Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.
Nama dan identitas
Orang Kuala · Suku Melayu Kuala · Orang Duano · Desin Dolak
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Orang Kuala merupakan salah satu dari 18 suku yang membentuk kaum Orang Asli di Malaysia. Mereka tergolong di dalam kumpulan Melayu Proto iaitu salah satu dari 3 kumpulan utama kaum Orang Asli.
Mereka disebut sebagai Orang Kuala karena lokasi mereka umumnya tinggal di kawasan kuala sungai dan pesisir pantai. Walau bagaimanapun, Orang Kuala menyebut dirinya sebagai ‘Desin Duano’ (Orang Duano). Raut wajah dan tingkah laku Orang Kuala lebih mirip orang Melayu yang telah turun temurun menjadi kelompok tetangga mereka.
Rujukan bagian ini · revisi 27958433Sejarah#
Orang Kuala diyakini berasal dari Pulau Bengkalis di Wilayah Riau, Sumatra, Indonesia. Dahulu, mereka adalah sebagian dari kaum Orang Laut yang tinggal di dalam sampan panjang serta hidup berpindah-pindah (nomaden) di permukaan laut, pulau, pesisir pantai dan kuala sungai. Walau bagaimanapun, kini mereka sudah tinggal di kawasan darat Semenanjung Malaysia serta memiliki kawasan perkampungan mereka sendiri. Meskipun Orang Kuala pada asalnya adalah bagian dari kaum Orang Laut, tetapi kini kerajaan Malaysia telah mengkategorikan suku mereka sebagai bagian dari kaum Orang Asli.
Rujukan bagian ini · revisi 27958433Kawasan Penempatan#
Kawasan penempatan Orang Kuala terletak di daerah Batu Pahat (Kuala Rengit, Kuala Senggarang dan Tanjung Segenting) serta daerah Pontian (Kuala Benut, Kuala Sungai Pontian dan Kukup) di negeri Johor. Salah satu dari mata pencaharian Orang Kuala ialah menangkap ikan. Namun demikian, ada di kalangan mereka yang berhasil dalam bidang perniagaan, pertanian serta bidang-bidang profesional yang lain.
Rujukan bagian ini · revisi 27958433Masalah Penyebutan#
Orang Kuala sebenarnya enggan dikategorikan sebangsa dengan suku-suku kaum Orang Asli yang lain kerana menurut mereka, suku-suku tersebut memelihara anjing dan makan babi. Sebagai suku yang beragama Islam, Orang Kuala beranggapan bahwa tidak seharusnya suku mereka dikategorikan satu kelompok dengan suku-suku yang bukan beragama Islam.
Selain itu, Orang Kuala juga sebenarnya tidak suka disebut sebagai kaum Orang Asli karena mereka menganggap sebutan tersebut hanyalah satu istilah resmi yang lebih sopan bagi Orang Sakai. Oleh karena itu, mereka meminta agar Jabatan Hal Ehwal Orang Asli Malaysia mengelompokkan suku mereka sebagai Orang Melayu Kuala.
Rujukan bagian ini · revisi 27958433Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q3355035 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2549068420. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan