Komunitas budaya · Indonesia

Suku Lepki

Nama Lepki merupakan nama panggilan eksonim suku ini dari suku Ketengban. Dalam bahasa Ketengban artinya "orang yang tinggal di dataran rendah" karena tinggal di pinggiran sungai Sobger.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 28422398. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Suku Lepki · Bridal · Lepki people

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Etimologi#

Nama Lepki merupakan nama panggilan eksonim suku ini dari suku Ketengban. Dalam bahasa Ketengban artinya "orang yang tinggal di dataran rendah" karena tinggal di pinggiran sungai Sobger. Sedangkan masyarakat asli suku Lepki menyebut diri mereka Bridal, yang merupakan gabungan dari kata bri artinya "dataran rendah" dan dalme artinya "bahasa kita".

Sungai Sobger dalam bahasa Yetfa dan Lepki disebut Armasi yang mempunyai arti "sungai yang mengalir jauh ke arah utara" sungai tersebut mengalir dari arah wilayah Okmay (suku Ketengban) hingga bermuara di sungai Mamberamo. Karena bertempat tinggal dekat dengan Sungai Armasi, maka orang Lepki juga menyebut diri mereka "orang Armasi".

Rujukan bagian ini · revisi 28422398

Bahasa#

Menurut legenda setempat, suku Lepki diberikan bahasa oleh Ait Aba Kibitrum (Sang Maha Pencipta) yang disebut bahasa Rani untuk berkomunikasi. Pada awalnya bahasa ini masih belum diklasifikasi oleh para linguis, walau akhirnya dianggotakan ke dalam rumpun bahasa Pauwasi Selatan bersama bahasa Yetfa-Biksi, Kimki, Kembra, dan Murkim. Dalam pengucapan bahasa Rani terdapat dua dialek/aksen yang terbagi antara dua wilayah, yakni wilayah yang terdiri dari Luban, Wei, dan Yuaban dan wilayahnya terdiri dari Aboy, Murme, dan Teiraplu. Dialek dari wilayah yang pertama lebih dominan menggunakan huruf [R], sedangkan untuk wilayah kedua dominan menggunakan huruf [L].

Rujukan bagian ini · revisi 28422398

Klan#

Nama-nama klan suku Lepki berupa: Belbora, Bera, Borgertora, Bukdamtora, Dalidam, Dalitora, Deira, Digiseira, Diyapra, Kedapra, Kremtestora, Kromtisra, Kuatnyera, Kwelkwapra, Lora, Lukaipra, Mapkertora, Nukaipra, Nyanyera, Tefra, Timisnyera, Toborgertora, Tuapra, Widibera, dan Winma. Kebanyakan nama klan suku Lepki berakhiran dengan -ra, karena ra berarti "orang". Kebiasaan ini juga bisa ditemukan di beberapa suku sekitar Lepki seperti klan Sumatra, Udamesra dalam suku Kosare, dan klan dari suku Kembra.

Rujukan bagian ini · revisi 28422398

Wilayah Adat#

Mengutip langsung dari buku Budaya Dan Sejarah Peradaban Suku Lepki yang ditulis oleh Melkior N.N. Sitokdana & Nukaipra (2018), menjelaskan bahwa keberadaan suku ini tepat di bagian utara Kabupaten Pegunungan Bintang. Wilayah yang didiami suku ini termasuk ke dalam wilayah adat Okmekmin (La Pago), dan dibatasi oleh empat suku, Yetfa, Kimki, Ketengban, dan Kosadle/Kosare. Wilayah tersebut termasuk kecil dibandingkan suku sekitarnya dan hanya sekitar 400 Km².

Awalnya suku Lepki tidak tinggal di dalam perkampungan dan hanya perumahan kecil di wilayah klan berdasarkan kedekatan dengan sumber daya alam seperti sagu. Wilayah-wilayah klan biasanya dipanggil berdasarkan nama-nama bukit, sungai, dan sumber daya lainnya, contohnya: Askei, Iorger, Itarger, Yalembri, Dali, dan Raskilo. Setelah dibukanya perkampungan seperti Kampung Teiraplu yang dibangun dekat lapangan terbang, kampung menjadi pusat perdagangan dan komunikasi. Walaupun sebagian besar suku Lepki masih tinggal di wilayah klan. Kampung-kampung yang dibangun di wilayah adat Lepki adalah Kampung Teiraplu di pinggir Sungai Dakerto, Kampung Yuaban di pinggir Sungai Yua, Kampung Luban di pinggir Sungai Lau, dan Kampung Aboy di pinggir Sungai Kelnje/Ngeme.

Rujukan bagian ini · revisi 28422398
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Mengutip langsung dari buku Budaya Dan Sejarah Peradaban Suku Lepki yang ditulis oleh Melkior N.N. Sitokdana & Nukaipra (2018), menjelaskan bahwa keberadaan suku ini tepat di bagian utara Kabupaten Pegunungan Bintang. Wilayah yang didiami suku ini termasuk kedalam wilayah adat Okmekmin (La Pago), dan dibatasi oleh empat suku, Yetfa, Kimki, Ketengban, dan Kosadle/Kosare. Wilayah tersebut termasuk kecil dibandingkan suku sekitarnya dan hanya sekitar 400 Km².

Awalnya suku Lepki tidak tinggal di dalam perkampungan dan hanya perumahan kecil di wilayah klan berdasarkan kedekatan dengan sumber daya alam seperti sagu. Wilayah-wilayah klan biasanya dipanggil berdasarkan nama-nama bukit, sungai, dan sumber daya lainnya, contohnya: Askei, Iorger, Itarger, Yalembri, Dali, dan Raskilo. Setelah dibukanya perkampungan seperti Kampung Teiraplu yang dibangun dekat lapangan terbang, kampung menjadi pusat perdagangan dan komunikasi. Walaupun sebagian besar suku Lepki masih tinggal di wilayah klan. Kampung-kampung yang dibangun di wilayah adat Lepki adalah Kampung Teiraplu di pinggir Sungai Dakerto, Kampung Yuaban di pinggir Sungai Yua, Kampung Luban di pinggir Sungai Lau, dan Kampung Aboy di pinggir Sungai Kelnje/Ngeme.

Sumber dan cakupan

Suku Lepki

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q120789912 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2459032917. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan