
Nama dan identitas
Yakan · Yakan people
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Orang Yakan adalah salah satu suku bangsa asli Filipina di Kepulauan Sulu. Sama seperti suku Moro lainnya, mereka mayoritas beragama Islam. Suku Yakan sebagian besar tinggal di Basilan, dan beberapa di antaranya juga tinggal di Kota Zamboanga. Mereka berbicara dalam bahasa yang dikenal sebagai Bissa Yakan, yang berkerabat dengan bahasa Sama-Bajau, bahasa Ngaju, Sinama dan Tausug (Jundam 1983: 7-8). Bahasa ini ditulis dalam aksara Arab Melayu.
Suku Yakan terkenal karena tradisi menenun mereka. Secara budaya, mereka adalah orang Sama yang menjalani kehidupan di darat, kebanyakan di Basilan dan Zamboanga. Mereka termasuk dalam kelompok etnis Sama, yang meliputi Bajau, Dilaut, Kalibugan, dan suku lainnya.
Rujukan bagian ini · revisi 28097579Sejarah#
Suku Yakan tinggal di Kepulauan Sulu, yang terletak di sebelah barat Zamboanga di Mindanao. Orang Spanyol menyebut mereka sebagai "Sameacas" dan menganggap mereka sebagai orang gunung yang penyendiri dan terkadang bermusuhan. (Wulff 1978: 149; Haylaya 1980: 13) Pada awal tahun 1970-an, beberapa orang Yakan pindah ke Kota Zamboanga karena kerusuhan politik yang menyebabkan konflik bersenjata antara militan Moro dan tentara pemerintah.
Rujukan bagian ini · revisi 28097579Budaya#
Secara tradisional, mereka mengenakan pakaian hasil tenunan tangan yang berwarna-warni. Para wanita mengenakan blus pendek ketat dan baik pria dan wanita memakai celana sempit. Para wanita menutupinya sebagian dengan kain sementara sang pria menggunakan sehelai kain di sekitar pinggang sebagai tempat menaruh senjata - biasanya pisau panjang. Saat ini, kebanyakan orang Yakan mengenakan pakaian barat dan hanya menggunakan pakaian tradisional dalam festival budaya.
Desa Yakan di Kalaria terkenal di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara karena seni tenun mereka. Secara tradisional, mereka menggunakan serat nanas dan abaka sebagai bahan dasar tenun. Dengan menggunakan ekstrak tumbuhan dari daun, akar dan kulit kayu, suku Yakan mewarnai serat dan menghasilkan kombinasi warna-warni dan desain yang rumit. Contoh motif yang dibuat adalah seputangan, palipattang, dan bunga-sama.
Rujukan bagian ini · revisi 28097579Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q4121292 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2549077900. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan