Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.
Nama dan identitas
Suku Kedayan · Kedayan
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Suku Kedayan/Kadayan adalah salah satu dari tujuh suku bangsa asli Brunei. Suku Kedayan sering juga disebut Melayu Kedayan karena secara linguistik termasuk dalam rumpun bahasa Melayu Lokal. Sebagian suku Kedayan bermigrasi ke Sarawak dan Sabah. Orang Kedayan berpenduduk sekitar 240.000 jiwa.
Bahasa Kedayan dianggap sebagai salah satu dialek dalam Bahasa Melayu Brunei. Kata Kedayan memiliki arti "Orang Pedalaman" atau "Orang Darat". Nama lama kepala suku dusun di Brunei juga disebut Kedayan atau Sang Kedayan. Sang Kedayan merupakan kata yang digunakan untuk membedakan "Orang Laut" (pesisir) dan Darat (Kedayan). Kedayan Islam/Kedayan Melayu diduga berkerabat dengan Kan(d)ayan Dayak dari Kalimantan Barat yang menyebar hingga ke pesisir utara Kalimantan sampai di Sipitang, Sabah. Sementara itu, suku Banjar dari Kalimantan Selatan menyebar hingga ke utara Kalimantan sampai ke Keningau, yaitu Kampung Banjar Keningau, yang berada di pedalaman Sabah di tengah-tengah suku suku Dusun dan suku Murut (Tempelan kata Dayak pada suku Dusun dan suku Murut tidak berlaku di wilayah Sabah.
Rujukan bagian ini · revisi 30019177Asal-Usul Suku Kedayan Di Brunei Darussalam#
Menurut penelitian Kedayan merupakan bangsa campuran dari Jawa Ponorogo dan Masyarakat Dayak Brunei yang mana peristiwa Sultan Brunei Ke 5 yaitu Sultan Bolkiah (1473-1521) yang rajin singgah di tanah nusantara seperti di Jawa, Sumatra, dan termasuk pula singgah ke tanah Filipina. Di tanah Jawa Baginda sering mengamati aktivitas orang Jawa yang rajin bercocok tanam dan bertani, masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat agraris, oleh karena hasil pertanian mereka yang berhasil, maka baginda menawarkan mereka untuk menetap di Brunei. Setelah di Brunei dari hasil kegiatan pertanian yang sukses, maka Baginda memberikan mereka banyak hadiah. Ikatan pertalian dan persaudaraan dengan orang Jawa asal Ponorogo melalui perkawinan campur dengan Masyarakat Melayu Brunei, sehingga pada masa kini puak kedayan banyak menetap di Daerah Temburong, Tutong, Belait, dan Muara (Jerudong). Dan kemudian berpindah-pindah ada yang menetap di Sabah dan di Serawak.
Jauh sebelumnya, Fa Hsien seorang Biksu Buddha dari Tiongkok singgah di Java-Dwipa dan tinggal di sana selama lima bulan [perlu diingat bahwa pada masa lalu] , Borneo (Kalimantan) disebut sebagai Jawa Besar dan pulau Jawa disebut Jawa Kecil. Juga disebut sebagai Varuna Dvipa dan Java Dvipa.
Rujukan bagian ini · revisi 30019177Pakaian Kedayan#
Pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Kedayan berwarna hitam dengan tepi warna merah, warna ini merupakan pengaruh yang kuat dari Penadon pakaian adat Ponorogo yang merupakan leluhur suku kedayan. Kala itu petani Ponorogo dibawa oleh sultan Bolkiah V sebagai petani pilihan terbaik untuk mengajarkan teknik bertani di Brunei.
Rujukan bagian ini · revisi 30019177Kamus Bahasa Kedayan (kxd-ked)#
Di sini jelas bahawa Bahasa Kadayan seperti mana bahasa Asia Tenggara lainnya ada "Kelainan daripada bahasa Melayu" artinya bahasa Kadayan memiliki perbedaan dengan bahasa Melayu dari semenanjung yang juga memiliki beratus-ratus dialek yang berbeza-beza. Ini karena memang jelas bahwa Kadayan yang miskin dengan kepelbagaian tidak sepertimana kepelbagaian dialek Melayu di semenanjung. Sebagai misal, dalam bahasa melayu yang kaya dialek ini perkataan bodoh sahaja terdiri dari beratus-ratus perkataan seperti pahaloy, bahaloi, balul, paluy, poloi, bangang, bahlul, bingung, gubluk , goblok dan lain-lain tetapi dalam kedayan hanya ada satu iaitu palui sahaja. kedayan adalah bangsa terasing tidak seperti bangsa agung lain yang banyak suku kaumnya seperti cina atau Tamil.
Rujukan bagian ini · revisi 30019177Baca teks sumber bahasa Indonesia
Di sini jelas bahawa Bahasa Kadayan seperti mana bahasa Asia Tenggara lainnya ada "Kelainan daripada bahasa Melayu" artinya bahasa Kadayan memiliki perbedaan dengan bahasa Melayu dari semenanjung yang juga memiliki beratus-ratus dialek yang berbeza-beza. Ini karena memang jelas bahwa Kadayan yang miskin dengan kepelbagaian tidak sepertimana kepelbagaian dialek Melayu di semenanjung. Sebagai misal,dalam bahasa melayu yang kaya dialek ini perkataan bodoh sahaja terdiri dari beratus-ratus perkataan seperti pahaloy, bahaloi, balul, paluy, poloi, bangang, bahlul, bingung, gubluk , goblok dan lain-lain tetapi dalam kedayan hanya ada satu iaitu palui sahaja. kedayan adalah bangsa terasing tidak seperti bangsa agung lain yang banyak suku kaumnya seperti cina atau Tamil.
Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q4262236 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2549094303. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan