
Nama dan identitas
Orang Indonesia di Arab Saudi · Indonesians in Saudi Arabia
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Orang Indonesia di Arab Saudi sebagian besar adalah pekerja rumah tangga perempuan, dengan sebagian kecil adalah buruh migran jenis lain. Pada tahun 2018, diperkirakan 600.000 warga negara Indonesia (tidak termasuk keturunan Indonesia) diyakini bekerja di Arab Saudi, sebanding dengan jumlah migran dari kelompok Bangladesh, India, Filipina, dan Pakistan, yang jumlahnya masing-masing antara 1 dan 4 juta orang.
Rujukan bagian ini · revisi 27481974Sejarah#
Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian dengan Arab Saudi dan pemerintah Timur Tengah lainnya tentang ekspor tenaga kerja pada tahun 1983; pada tahun itu 47.000 orang Indonesia pergi ke Arab Saudi. Jumlah mereka tumbuh dengan cepat; dalam periode lima tahun yang dimulai pada tahun 1989, Arab Saudi menerima total 384.822 pekerja Indonesia, 59% dari semua migrasi tenaga kerja dari Indonesia selama periode tersebut.
Perekrut yang ingin mempekerjakan perempuan Indonesia untuk bekerja di Arab Saudi biasanya memfokuskan upaya mereka pada pesantren di daerah pedesaan. Siswa pesantren kemungkinan besar telah mempelajari sedikit bahasa Arab selama studi agama mereka, yang memudahkan komunikasi mereka dengan para majikan; Arab Saudi sebagai tujuan lebih mungkin menarik bagi Muslim yang taat seperti siswa pada umumnya di sekolah-sekolah ini, dan para pengusaha di Arab Saudi juga lebih nyaman mempekerjakan Muslim.
Rujukan bagian ini · revisi 27481974Orang Saudi keturunan Indonesia#
Terdapat warga negara Saudi yang tinggal di Makkah dan Jeddah yang merupakan keturunan Indonesia. Nenek moyang mereka datang dari Indonesia melalui laut selama akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 untuk tujuan ziarah, perdagangan, dan pendidikan Islam. Banyak dari mereka yang tidak kembali ke tanah air sehingga mereka memutuskan untuk tinggal di Saudi dan keturunan mereka telah menjadi warga negara Saudi sejak saat itu. Banyak dari mereka juga menikah dengan wanita yang datang dari berbagai belahan dunia Islam dan tinggal secara permanen di Saudi. Keturunan mereka saat ini dapat dikenali dengan nama keluarga mereka yang berasal dari asal-usul nenek moyang mereka di Indonesia, seperti "Bugis", "Banjar", "Batawi" (Betawi), "Al-Felemban" (Palembang), "Faden" (Padang), "Al-Bantani" (Banten), "Al-Minangkabawi" (Minangkabau), "Bawayan" (Bawean), dan masih banyak lagi. Salah satunya adalah Muhammad Saleh Benten, seorang politikus Saudi yang ditunjuk oleh Raja Salman sebagai Menteri Haji dan Umrah.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, menyatakan bahwa 50% penduduk Makkah merupakan keturunan Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena adanya hubungan perdagangan antara kedua negara, sejak era Kekhalifahan Rasyidin dengan Kepulauan Melayu.
Rujukan bagian ini · revisi 27481974Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q12184158 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2391011264. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan