
Nama dan identitas
Keroncong · Kroncong · Musik Keroncong · keroncong · krontjong · kroncong
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks budaya#
Keroncong adalah jenis musik khas Moloku Kie Raha (Maluku Utara) yang menggunakan instrumen musik dawai, suling, vokal. Jug (gitar khas Kie Raha) dan Viol Kie Raha.
Rujukan bagian ini · revisi 29964805Asal-usul#
Musik Keroncong berasal dari jenis musik Moloku Kie Raha dan Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa Eropa itu sejak abad ke-16 ke Moloku Kie Raha (sekarang Maluku Utara). Musik Keroncong pertama kali tercipta Tahun 1512 ketika Bangsa Eropa (Portugis) pertama kali ke Kesultanan Ternate, musik khas dari Daerah Portugis di kawinkan dengan Musik Khas yang ada di Kesultanan Ternate jadilah Keroncong, Musik Keroncong ini juga di mainkan sebagai musik pergaulan atau musik rakyat, sering juga di mainkan di Greja Willibrordus Gereja Pertama di Nusantara di Ternate, setelah perang terjadi karena penghianatan Portugis pada Kesultanan Ternate, Portugis di Usir oleh Sultan Babulah (Kesultanan Ternate) ke Ambon sampai ke NTT dan Timor leste, para prajurit yang bisa main musik keroncong maupun pemusik keroncong menetap di Ambon dan ada juga yang lari ke jawa, musik keroncong lalu tersebar di Jawa sebagai musik Eksklusif padahal di Ternate sendiri, musik Keroncong adalah musik pergaulan yang di mainkan oleh rakyat dan di tonton oleh rakyat maupun para Sultan di Maluku Utara, Istilah Tugu merujuk pada sebuah kawasan permukiman di daerah Cilincing, Jakarta Utara, yang dikenal sebagai lokasi kemunculan awal kesenian ini.
Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya grup musik Beatles dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.
Rujukan bagian ini · revisi 29964805Fado, Gereja Protestan dan Musik Keroncong#
Musik Keroncong masuk ke Indonesia sekitar tahun 1512, yaitu pada waktu ekspedisi Portugis pimpinan Afonso de Albuquerque datang ke Malaka dan Moloku Kie Raha (Sekarang Maluku Utara) tahun 1512 di Kesultanan Ternate. Tentu saja para pelaut Portugis membawa lagu jenis Fado, yaitu lagu rakyat Portugis bernada Arab (tangga nada minor, karena orang Moor Arab pernah menguasai Portugis/Spanyol tahun 711 - 1492. Lagu jenis Fado masih ada di Amerika Latin (bekas jajahan Spanyol), seperti yang dinyanyikan Trio Los Panchos atau Los Paraguayos, atau juga lagu di Sumatera Barat (budaya Arab) seperti Ayam Den Lapeh.
Pada tahun 1661, administrasi VOC membebaskan tawanan Portugis dan budak asal Goa (India) di Kampung Tugu dengan syarat mereka harus pindah agama dari Katolik menjadi Protestan, sehingga kebiasaan menyanyikan lagu Fado menjadi harus bernyanyi seperti dalam Gereja Protestan, yang pada tangga nada mayor.
Rujukan bagian ini · revisi 29964805Alat-alat musik#
Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang kemudian berkembang ke arah selatan di Kemayoran dan Gambir oleh orang Betawi berbaur dengan musik Tanjidor (tahun 1880-1920). Tahun 1920-1960 pusat perkembangan pindah ke Solo, dan beradaptasi dengan irama yang lebih lambat sesuai sifat orang Jawa.
Rujukan bagian ini · revisi 29964805Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q1930107 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550157995. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan