Pertunjukan dan permainan · Belum dipetakan

Tari Jaipong

Jaipongan (aksara Sunda: ᮏᮄᮕᮧᮍᮔ᮪) adalah genre seni pertunjukan tradisi Jawa Barat yang merupakan transformasi dari tari pergaulan masyarakat Sunda dan sangat populer di Indonesia.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29537816. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Pertunjukan dan permainan · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Tari Jaipong · Jaipong · Tari jaipongan · Jaipongan

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Jaipongan (aksara Sunda: ᮏᮄᮕᮧᮍᮔ᮪) adalah genre seni pertunjukan tradisi Jawa Barat yang merupakan transformasi dari tari pergaulan masyarakat Sunda dan sangat populer di Indonesia.

Rujukan bagian ini · revisi 29537816

Sejarah#

Jaipongan secara utuh dilahirkan dari proses kreatif dan buah pemikiran Gugum Gumbira pada tahun 1976 di Kabupaten Karawang. Jaipongan merupakan genre seni pertunjukan khas Jawa Barat yang bertransformasi dari perkembangan bentuk pertunjukan seni tradisi Jawa Barat seperti ketuk tilu, pencak silat, wayang golek, teater tradisi seperti longser dan topeng banjet. Jaipongan dipopulerkan oleh Gugum Gumbira dan tumbuh pesat di Kota Bandung pada tahun 80-an, ditandai dengan munculnya studio rekaman yang representatif yaitu studio rekaman JUGALA. Studio ini yang telah memproduksi kaset rekaman Jaipongan hingga menyebar ke hampir seluruh wilayah di Jawa Barat. Tak disangka Jaipongan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Sunda di kala itu. Selanjutnya, Jaipongan menjadi sarana hiburan masyarakat yang berkembang di Subang dan Karawang hingga mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari segenap masyarakatnya dan menjadi fenomena baru dalam ranah perkembanhan seni budaya Jawa Barat, menggantikan hiburan seni perhaulan tari rakyat (ketuk tilu) di fase selanjutnya.

Jaipongan dikenal oleh seantero masyarakat di Indonesia sejak tahun 1978 setelah munculnya karya Daun Pulus Keser Bojong yang dibawakan oleh Idjah Hadijah dengan pengendangnya yaitu Suwanda dan Juru Aloknya Mang Samin. Meskipun termasuk seni tari kreasi yang relatif baru pada masa itu, Jaipongan dikembangkan berdasarkan kesenian rakyat yang sudah berkembang sebelumnya, seperti Ketuk Tilu, Kliningan, serta Ronggeng seperti yang berkembang di Subang dan Karawang. Perhatian Gugum Gumbira pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/ Bajidoran atau Ketuk Tilu yang populer pada masa-masa tersebut. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian menjadi inspirasi untuk mengembangkan kesenian Jaipongan.

Rujukan bagian ini · revisi 29537816

Perkembangan#

Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari "Daun Pulus Keser Bojong" dan "Rendeng Bojong" yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI stasiun pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.

Kehadiran Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggiat seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya tari Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni tari untuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan, dimanfaatkan pula oleh pengusaha pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, di mana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacam ini dibentuk oleh para penggiat tari sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tari atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya "kaleran" (utara).

Rujukan bagian ini · revisi 29537816

Sumber dan cakupan

Jaipongan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q3160589 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550156338. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan