau kita dalam percakapan keseharian orang Minang. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Urang Awak itu adalah orang Minang itu sendiri.
Menurut A.A. Navis, Minangkabau lebih merujuk kepada kultur etnis yang tumbuh dan besar karena sistem monarki serta menganut sistem adat yang dicirikan dengan sistem kekeluargaan melalui jalur perempuan atau matrilineal, walaupun budayanya sangat kuat diwarnai ajaran agama Islam. Thomas Stamford Raffles, setelah melakukan ekspedisi ke pedalaman Minangkabau tempat kedudukan Kerajaan Pagaruyung, menyatakan bahwa Minangkabau ialah sumber kekuatan dan asal bangsa Melayu, yang kelak penduduknya tersebar luas di Kepulauan Timur.
Rujukan bagian ini · revisi 30007435Etimologi#
Nama Minangkabau diyakini berasal dari dua kata, yaitu minang dan kabau. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda yang dikenal di dalam tambo. Dari tambo tersebut, konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing yang datang dari laut dan akan melakukan penaklukkan. Untuk mencegah pertempuran, masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif, sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang masih menyusu lalu dikarantinakan serta dipuasakan beberapa hari sebelum pertempuan. Dalam pertempuran, anak kerbau dipasangkan tanduk runcing besi yang bernama Minang. Anak kerbau yang masih menyusui tersebut menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai nama Minangkabau, yang berasal dari ucapan "Manang kabau" (menang kerbau). Kisah tambo ini juga dijumpai dalam Hikayat Raja-raja Pasai, yang menyebut kerajaan asing ini sebagai Majapahit.
Namun, berdasarkan pemaparan dari Sutan Muhammad Taufiq Thaib, S.H. bergelar Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Pagaruyung - Tuanku Mudo Mahkota Alam yang juga sebagai raja Pagaruyung secara simbolis sebelumnya, yang merupakan tokoh generasi keempat keturunan raja Pagaruyung yang terakhir berdaulat yaitu Sultan Alam Bagagarsyah, disebutkan bahwa kata 'Minangkabau' berasal dari kata Bahasa Arab yaitu Mu'minan Kanabawiyah. Dengan demikian, Minangkabau diidentikkan dengan Islam, tetapi bukan berarti Minangkabau baru ada setelah Islam masuk ke Ranah Minang yang diketahui datang dari arah Pariaman di pesisir barat Sumatra (yang secara luas bermaksud Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman) sebagaimana pepatah Minang yaitu "Syarak mandaki, adaik manurun" dan juga dari arah Siak di pesisir timur Sumatra sebagaimana adanya istilah "orang Siak" untuk orang yang lebih dalam ilmu agamanya. Nama 'Minangkabau' baru ada jauh kemudian setelah sekian lamanya telah terbentuk peradaban Minangkabau yang berawal dari Luhak Nan Tigo yang kemudian di sana muncul Kerajaan Pasumayan Koto Batu yang diketahui sebagai kerajaan yang pertama ada di sepanjang riwayat sejarah Minangkabau dengan rajanya yang bergelar Sri Maharajo Dirajo.
Rujukan bagian ini · revisi 30007435Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q1130350 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2548612580. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan