Komunitas budaya · Kuwait

Eksodus Orang Palestina dari Kwait

Eksodus Orang Palestina dari Kuwait Orang Palestina menggunakan kata “nakba” (bencana) untuk menggambarkan eksodus orang Palestina sebelum dan selama perang melawan Israel tahun 1948. Pasca konflik, terdapat sekitar 700.000 pengungsi yang tidak kembali ke rumahnya di Israel.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Kuwait·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 27078587. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Eksodus Orang Palestina dari Kwait · Palestinians in Kuwait · Palestinian exodus from Kuwait (1990–91) · Eksodus Orang Palestina dari Kuwait (1990-1991)

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Eksodus Orang Palestina dari Kuwait Orang Palestina menggunakan kata “nakba” (bencana) untuk menggambarkan eksodus orang Palestina sebelum dan selama perang melawan Israel tahun 1948. Pasca konflik, terdapat sekitar 700.000 pengungsi yang tidak kembali ke rumahnya di Israel. Banyak di antara mereka yang tetap berada di pengasingan atas kemauan mereka sendiri, dan saat ini mereka dan keturunan mereka masih mengklaim “hak untuk kembali.”

Pada tahun 1990, ketika Irak berada dalam krisis ekonomi, Saddam Hussein memerintahkan Tentara Irak untuk menyerang Kuwait. Kita tahu cerita selanjutnya – bagaimana Barat bersatu untuk membela Kuwait (sebagian untuk melindungi kepentingan minyaknya), dan mendorong Saddam kembali ke Irak.

Rujukan bagian ini · revisi 27078587

Latar Belakang#

Setelah pembebasan Kuwait pada bulan Februari 1991, penganiayaan terhadap warga Kuwait Palestina terus berlanjut. Keluarga Al-Sabah, yang memerintah Kuwait, tidak pernah memaafkan para pemimpin Palestina yang mendukung Irak, dan mengusir hampir seluruh anggota komunitas Palestina yang tersisa. Kebanyakan dari mereka harus mengungsi ke Yordania, karena sebagian besar masih mempertahankan kewarganegaraan Yordania. Komunitas Palestina Kuwait yang terdiri dari 400.000 pria, wanita dan anak-anak akhirnya berkurang menjadi 30.000.

Kehancuran komunitas Palestina di Kuwait menyebabkan krisis besar dalam kepemimpinan PLO. Tapi Arafat beruntung. Sekitar satu setengah tahun kemudian, pemerintahan baru Israel memperbarui hubungan diplomatik dengan Palestina, yang menghasilkan Perjanjian Oslo. Hal ini membantu menyelamatkan posisi Arafat di PLO dan dunia.

Rujukan bagian ini · revisi 27078587

Sumber dan cakupan

Eksodus Orang Palestina dari Kuwait (1990-1991)

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q123906912 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2488599121. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan