Komunitas budaya · India

Orang Asur

Orang Asur adalah kelompok etnis Austroasiatik yang sangat kecil dan sebagian besar tinggal di negara bagian Jharkhand, India, khususnya di distrik Gumla, Lohardaga, Palamu, dan Latehar. Mereka berbicara dalam bahasa Asur, yang termasuk dalam rumpun bahasa Munda.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: India·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29456289. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Orang Asur · Asur people

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Orang Asur adalah kelompok etnis Austroasiatik yang sangat kecil dan sebagian besar tinggal di negara bagian Jharkhand, India, khususnya di distrik Gumla, Lohardaga, Palamu, dan Latehar. Mereka berbicara dalam bahasa Asur, yang termasuk dalam rumpun bahasa Munda.

Rujukan bagian ini · revisi 29456289

Kehidupan#

Mereka tinggal di pats (area terbuka) yang dikelilingi oleh hutan, dan rumah mereka terbuat dari dinding tanah liat yang disangga oleh tiang kayu, dengan atap yang ditutup jerami padi dan khapras (ubin buatan sendiri). Rumah-rumah mereka memiliki ruang khusus untuk ternak dan unggas serta area terpisah untuk pemujaan leluhur. Peralatan masak dan tempat penyimpanan air yang diambil dari sumur terbuat dari besi, aluminium, dan tanah liat. Pakaian tradisional pria adalah dhoti, sedangkan wanita mengenakan tato bergambar objek totemik di tubuh mereka sebagai perhiasan. Para wanita juga mengenakan perhiasan logam maupun non-logam serta gelang kaca. Mereka menggunakan alat pertanian umum untuk bercocok tanam dan sesekali berburu binatang di hutan menggunakan busur dan anak panah.

Orang Asur modern terbagi menjadi tiga sub-kelompok utama, yaitu Bir (Kol) Asur, Birjia Asur, dan Agaria Asur. Birjia diakui sebagai suku terjadwal yang terpisah. Mereka selanjutnya terbagi menjadi 12 klan, yang dinamai berdasarkan berbagai hewan, burung, dan jenis biji-bijian. Setelah klan, keluarga merupakan institusi sosial terpenting. Klan-klan Asur tersebut meliputi: Aind (Belut), Dhan (Padi), Lila (Rusa), Suar (Babi), Bharewa (Anjing liar), Kerketta (Sejenis burung), Munjani (Pohon Anjun), Titio (Sejenis burung), Beng (Katak), Khusar (Sejenis burung), Non (Garam), dan Toppo (Pelatuk).

Rujukan bagian ini · revisi 29456289

Agama#

Agama Asur merupakan perpaduan antara animisme, animatisme, naturalisme, dan pemujaan terhadap leluhur. Mereka juga memercayai praktik ilmu hitam seperti bhut-pret (roh jahat) dan ilmu sihir. Dewa utama mereka adalah Singbonga. Dewa-dewa lainnya antara lain Dharati Mata, Duari, Patdaraha, dan Turi Husid. Mereka merayakan berbagai festival seperti Sarhul, Karma, Dhanbuni, Kadelta, Rajj Karma, dan Dasahara Karam. Orang Asur meyakini bahwa Mahishasura, yang dianggap sebagai iblis dalam legenda Durga Maa, sebenarnya adalah leluhur mereka yang baik hati. Oleh karena itu, saat masyarakat Hindu merayakan Durga Puja, Orang Asur justru berkabung karena menganggap Mahishasura dibunuh secara tidak adil. Penghormatan terhadap Mahishasura ini telah menyebar ke berbagai suku Munda di Benggala Barat serta komunitas Namasudra.

Rujukan bagian ini · revisi 29456289

Tantangan#

Saat ini, masyarakat Asur di Jharkhand menghadapi berbagai kesulitan. Mereka tidak memiliki akses memadai terhadap kebutuhan dasar seperti layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan air minum. Penghapusan pekerjaan tradisional mereka dalam peleburan besi membuat mereka terancam jatuh ke dalam kemiskinan. Ekonomi mereka yang berbasis pertanian juga terancam akibat aktivitas penambangan bauksit di wilayah tersebut. Akibatnya, migrasi dan penggusuran menjadi masalah utama yang mereka hadapi. Selain itu, telah terjadi kasus perdagangan manusia, khususnya terhadap anak perempuan di bawah umur, yang dipicu oleh kemiskinan ekstrem. Di tengah situasi ini, seorang perempuan muda Asur bernama Sushma Asur berjuang keras untuk melestarikan seni, budaya, dan keberadaan komunitasnya.

Rujukan bagian ini · revisi 29456289

Sumber dan cakupan

Orang Asur

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q4811899 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2556643166. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan