
Nama dan identitas
Suku Tagbanwa · Tagbanwa people
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Suku Tagbanwa atau Tagbanua adalah salah satu kelompok etnis tertua di Filipina yang banyak berada di bagian tengah dan utara Palawan. Penelitian telah menunjukkan bahwa suku Tagbanwa mungkin keturunan Orang Tabon. Sehingga, mereka merupakan salah satu penduduk asli Filipina. Secara fisik, mereka berkulit coklat, ramping, berdiri tegak, dan berambut lurus.
Ada dua klasifikasi besar berdasarkan lokasi geografis tempat mereka berada. Tagbanwa Tengah adalah suku Tagbanwa di bagian barat dan pesisir timur dari pusat kota Palawan. Mereka terkonsentrasi di munisipalitas Aborlan, Quezon, dan Puerto Princesa. Tagbanwa Calamian berada di sisi lain, yaitu di Pantai Baras, Pulau Busuanga, Pulau Coron, dan beberapa bagian El Nido. Kedua subkelompok Tagbanwa ini berbicara dengan bahasa yang berbeda dan tidak benar-benar memiliki kebiasaan yang sama.
Rujukan bagian ini · revisi 29883800Sejarah#
Sejarah rormal suku Tagbanwa dimulai pada tahun 1521 ketika kapal Magellan merapat di Palawan untuk mencari perbekalan. Antonio Pigafetta, penulis kronik Magellan, mencatat bahwa suku Tagbanwa mempraktikkan ritual penyatuan darah, budidaya pertanian, perburuan dengan sumpit dan panah kayu, menyimpan dan memakai cincin dan rantai kuningan, menggunakan lonceng, pisau, dan kawat tembaga untuk mengikat kait ikan, mengadu ayam, dan menyuling minuman beralkohol dari beras.
Hingga akhir abad ke-17, Palawan selatan berada di bawah yurisdiksi Sultan Brunei, yang berujung pada gesekan antara Spanyol dan Sultan. Dalam kurun waktu itu dan selama hampir tiga ratus tahun, orang-orang Spanyol berperang dengan orang-orang Muslim dari Sulu, Mindanao, Palawan, dan Kalimantan utara.
Rujukan bagian ini · revisi 29883800Domain leluhur#
Pada tahun 1998, suku Tagbanwa dari Pulau Coron diberikan Sertifikat Hak Domain Leluhur ("Certificate of Ancestral Domain Title" atau CADT) atas lebih dari 22.000 hektare tanah dan laut. CADT adalah hak atas tanah dan laut yang menjadi bagian dari kelangsungan masyarakat selama berabad-abad. Sertifikat ini memberikan hak bagi suku Tagbanwa untuk mengelola wilayah itu dan melestarikan kekayaan sumber daya laut dan tanah.
Domain Leluhur Pulau Coron orang Tagbanwa meliputi dua desa, yaitu Banuang Daan dan Cabugao, serta di sekitar Pulau Delian. Domain leluhur itu saat ini dikuasai oleh Kepala Suku YM Rodolfo Aguilar I dan dibantu oleh Dewan Tetua.
Rujukan bagian ini · revisi 29883800Bahasa#
Orang Tagbanwa memiliki bahasa ibu mereka sendiri (bahasa Tagbanwa Aborla, Tagbanwa Calamian, dan Tagbanwa Tengah), tetapi, mereka juga mahir berbicara bahasa Palawano dan dialek-dialek seperti Tandulanon, Silanganon, dan Baras di wilayah masing-masing, dan sejumlah besar dari mereka dapat memahami bahasa Tagalog, Batak, Cuyonon, dan Calawian.
Rujukan bagian ini · revisi 29883800Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q838452 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2546792905. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan