Pertunjukan dan permainan · Belum dipetakan

Tarian Sufi

Tarian Sufi (Turki: Semazen dipinjam dari bahasa Persia Sama-zan, Sama, yang berarti mendengarkan, dari bahasa Arab, dan zan, yang berarti pelaku, dari bahasa Persia) adalah sebuah bentuk dari semadi aktif secara fisik yang berasal dari kalangan Sufi, dan masih dipraktikan oleh Sufi Darwis dan Ordo Maulawiyah dan tarekat-tarekat lain seperti Rifa'i-Marufi. Ini adalah praktik meditasi adat yang dilakukan dalam…

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29972996. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Pertunjukan dan permainan · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Tarian Sufi · Sufi dance · Sufi turning · Sufi whirling

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Tarian Sufi (Turki: Semazen dipinjam dari bahasa Persia Sama-zan, Sama, yang berarti mendengarkan, dari bahasa Arab, dan zan, yang berarti pelaku, dari bahasa Persia) adalah sebuah bentuk dari semadi aktif secara fisik yang berasal dari kalangan Sufi, dan masih dipraktikan oleh Sufi Darwis dan Ordo Maulawiyah dan tarekat-tarekat lain seperti Rifa'i-Marufi. Ini adalah praktik meditasi adat yang dilakukan dalam sema, atau upacara ibadah, di mana para dervish (dari Persia darvish درویش, juga disebut semazen, dari bahasa Persia سماعزن) bertujuan untuk mencapai hubungan yang lebih erat dengan Allah. Hal ini diupayakan dengan meninggalkan nafs, ego, atau keinginan pribadi, dengan mendengarkan musik, memfokuskan diri pada Tuhan, dan memutar tubuh dalam lingkaran berulang, yang dianggap sebagai imitasi simbolis dari planet-planet di Tata Surya yang mengorbit Matahari.

Praktik Mevlevi berkembang menjadi bentuk Mesir, tanoura, yang dibedakan dengan penggunaan rok berwarna ganda. Tarian tersebut juga berkembang menjadi sebuah tarian penampilan oleh non-Sufi, yang meliputi para penari dari luar Dunia Islam.

Rujukan bagian ini · revisi 29972996

Awal mula#

Sebagai sebuah tarekat, Darwis berputar didirikan oleh penyair mistik Jalaluddin Rumi pada abad ke-13. Pada awalnya, persaudaraan Sufi (ṭarāʾiq) diorganisir sebagai kepemimpinan di mana para anggotanya mengikuti disiplin yang telah ditentukan dalam pelayanan kepada seorang syekh atau guru untuk membangun kepercayaan dengannya. Anggota persaudaraan semacam itu disebut sebagai darwis Persia. Para turuk ini bertanggung jawab untuk mengatur ekspresi kehidupan keagamaan Islam, yang sering kali didirikan oleh para santo independen atau merupakan hasil dari perpecahan tarekat yang sudah ada. Setiap tarekat Sufi berasal dari silsila atau "rantai keteraturan" yang unik, di mana seorang anggota harus belajar, karena silsila tersebut mengikat setiap anggota kepada Allah melalui rantai keteraturannya masing-masing. Silsila seseorang berlanjut melalui guru masing-masing anggota, kepada guru mereka, dan seterusnya, sepanjang waktu hingga seseorang terhubung dengan Nabi dan dengan demikian dengan Allah. Nabi Muhammad sendiri dihormati sebagai pencetus Sufisme, yang kemudian ditelusuri melalui serangkaian orang suci.

Rujukan bagian ini · revisi 29972996

Praktik#

Dalam simbolisme ritual Sema, topi bulu unta (sikke) sang semazen melambangkan batu nisan ego; rok putihnya yang lebar (tennure) melambangkan kain kafan ego. Dengan melepaskan jubah hitamnya (hirka), ia terlahir kembali secara spiritual menuju kebenaran. Pada awal Sema, dengan menyilangkan kedua lengannya, sang semazen tampak mewakili angka satu, sehingga menjadi bukti keesaan Tuhan. Saat berputar, kedua lengannya terbuka: lengan kanannya mengarah ke langit, siap menerima kemurahan hati Tuhan; tangan kirinya, tempat matanya tertuju, menghadap ke bumi. Sang semazen menyampaikan karunia spiritual Tuhan kepada mereka yang menyaksikan Sema. Berputar dari kanan ke kiri mengelilingi jantung, sang semazen merangkul seluruh umat manusia dengan cinta. Manusia diciptakan dengan cinta untuk mencintai. Maulana Jalâluddîn Rumi berkata, "Semua cinta adalah jembatan menuju cinta Ilahi. Namun, mereka yang belum merasakannya tidak mengetahuinya!"

Di kalangan tarekat Maulawiyah, praktik dzikir dilakukan dengan mengenakan pakaian tradisional: tennure, yaitu gaun putih tanpa lengan, destegul, yaitu jaket berlengan panjang, ikat pinggang, dan mantel hitam atau khirqa yang harus dilepas sebelum gerakan berputar dimulai.

Rujukan bagian ini · revisi 29972996

Sumber dan cakupan

Tarian Sufi

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q4120716 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2535707058. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan