Komunitas budaya · Belum dipetakan

Orang Melayu di Makassar

Orang Melayu di Makassar merupakan orang-orang beretnis Melayu yang berasal dari Pahang, Johor, Pattani, Champa, dan Minangkabau. Perantau-perantau ini merupakan diaspora orang-orang Melayu sejak takluknya Kesultanan Melaka dari tangan Portugis pada tahun 1511.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 30036410. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Orang Melayu di Makassar · Melayu Makassar · Bugis-Malay

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Orang Melayu di Makassar merupakan orang-orang beretnis Melayu yang berasal dari Pahang, Johor, Pattani, Champa, dan Minangkabau. Perantau-perantau ini merupakan diaspora orang-orang Melayu sejak takluknya Kesultanan Melaka dari tangan Portugis pada tahun 1511. Mereka menuju Kerajaan Gowa pada masa Pemerintahan raja Gowa yang ke-10 Karaeng Tunipallangga (1545–1565). Di Makassar mereka menjadi tokoh-tokoh terkemuka yang menyokong jalannya kerajaan, di antaranya sebagai syahbandar, juru tulis, ulama, dan pedagang.

Rujukan bagian ini · revisi 30036410
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Orang Melayu di Makassar merupakan orang-orang beretnis Melayu yang berasal dari Pahang, Johor, Pattani, Champa, dan Minangkabau. Perantau-perantau ini merupakan diaspora orang-orang Melayu sejak takluknya Kesultanan Melaka dari tangan Portugis pada tahun 1511. Mereka menuju Kerajaan Gowa pada masa Pemerintahan raja Gowa yang ke-10 Karaeng Tunipallangga (1545–1565). Di Makassar mereka menjadi tokoh-tokoh terkemuka yang menyokong jalannya kerajaan, diantaranya sebagai syahbandar, juru tulis, ulama, dan pedagang.

Awal kedatangan#

Pada masa pemerintahan Raja Gowa yang ke-10 Karaeng Tunipallangga (1546-1565), datanglah sekelompok orang Melayu dari Melaka ke pelabuhan Makassar. Mereka lalu diberikan hak otonomi oleh raja dan tinggal di ibukota Somba Opu. Mereka datang dari berbagai wilayah di Asia Tenggara seperti dari Pattani, Johor, Pahang dan Minangkabau. Kedatangan mereka dari negeri-negeri tersebut dijelaskan dalam Kronik Gowa atau catatan resmi Kerajaan Gowa.

Rujukan bagian ini · revisi 30036410

Peran orang Melayu#

Sejak kedatangan orang Melayu ke Kerajaan Gowa, peranannya tidak hanya sebagai pedagang dan ulama, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial dan politik kerajaan. Besarnya jumlah dan peranan orang Melayu di Kerajaan Gowa, menyebabkan Raja Gowa ke-X Daeng Bonto Karaeng Tunipallangga (1545-1565) membangun sebuah masjid di Mangallekana untuk orang Melayu, sekalipun raja belum memeluk Islam. Dalam struktur kekuasaan kerajaan Gowa, banyak orang Melayu memegang peranan penting di istana kerajaan.

Pada masa itu pula, seorang keturunan Melayu-Bajau, Daeng Ri Mangallekana diangkat sebagai syahbandar kerajaan menggantikan Daeng Pamatte. Sejak saat itu secara turun temurun jabatan syahbandar dipegang oleh orang Melayu. Jabatan penting lainnya ialah sebagai juru tulis istana. Pada masa Sultan Hasanuddin (1653–1669), seorang Melayu yang bernama Encik Amin menjadi juru tulis istana sekaligus penyair. Karyanya masih bisa ditemui hingga kini yaitu Syair Perang Mengkasar. Ada pula seorang Melayu-Minangkabau bernama Encik Amar yang menjadi salah satu pemimpin perang di Makassar. Selain berdagang, orang-orang Melayu juga terlibat dalam kemiliteran. Bersama pasukan Makassar, mereka membantu orang-orang Ternate dalam memerangi monopoli VOC di Kepulauan Maluku pada tahun 1652-1658.

Rujukan bagian ini · revisi 30036410

Pecampuran etnis#

Saat ini perkampungan orang Melayu masih bisa ditemui di Kota Makassar, tepatnya di Kelurahan Melayu dan Kelurahan Melayu Baru. Begitupun dengan orang Pattani dari Thailand selatan, mereka berbaur satu sama lain dengan masyarakat setempat hingga kini. Masyarakat Pattani membentuk sebuah kampung di desa Patani, Kecamatan Mappakasunggu di Kabupaten Takalar.

Rujukan bagian ini · revisi 30036410

Sumber dan cakupan

Orang Melayu di Makassar

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q4272732 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2461286699. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan