Komunitas budaya · Belum dipetakan

orang Osing

Suku Osing, juga disebut sebagai Laros (akronim dari Lare Osing) atau Wong Blambangan, terkadang diucapkan Jawa Osing adalah sub-etnis Jawa yang berasal dari wilayah paling timur pulau Jawa (terutama di Banyuwangi), Jawa Timur. Mereka adalah penduduk asli Banyuwangi dan merupakan keturunan Kerajaan Blambangan.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29015363. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

orang Osing · Osings · Osing people · Ousing · Ousings · Ousing people · Using · Usings · Using people · Osing · Suku Osing

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Osing, juga disebut sebagai Laros (akronim dari Lare Osing) atau Wong Blambangan, terkadang diucapkan Jawa Osing adalah sub-etnis Jawa yang berasal dari wilayah paling timur pulau Jawa (terutama di Banyuwangi), Jawa Timur. Mereka adalah penduduk asli Banyuwangi dan merupakan keturunan Kerajaan Blambangan. Orang Osing terutama mendiami bagian utara dan tengah Kabupaten Banyuwangi.

Orang Osing menggunakan bahasa Osing yang masih termasuk dialek dari bahasa Jawa. Walaupun termasuk sub-etnis Jawa, kebudayaan Osing berbeda dengan suku Jawa pada umumnya karena banyaknya pengaruh budaya dari suku Bali. Kata Osing sendiri berasal dari bahasa Bali tusing yang artinya tidak.

Rujukan bagian ini · revisi 29015363

Bahasa#

Suku Osing bertutur bahasa Osing yang merupakan turunan dari bahasa Jawa Pertengahan. Bahasa Osing masih termasuk varian dari bahasa Jawa modern yang terpisah agak jauh dengan dialek Jawa lainnya dan masih banyak menggunakan kosakata dari bahasa bahasa Jawa Pertengahan versi awal, selain itu bahasa Osing menggunakan diftongisasi khusus (perubahan vokal i menjadi ai dan vokal u menjadi au) yang tidak ditemui di dialek Jawa manapun. Selain itu, terdapat juga pengaruh bahasa Bali, seperti kata sing (tidak) dan bojog (monyet).

Rujukan bagian ini · revisi 29015363

Kepercayaan#

Pada awal terbentuknya masyarakat Osing kepercayaan utama suku Osing adalah Hindu-Buddha seperti halnya Majapahit. Namun berkembangnya kerajaan Islam di Pantura menyebabkan agama Islam dengan cepat menyebar di kalangan suku Osing. Berkembangnya Islam dan masuknya pengaruh luar lain di dalam masyarakat Osing juga dipengaruhi oleh usaha VOC dalam menguasai daerah Blambangan. Masyarakat Osing mempunyai tradisi puputan, seperti halnya masyarakat Bali. Puputan adalah perang terakhir hingga darah penghabisan sebagai usaha terakhir mempertahankan diri terhadap serangan musuh yang lebih besar dan kuat. Tradisi ini pernah menyulut peperangan besar yang disebut Puputan Bayu pada tahun 1771 M.

Rujukan bagian ini · revisi 29015363

Demografi#

Suku Osing menempati beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi bagian Utara, tengah dan bagian timur, mayoritas berada di Kecamatan Songgon, Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Singojuruh, Kecamatan Kabat, Kecamatan Licin, Kecamatan Giri, Kecamatan Glagah dan sebagian berada di Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Blimbingsari, Kecamatan Genteng, Kecamatan Muncar, Kecamatan Kalipuro dan Kecamatan Sempu yang berbaur dengan komunitas suku yang lain seperti Suku Madura & Suku Bali. Ada juga sekelompok kecil yang berada di Kecamatan Srono, Kecamatan Cluring dan Kecamatan Gambiran yang berbaur dengan orang Jawa Mataraman.

Suku Osing dianggap sebagai penduduk asli di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Anggapan ini oleh beberapa kalangan dan hasil penelitian. Suku Osing sendiri menyebut Kabupaten Banyuwangi sebagai Tanah Blambangan, sebuah wilayah di ujung paling timur pulau Jawa. Suku ini menyebar di desa-desa pertanian subur di bagian tengah dan timur Banyuwangi yang secara administratif meliputi wilayah yang berada di Kecamatan Rogojampi, Kabat, Licin, Sempu, Singojuruh, Songgon, Cluring, Srono, Banyuwangi mereka telah bercampur dengan penduduk non-Osing, yang terdiri dari migran asal Madura, Bali, Jawa Timur bagian barat dan Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta. Orang Osing menyebut mereka dengan sebutan "Wong Osing" dengan "Tanah Blambangan".

Rujukan bagian ini · revisi 29015363

Sumber dan cakupan

Suku Osing

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q240510 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2522369163. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan