
Nama dan identitas
orang Lani · Timorini · Lani people · Suku Lani
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Lani adalah suku asli di Ilaga, Puncak, Papua Tengah hingga Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Suku Lani sering disebut Dani Barat oleh para misionaris asing untuk mengelompokan suku tersebut dengan suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem di sebelah timur. Ini karena kemiripan bahasa yang mereka gunakan yaitu bahasa Lani yang termasuk rumpun bahasa Dani.
Wilayah Ilaga ini merupakan suatu lembah luas dan indah, yang dibelah oleh aliran Sungai Il arong. Daerah dengan ketinggian di alas 1.500 meter ini bersuhu 6-2 Celcius. Disepanjang aliran sungai, lereng bukit, bahkan sampai ke puncak bukit.
Rujukan bagian ini · revisi 30015432Sejarah#
Kontak pertama ekspedisi Belanda dengan suku Lani terjadi pada Otober 1920 saat Ekspedisi Nugini Tengah yang dipimpin oleh A.J.A. van Overeem dan J. Kremer. Tim ekspedisi ini sampai ke Lembah Swart (sekarang disebut Lembah Toli, Kabupaten Tolikara), dan bertemu dengan suku lokal yang disebut Timorini sekarang disebut suku Lani. Mereka disebut pintar berkebun dengan tanaman berupa tebu, ubi jalar, keladi, pisang, dll dengan bidang tanah teratur dan dipagari supaya tidak dimakan babi yang berkeliaran.
Rujukan bagian ini · revisi 30015432Perkawinan dan pernikahan#
Sama seperti suku pegunungan lainnya suku Lani menganut sistem moietas eksogami di mana masyarakat Lani terbagi menjadi dua kelompok sosial (paroh masyarakat) yang disebut moietas keturunan kakak beradik yang bernama Wenda dan Kogoya. Paroh Wenda mencakup marga Wenda atau Wonda, Murib, Enumbi, Wakerkwa, Jikwa dan Alom. Sedangkan paroh Kogoya mencakup Kogoya, Wanimbo, Tabuni, Tugubal, Enembe, Kulua, Telenggen, Begal, dan Agabal. Perkawinan didalam satu kelompok paruh dilarang karena dianggap perbuatan terkutuk karena hubungan sedarah (piyanak atau pulunik). Penyebutan paroh masyarakat ini berbagai macam seperti di Bokondini adalah Woda dan Weja walaupun sudah tidak benar-benar eksogami, sedangkan di Panaga adalah Wenda dan Woja. Penelitian Denise O'Brien tahun 1961-63 di Kondaga hanya menemukan sedikit bukti tentang sistem ini masih dipakai.
Rujukan bagian ini · revisi 30015432Rumah adat#
Sama seperti suku-suku di wilayah pegunungan Papua lainnya, rumah adat suku Lani berbentuk honai dan disebut kunume yang berasal dari kunu artinya 'laki-laki'. Rumah tersebut hanya untuk laki-laki berusia 5–6 tahun keatas, pemuda, dan dewasa. Bangunan tersebut bisa ditempati 5–10 orang, tidak memiliki jendela, dan bisa berlantai dua. Perempuan dilarang untuk masuk kunume dan memiliki honai perempuan sendiri yang disebut ndupaga atau dupaga, dari kata nduk yang artinya 'dasar tubuh manusia' dan paga yang artinya 'tempat membentuk'. Penghuni dupaga adalah kaum perempuan dan anak laki-laki yang belum diizinkan masuk kunume. Bangunan lainnya adalah honai untuk memasak dan kandang ternak yang disebut lakame atau oliana.
Rujukan bagian ini · revisi 30015432Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q1424758 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2550162703. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan