
Nama dan identitas
Gamelan Sunda · Degung · degung · gamelan sunda · gameulan · degung Sunda · gamelan degung
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks budaya#
Degung yang juga dikenal sebagai gamelan sunda, merupakan seperangkat alat musik tradisional yang dimainkan oleh masyarakat Sunda (Priangan). Degung dapat dipahami sebagai satu kesatuan perangkat gamelan maupun sebagai sistem laras, yang keduanya memiliki karakteristik berbeda. Dalam kajian musik, laras Degung terdiri atas degung dwiswara dengan tumbuk pada nada 2/mi dan 5/la, serta degung triswara yang meliputi nada 1/da, 3/na, dan 4/ti. Beberapa perangkat gamelan Degung juga dilengkapi nada tambahan untuk memungkinkan permainan dalam laras Madenda, sehingga satu set gamelan dapat digunakan untuk berbagai komposisi dalam sistem laras Sunda.
Degung tumbuk dwiswara, nada 2/mi Degung = nada 4/ti Saléndro, dan nada 5/la Degung = nada 2/mi Saléndro.
Rujukan bagian ini · revisi 30011136Gamelan degung#
Istilah degung secara umum memiliki dua makna yang saling berkaitan. Pertama, degung merujuk pada salah satu jenis perangkat gamelan yang khas, sedangkan makna kedua berkaitan dengan laras, yaitu salah satu laras yang termasuk dalam laras saléndro menurut teori Raden Machjar Angga Koesoemadinata. Dengan demikian, degung tidak hanya dikenal sebagai instrumen musik, tetapi juga sebagai bagian penting dari sistem laras dalam tradisi gamelan Sunda.
Di Jawa Barat, terdapat beberapa jenis gamelan yang pernah ada dan terus berkembang, di antaranya Gamelan Salendro, Pelog, dan Degung. Gamelan salendro biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang, tari, kliningan, jaipongan dan lain-lain. Gamelan pelog fungsinya hampir sama dengan gamelan salendro, hanya kurang begitu berkembang dan kurang akrab di masyarakat dan jarang dimiliki oleh grup-grup kesenian di masyarakat. Hal ini menandakan cukup terwakilinya seperangkat gamelan dengan keberadaan gamelan salendro, sementara gamelan degung dirasakan cukup mewakili kekhasan masyarakat Jawa Barat. Gamelan lainnya adalah gamelan Ajeng berlaras salendro yang masih terdapat di kabupaten Bogor, dan gamelan Renteng yang ada di beberapa tempat, salah satunya di Batu Karut, Cikalong kabuki Bandung. Melihat bentuk dan interval gamelan renteng, ada pendapat bahwa kemungkinan besar gamelan degung yang sekarang berkembang, berorientasi pada gamelan Renteng.
Rujukan bagian ini · revisi 30011136Sejarah#
Degung merupakan salah satu jenis gamelan yang dikembangkan oleh masyarakat Sunda. Perkembangannya diperkirakan dimulai sekitar akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19, dan saat ini jumlahnya telah bertambah secara signifikan. Dalam bukunya Toonkunst van Java (1934), Jaap Kunst mencatat distribusi gamelan degung di berbagai wilayah, antara lain: Bandung (5 set), Sumedang (3 set), Cianjur, Ciamis, Kasepuhan, Kanoman, Darmaraja, Banjar, dan Singaparna, masing-masing memiliki satu set.
Pengaruh masyarakat Sunda, terutama dari kerajaan-kerajaan yang berada di hulu sungai seperti Kerajaan Galuh, terlihat pada kesenian degung, khususnya pada lagu-lagunya yang sering mengambil inspirasi dari kondisi sungai, seperti Manintin, Galatik Manggut, Kintel Buluk, dan Sang Bango. Tradisi masyarakat Sunda yang sering mengadakan pesta atau acara dengan lauk-pauk biasanya diiringi gamelan renteng, yang kemudian berkembang menjadi gamelan degung.
Rujukan bagian ini · revisi 30011136Perkembangan#
Seni degung mulai berkembang di lingkungan Pendopo Kabupaten Cianjur pada awal abad ke-19. Pada masa Bupati Cianjur, RAA Haji Muharam Wiranatakusumah V (1912–1920), pertunjukan degung hanya berbentuk instrumentalia karena penggunaan vokal dianggap kurang serius dan tidak sesuai norma kesopanan. Pada tahun 1920, ketika RAA Haji Muharam Wiranatakusumah menjadi Bupati Bandung, gamelan degung Pamagersari, beserta pangrawit-nya yang dipimpin oleh Idi, dipindahkan ke Pendopo Kabupaten Bandung dan mulai dilengkapi dengan lagu-lagu degung.
Rujukan bagian ini · revisi 30011136Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q5520020 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2451677198. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan