Pertunjukan dan permainan · Belum dipetakan

Pop melankolis

Pop melankolis, juga dikenal sebagai pop manis dan secara peyoratif disebut pop cengeng atau lagu cengeng, adalah subgenre dari pop Indo yang berasal pada tahun 1960-an dan mencapai puncak popularitasnya pada tahun 1980-an, ditandai dengan tempo lambat, tema sentimental, serta pengaruh dari pop tradisional Amerika tahun 1950-an, dengan progresi akor yang sederhana. Subgenre ini sempat dilarang untuk disiarkan di…

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29386358. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Pertunjukan dan permainan · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Pop melankolis · pop manis · pop cengeng · lagu cengeng · pop melankolis

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Pop melankolis, juga dikenal sebagai pop manis dan secara peyoratif disebut pop cengeng atau lagu cengeng, adalah subgenre dari pop Indo yang berasal pada tahun 1960-an dan mencapai puncak popularitasnya pada tahun 1980-an, ditandai dengan tempo lambat, tema sentimental, serta pengaruh dari pop tradisional Amerika tahun 1950-an, dengan progresi akor yang sederhana. Subgenre ini sempat dilarang untuk disiarkan di TVRI pada tahun 1988 oleh Harmoko, Menteri Penerangan Indonesia saat itu.

Rujukan bagian ini · revisi 29386358

Definisi#

Istilah "pop melankolis" diciptakan oleh penulis lagu Indonesia Rinto Harahap untuk mendeskripsikan gaya musiknya, yang oleh Harmoko disebut sebagai "cengeng" (merengek atau mendayu-dayu). Genre ini juga dikenal sebagai "pop manis".

Musik Pop melankolis ditandai dengan progresi akor sederhana yang mengacu pada pop tradisional Amerika dari era 1950–1960-an, sebagaimana terdengar dalam lagu seperti "Unchained Melody", yang mengikuti progresi C mayor – A minor – F mayor – G mayor, kadang-kadang dengan variasi tambahan seperti E minor atau D minor. Struktur ini memberikan pop melankolis nuansa sentimental dan melankolis yang khas, membuat lagu-lagu dalam genre ini mudah dikenali berkat suasananya yang emosional dan menyentuh. Instrumen yang digunakan meliputi gitar, keyboard, dan drum, serta sering kali disertai dengan penggunaan synthesizer, terutama pada era 1980-an.

Rujukan bagian ini · revisi 29386358

Asal-usul musik#

Asal-usul Pop melankolis dapat ditelusuri hingga balada country tahun 1963 berjudul "Patah Hati" yang dibawakan oleh Rachmat Kartolo, yang meraih popularitas setelah Sukarno melarang musik rock and roll yang ia juluki "ngak-ngik-ngok". Menurut kritikus musik Remy Sylado, dalam tulisannya tahun 1977, lagu ini bersama karya-karya Kartolo lainnya menjadi tonggak perubahan monumental dalam musik pop Indonesia, yang kemudian dikenal dengan ciri khas "menangis dan meratap karena patah hati". Banyak penulis lagu dan komposer yang kemudian berpengaruh besar terhadap genre ini berasal dari band-band tersebut, seperti Rinto Harahap (anggota band The Mercy's), Pance Pondaag (anggota band Peace), dan Deddy Dores. Penyanyi pop lainnya pun kemudian mulai merilis lagu-lagu sentimental serupa, seperti Broery Pesulima dan Titiek Puspa.

Rujukan bagian ini · revisi 29386358

Lolypop dan JK Records#

Sosok kunci dalam subgenre ini adalah Rinto Harahap dari The Mercy's. Rinto telah menggubah lebih dari 500 lagu sepanjang hidupnya, sebagian besar bergenre ini. Setelah The Mercy's bubar, Rinto bersama saudaranya, Erwin Harahap, mendirikan label rekaman Lolypop. Label ini berperan penting dalam meluncurkan karier sejumlah artis yang identik dengan Pop melankolis, termasuk Diana Nasution, Rita Butar Butar, dan Betharia Sonatha. Iis Sugianto, seorang penyanyi dari subgenre Pop kreatif di bawah label Jackson Record's, sempat didekati oleh Rinto. Sugianto kemudian merilis album ketiganya pada tahun 1979 di bawah Lolypop, dengan lagu "Jangan Sakiti Hatinya" yang menjadi hit besar, menandai kebangkitan Pop melankolis pada era 1980-an. Label ini turut meluncurkan karier berbagai artis lainnya yang juga terkait dengan subgenre ini, termasuk Dian Piesesha, Meriam Bellina, dan Chintami Atmanagara.

Rujukan bagian ini · revisi 29386358

Sumber dan cakupan

Pop melankolis

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q133189813 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2401873549. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan