Komunitas budaya · Belum dipetakan

Pakistan Indonesia

Pakistan Indonesia (Gujarati: ઇન્ડોનેશિયામાં પાકિસ્તાની; Urdu: انڈونیشیا میں پاکستانی) adalah penduduk Indonesia yang merupakan keturunan etnis Pakistan yang menetap di Indonesia dan/atau etnis Pakistan asli yang telah menikah dengan penduduk Pribumi Indonesia sehingga mempunyai keturunan Pakistan Indonesia. Etnis ini berbeda dengan etnis India Indonesia.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29017109. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Pakistan Indonesia · Pakistanis in Indonesia

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Pakistan Indonesia (Gujarati: ઇન્ડોનેશિયામાં પાકિસ્તાની; Urdu: انڈونیشیا میں پاکستانی) adalah penduduk Indonesia yang merupakan keturunan etnis Pakistan yang menetap di Indonesia dan/atau etnis Pakistan asli yang telah menikah dengan penduduk Pribumi Indonesia sehingga mempunyai keturunan Pakistan Indonesia. Etnis ini berbeda dengan etnis India Indonesia. Pakistan Indonesia biasa dikenal dengan sebutan Khoja, Koja, Kujo, dan Tambol. Orang Koja umumnya berasal dari daerah Cutch, Kathiawar, dan Gujarat, India yang beragama Islam tetapi mereka lebih memilih Pakistan daripada India karena faktor agama. Mereka berasal dari kasta Ksatria . Pada mulanya orang Pakistan pergi ke Indonesia untuk keperluan berdagang dan menyebarkan agama Islam, tetapi lama-kelamaan justru betah dan memilih tinggal dan berkeluarga di Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, mereka dianggap sebagai orang Moor bersama dengan Arab Indonesia dan India Indonesia. Namun seperti etnis Tionghoa, Arab, dan India, tidaklah sedikit orang Pakistan Indonesia yang berjuang membantu kemerdekaan Indonesia.

Rujukan bagian ini · revisi 29017109

Sejarah Kedatangan#

Masa ini adalah masa kedatangan para datuk dari Walisongo yang dipelopori oleh keluarga besar Syekh Jamaluddin Akbar dari Gujarat, Ia besama putra-putra berdakwah jauh ke seluruh pelosok Asia Tenggara hingga Nusantara dengan strategi utama menyebarluaskan Islam melalui pernikahan dengan penduduk setempat utamanya dari kalangan istana-istana Hindu. Pada tahun 1877 pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara mulai dibangun secara modern, selanjutnya KPM (Koninklijke Paketvaart Maatschappij), sebuah perusahaan pelayaran Belanda dioperasikan tahun 1888 dengan rute Eropa–Hindia Belanda, sehingga memungkinkan orang-orang dari India, Pakistan, Arab Yaman atau Arab Mesir, melakukan migrasi ke Nusantara secara berangsur-angsur mulai tahun 1870 hingga setelah tahun 1888. Gelombang kedatangan suku Pakistan dengan berbondong-bondong ke Nusantara sekitar tahun 1880-an. Tidak seperti Syeh Jamaluddin Akbar dengan strategi menyebarkan agama Islam dengan menikahi penduduk setempat, pada abad ini strategi menyebarkan Islam sambil berdagang di Nusantara. Kaum pendatang ini tidak banyak melakukan kawin campur dengan penduduk pribumi-Nusantara, tetapi sebagian juga melakukan kawin campur dengan penduduk pribumi-Nusantara.

Rujukan bagian ini · revisi 29017109

Perkembangan di Indonesia#

Komunitas warga Pakistan-Indonesia kebanyakan bermukim di kota Semarang Jawa Tengah. Pada awalnya terkonsentrasi di kawasan Pekojan dan Petolongan, tetapi kini juga tersebar di kawasan sekitar Jl. Mt. Haryono (Mataram) bagian utara kota Semarang, yakni di Jeruk Kingkit, Bonarum, Wotprau, Suburan, Pandean, Progo, Pemali, dan Pesanggrahan. Saat ini etnis Koja sudah banyak yang menyebar kedaerah lain di Indonesia contohnya Jakarta, Solo, Surabaya, Kalimantan bahkan sampai Papua. Mereka memiliki tradisi tersendiri setiap Lebaran, hari-hari besar Islam, dan pernikahan. Karena kedatangan etnis Pakistan-Indonesia pada awalnya sebagai pedagang, maka mereka meneruskan pekerjaan dan keahliannya tersebut untuk berdagang sampai sekarang. Perdagangann yang mereka geluti adalah di bidang optik, konveksi (kain), arloji, electrik, dan rempah-rempah. Hal ini bisa ditemukan di daerah sekitar jalan MT. Haryono dan Kawasan Perdagangan Johar. Perdagangan tersebut mereka wariskan secara turun temurun kepada anak-anaknya, hal ini bertujuan agar usaha yang mereka miliki tetap berjalan.

Rujukan bagian ini · revisi 29017109
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Komunitas warga Pakistan-Indonesia kebanyakan bermukim di kota Semarang Jawa Tengah. Pada awalnya terkonsentrasi di kawasan Pekojan dan Petolongan, tetapi kini juga tersebar di kawasan sekitar Jl. Mt. Haryono (Mataram) bagian utara kota Semarang, yakni di Jeruk Kingkit, Bonarum, Wotprau, Suburan, Pandean, Progo, Pemali, dan Pesanggrahan. Saat ini etnis Koja sudah banyak yang menyebar kedaerah lain di Indonesia contohnya Jakarta, Solo, Surabaya, Kalimantan bahkan sampai Papua. Mereka memiliki tradisi tersendiri setiap Lebaran, hari-hari besar Islam, dan pernikahan. Karena kedatangan etnis Pakistan-Indonesia pada awalnya sebagai pedagang, maka mereka meneruskan pekerjaan dan keahliannya tersebut untuk berdagang sampai sekarang. Perdagangann yang mereka geluti adalah di bidang optik, konveksi (kain), arloji, electrik, dan rempah-rempah. Hal ini bisa di temukan di daerah sekitar jalan MT. Haryono dan Kawasan Perdagangan Johar. Perdagangan tersebut mereka wariskan secara turun temurun kepada anak-anaknya, hal ini bertujuan agar usaha yang mereka miliki tetap berjalan.

Pola Perkawinan#

Dulu, orang-orang Koja yang ada di daerah Semarang ketika masih ada keturunan asli atau pendatang Pakistan yang kemudian menetap di daerah persinggahan melakukan perkawinan dengan orang yang masih sama keturunan Pakistan juga. Hal ini disebabkan orang-orang Koja tersebut sangat menghargai nilai-nilai kekeluargaan tradisional yang sangat kuat. Maka dari itu, kebanyakan orang Koja zaman dulu banyak yang dijodohkan oleh orang yang dituakan dengan persetujuan dari mempelai pria dan mempelai wanita. Namun, pada perkembangan yang sekarang, masyarakat Koja sudah ada yang melakukan perkawinan campuran dengan orang-orang di luar orang Koja.

Rujukan bagian ini · revisi 29017109

Sumber dan cakupan

Pakistan Indonesia

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q7125939 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2206628022. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan