Komunitas budaya · Belum dipetakan

Banu Hilal

Banu Hilal (bahasa Arab: بنو هلال, translit. Banū Hilāl atau الهلاليين) adalah serikat atau persekutuan suku-suku Arab dari wilayah Hijaz dan Najd di Jazirah Arab yang beremigrasi ke Afrika Utara pada abad ke-11.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 27984303. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Banu Hilal · Bani Hilal

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Banu Hilal (bahasa Arab: بنو هلال, translit. Banū Hilāl atau الهلاليين) adalah serikat atau persekutuan suku-suku Arab dari wilayah Hijaz dan Najd di Jazirah Arab yang beremigrasi ke Afrika Utara pada abad ke-11. Sebagai tuan di dataran tinggi Najd, mereka memiliki reputasi yang cukup tersohor, mungkin terjadi karena mereka relatif ketinggalan (untuk suku-suku Arab) dalam memeluk Islam serta kegiatan pasukan mereka di perbatasan antara Irak dan Suriah. Bersama-sama gerakan revolusi Qaramitah di Bahrain dan Oman, mereka ikut andil dalam penjarahan di Mekah tahun 930 dalam perlawanan mereka menghadapi Kekhalifahan Fatimiyah. Ketika kekhalifahan menaklukkan Mesir dan mendirikan Kairo pada 969, mereka bergegas membatasi suku Badui yang sulit diatur di selatan sebelum mengirim mereka ke Maghrib.

Rujukan bagian ini · revisi 27984303

Asal usul#

Menurut Ibnu Khaldun, Banu Hilal hijrah ke Maghrib bersama-sama para istri dan anak-anak mereka. Mereka menetap di Tunisia setelah memenangkan beberapa pertempuran melawan suku Berber, kelak dikemudian hari mereka hidup saling berdampingan.

Ibnu Khaldun menggambarkan silsilah mereka yang terdiri dari dua suku ibu: mereka sendiri dan Banu Sulaym. Di Jazirah Arab, mereka tinggal di Ghazwan dekat Ta'if sementara Banu Sulaym di dekat Madinah, satu sepupu dalam cabang Al Yas dari Quraisy. Pada saat migrasi, Banu Hilal terdiri dari enam kaum keluarga: Athbadj, Riyah, Jochem, Addi, Zughba, dan Rbia. Saat ini, hampir mustahil untuk menelusuri garis keturunan Arab murni karena perkawinan campuran antara orang Arab dan suku Berber, meskipun beberapa sejarawan berusaha untuk melakukannya.

Rujukan bagian ini · revisi 27984303

Sejarah#

Dari Jazirah Arab, mereka pertama kali hijrah ke selatan Mesir sebelum menuju Maghrib. Abu Zayd al-Hilali memimpin satu juta suku Arab ke Afrika Utara, yang berasimilasi dan menikah dengan masyarakat asli. Fatimiyah menugaskan suku tersebut untuk memerangi Zirid yang sulit dikuasai setelah penaklukan Mesir dan pendirian Kairo. Ketika suku itu menjadi semakin mandiri dan meninggalkan Syiah Islam, mereka dengan mudah menaklukkan dinasti Zirid dan melemahkan dinasti tetangganya Hammadiyah dan Zenata. Masuknya mereka merupakan faktor utama Arabisasi linguistik, budaya, dan etnis di Maghrib dan dalam penyebaran nomadisme di daerah-daerah di mana pertanian sebelumnya dominan. Ibnu Khaldun mencatat tanah yang dirusak oleh penjajah Banu Hilal telah menjadi gurun yang benar-benar gersang.

Banu Hilal kemudian di bawah kekuasaan berbagai dinasti Berber berikutnya, termasuk Khilafah Almohad, dinasti Hafsiyun, dan dinasti Marin. Karena kehadiran mereka yang tidak dapat ditoleransi, Khilafah Almohad menggulingkan Banu Hilal dan mengusir mereka dari Tunisia dan menetap di Maroko. Setelah kedatangan orang-orang Turki, Banu Hilal bangkit melawan Kesultanan Utsmaniyah bersama Berber di wilayah Aurès dan selatan Aljazair.

Rujukan bagian ini · revisi 27984303

Organisasi sosial#

Awalnya, Banu Hilal menganut gaya hidup nomaden, memelihara sapi dan domba. Meskipun beberapa suku tinggal di daerah kering dan tandus, mereka menjadi ahli di bidang pertanian. Mereka tidak menganut ideologi tertentu dan tidak konservatif, meskipun mayoritas penduduknya memeluk Islam. Awalnya Syiah, setelah penaklukan Maghrib mayoritas Banu Hilal beralih ke Mazhab Maliki Islam Sunni. Suku-suku lain mengarabkan kaum Berber di Aljazair, di mana seringnya terjadi perkawinan selama sejarah mereka bersama.

Rujukan bagian ini · revisi 27984303

Sumber dan cakupan

Banu Hilal

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q790108 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2555081247. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan