Komunitas budaya · Belum dipetakan

Orang Turki di Jerman

Orang Turki di Jerman adalah sekelompok orang Turki yang bermukim di Jerman sebagai pekerja tamu (guest workers) akibat dari kebijakan ‘open door for migrants’ yang digalakan oleh pemerintah Jerman sejak Perang Dunia II selesai. Kebijakan tersebut ternyata juga terjadi saat ini, ketika kanselir Angela Merkel berkuasa.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 28946097. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Orang Turki di Jerman · Turco-Germans · German Turks · Turks of Germany · Turks in Germany

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Orang Turki di Jerman adalah sekelompok orang Turki yang bermukim di Jerman sebagai pekerja tamu (guest workers) akibat dari kebijakan ‘open door for migrants’ yang digalakan oleh pemerintah Jerman sejak Perang Dunia II selesai. Kebijakan tersebut ternyata juga terjadi saat ini, ketika kanselir Angela Merkel berkuasa. Terhitung, sudah ada 964.574 pencari suaka di Jerman di awal tahun 2015. Jumlah imigran Turki di Jerman sendiri terhitung mencapai 3 juta orang atau sekitar 3,7% dari total jumlah penduduk Jerman. Mereka merupakan orang Turki asli yang direkrut sebagai guest workers dan kemudian hidup menetap di Jerman secara turun-temurun. Perkembangan kelompok itu di Jerman bahkan telah mencapai tiga generasi. Jika dibandingkan dengan jumlah imigran lain, imigran Turki memang terhitung paling banyak jumlahnya.

Rujukan bagian ini · revisi 28946097

Sejarah#

Sejak 1955, Jerman Barat telah merekrut banyak guest workers atau pekerja tamu dari berbagai negara. Istilah guest workers mereka sebut sebagai gastarbeiter. Memburuknya perekonomian Jerman yang disebabkan oleh banyaknya kerugian yang mereka alami akibat kekalahannya dalam Perang Dunia II menyebabkan Jerman merekrut banyak pekerja asing. Jerman berkeyakinan bahwa perekonomian mereka tidak akan membaik apabila tidak memiliki sumber daya manusia yang baik pula. Akhirnya, Jerman membuat perjanjian dengan beberapa negara yang dikenal dengan perjanjian “Agreement on the Recuritment and Placement of Workers”. Perjanjian tersebut disepakati oleh beberapa negara seperti Yunani dan Spanyol (1960), Italia (1955), Turki (1961), Morocco (1963), Portugal (1964), Tunisia (1965), serta Yoguslavia (1968). Ribuan pekerja asing dari negara-negara tersebut direkrut untuk bekerja di pabrik maupun industri-industri di Jerman. Konsep awal dari perjanjian tersebut semula hanya bertujuan untuk membiarkan pekerja tamu itu tinggal selama satu atau dua tahun, kemudian memulangkan mereka ke negaranya.

Semula, pemerintah Jerman benar-benar berniat untuk memulangkan mereka ke negara asalnya, terutama ketika terjadi krisis minyak di Arab pada tahun 1973. Namun demikian, perusahaan yang terkait tidak ingin memulangkan pekerja yang telah susah payah mereka latih. Begitu pula dengan para pekerja, mereka khawatir tidak akan bisa kembali ke Jerman apabila pulang ke nagara asalnya. Sesuatu yang terjadi justru keluarga di negara asal mereka datang ke Jerman untuk menengok keadaan para pekerja asing. Para tamu yang semula hanya singgah sementara, dalam perkembangannya justru tinggal bersama secara permanen meskipun tidak ada dukungan infrastruktur dan sosial politik yang jelas dari pemerintah Jerman.

Rujukan bagian ini · revisi 28946097

Imigran Turki di Freiburg#

Freiburg im Breisgau adalah sebuah kota kecil di bagian selatan Provinsi Baden-Württemberg, Jerman. Kota ini lumayan terkenal karena memiliki daya tarik dalam bidang pendidikan dan pariwisata. Perlu diketahui, salah satu universitas tertua di Jerman, Albert-Ludwig University juga terdapat di kota ini.

Jumlah poluasi orang Turki di Freiburg juga terhitung tinggi. Kota kecil itu memiliki luas 153.06 km2 dengan jumlah penduduk 220.000 jiwa. Di antara jumlah itu, sebanyak 2.078 di antaranya merupakan migran Turki. Jumlah mereka sebenarnya masih kalah banyak dibandingkan dengan jumlah imigran Italia yang mencapai 3.229 jiwa. Namun demikian, imigran Turki di Freiburg menghadapi tantangan yang sangat berat, terutama terkait persoalan identitas yang menghantui Jerman dalam kurun waktu sebelumnya. Orang Turki dipandang sebagai minoritas dan marginal, sebab mereka dinilai bukan berasal dari Eropa. Lain ceritanya dengan orang Italia yang meskipun sama-sama pendatang, tetapi tidak diklaim sebagai kelompok marginal. setiap tahun sangat populer di sana. Festival itu diselenggarakan oleh Islamic Center. Selain Islamic Center, festival kebudayaan Jerman-Turki yang disebut Academic Platform Freiburg (FAP) juga lumayan populer. Kedua festival tersebut biasanya digelar di tempat yang sama, tetapi tidak memiliki keterkaitan satu sama lain.

Rujukan bagian ini · revisi 28946097

Sumber dan cakupan

Orang Turki di Jerman

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q704608 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2546791694. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan