
Nama dan identitas
Suku Moi · Moy · Malamoi · Moi people
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Suku Moi merupakan salah satu suku di Papua Barat Daya. Mereka mendiami Kota Sorong (Maladum, terj. har. dataran luas tempat tumbuhnya dum ), Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, dan bagian barat Kabupaten Tambrauw. Suku Moi terbagi menjadi beberapa sub-suku, yaitu Moi Kelin, Moi Klabra, Moi Karon, Moi Lamas, Moi Legin, Moi Maya, Moi Moraid, Moi Salkma, dan Moi Segin. Mata pencarian utama suku ini adalah berkebun dan mengelola hutan. Dalam berkebun dan mengelola hutan, mereka memperhatikan yegek (sejenis tradisi sasi) mengonsumsi hasil tanah berlebihan sehingga terjadi konservasi tradisional. Pendidikan adat diajarkan kepada para pemuda di rumah adat bernama Kambik.
Rujukan bagian ini · revisi 30017600Masa lampau#
Pada mulanya dipercaya asal suku Moi dari Klawelem di Makbon. Suku asli Moi tersebut disebut neulig yang artinya "tuan tanah", kemudian datang suku-suku lain yang disebut pendatang nesaf terutama di wilayah pesisir. Kedua kelompok saling terbuka dan kawin campur melahirkan suku Moi modern, dengan perubahan gelet (marga) seperti Manggapraw menjadi Manggablaw dan Arfayan menjadi Arfan.
Rujukan bagian ini · revisi 30017600Masa Kesultanan Tidore#
Pendiri dari salah satu kerajaan di Raja Ampat, Kerajaan Sailolof, merupakan seorang bernama fun (raja) Mo. Dia tidak memiliki hubungan patrilineal dengan raja-raja di Waigeo, Salawati, dan Misool. Menurut cerita lisan, fun Mo berasal dari sekitar sungai Malyat dan lahir dari telur baykole dan dibesarkan dengan air tebu sehingga dinamai Ulbisi. Ia kemudian diangkat dengan gelar fun Mo yang artinya "raja orang Moi" di pulau Sabba. Ia kemudian menikah dengan Pinfun Libit, anak perempuan raja Waigeo yang terdampar di dekat Sabba bersama kedua pembantunya. Fun Mo kemudian pindah ke selatan Pulau Salawati di tempat yang kemudian disebut Sailolof. Keturunannya memerintah kerajaan Sailolof dan bergelar Kapita-laut atau Kapatla yang didapat dari hubungan perdagangan dengan Kesultanan Tidore.
Rujukan bagian ini · revisi 30017600Masa Trikora#
Para pemuda suku Moi ikut berperan dalam Operasi Trikora dengan membantu Simon Randa, seorang Toraja pegawai pemerintah Belanda, menyuplai kantong-kantong gerilya sekitar Sorong oleh pasukan infiltran Trikora (disebut Enso-Enso dalam bahasa Moi). Para pemuda bersama Randa yang tercatat bernama Oscar Osok, Lodewijk Osok, David Osok, Fritz Osok, Edwar Osok, Robert Malibela, Sadrak Malibela, Amanja Malibela, Edwin Malibela, Petrus Kalaibin, Steven Kalaibin, Aminyas Kalaibin, Joel Kalaibin, Karel Kalaibin, Josafat Kalaibin, Josan Kalaibin, Jonas Satisa, dan Hermanus Mili. Peninggalan perjuangan ini berupa rumah di km 12 Klasaman, Sorong.
Rujukan bagian ini · revisi 30017600Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q26240584 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2474732957. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan