Pertunjukan dan permainan · Belum dipetakan

Disko

Disko adalah salah satu aliran musik untuk dansa yang berkembang pada tahun 1970-an di klub-klub dansa Amerika Serikat. Disjoki di klub dansa memutar serangkaian lagu dari piringan hitam tanpa terputus agar orang dapat terus menari tanpa berhenti.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29901292. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Pertunjukan dan permainan · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Disko · Diskotek · disco music · disco

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Disko adalah salah satu aliran musik untuk dansa yang berkembang pada tahun 1970-an di klub-klub dansa Amerika Serikat. Disjoki di klub dansa memutar serangkaian lagu dari piringan hitam tanpa terputus agar orang dapat terus menari tanpa berhenti. Istilah disko juga dipakai untuk acara, ruang atau gedung tempat orang berdansa/menari diiringi rekaman musik sebagai bentuk hiburan. Disko berasal dari kata discothèque, bahasa Prancis untuk klub dansa, bahasa Indonesia: diskotek). Di diskotek, diputar musik yang dipakai sebagai musik pengiring dansa. Istilah disko awalnya secara spesifik dipakai untuk musik dansa Afrika-Amerika. Namun pada 1970-an, istilah disko dipakai untuk menyebut semua musik dansa yang sedang populer.

Di diskotek, para DJ secara khusus memainkan piringan hitam berirama soul dan funk yang cocok dipakai untuk berdansa. Setelah sering diputar di lantai disko, lagu-lagu tersebut mulai sering diputar di radio-radio dan laris terjual. Lagu-lagu disko yang menjadi hit sepanjang tahun 1970-an di antaranya "Fly, Robin, Fly" (1975) dan "Get Up and Boogie" (1979) dari Silver Convention, "Get Dancin" (1975) dari Disco-Tex and the Sex-O-Lettes, "The Groove Line" dan "Boogie Nights" (1977) dari Heatwave, "I Love the Nightlife" dari Alicia Bridges, "Brick House" (1977) dari The Commodores, "I Will Survive" (1978) dari Gloria Gaynor, "Ring My Bell" (1979) dari Anita Ward, "Y.M.C.A" (1978) dari Village People, dan "We Are Family" dari Sister Sledge.

Rujukan bagian ini · revisi 29901292

Awal kelahiran#

Musik disko lahir pada awal tahun 1970-an ketika dansa-dansi sudah menjadi usang dan musik rock yang dimainkan pemusik kulit putih sedang berjaya. Fenomena disko berakar dari perpaduan artistik kaum gay dan klub-klub underground, terutama klub-klub gay Afrika-Amerika di New York City pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Acara disko pertama di radio disiarkan oleh WPIX-FM di New York City pada tahun 1974.

Pada tahun 1973, lagu-lagu berirama funk menjadi populer, misalnya: "Why Can't We Live Together" dari Timmy Thomas, "Superstition" dan "Higher Ground" dari Stevie Wonder, dan "Keep on Truckin'" dari Eddie Kendricks. Meskipun demikian, industri rekaman lambat menyadari adanya tren musik baru hingga kata "rock" mulai disisipkan pada judul-judul lagu yang diciptakan untuk dipakai berdisko. George McCrae membuat hit pada tahun 1974 dengan "Rock Your Baby" dan Hues Corporation menempatkan lagu "Rock the Boat" di urutan nomor satu Billboard Hot 100. Keduanya menandai kelahiran musik piringan hitam untuk berdansa yang mudah diterima semua kalangan berkat ritme yang tidak terlampau cepat dan melodi yang mudah ditiru pendengar.

Rujukan bagian ini · revisi 29901292

Puncak kepopuleran#

Dari label TK Records yang berpusat di Miami, KC and the Sunshine Band pimpinan Harry Wayne Casey menandai puncak keemasan disko dengan serangkaian lagu-lagu hit, "That's the Way (I Like It)", "Get Down Tonight" (1975), dan (Shake, Shake, Shake) Shake Your Booty" dan "I'm Your Boogie Man" (1976).

Ciri khas lagu disko yang lebih mementingkan tempo daripada suara nyanyian membuat produser rekaman seperti Giorgio Moroder, Frank Farian, Pete Bellotte, dan Mauro Malavasi ikut serta sebagai pencipta lagu-lagu hit untuk berdisko. Setelah itu, klub-klub disko mulai bermunculan, dan tidak hanya di New York.

Rujukan bagian ini · revisi 29901292

Sumber dan cakupan

Disko

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q58339 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550230817. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan