
Nama dan identitas
Sisingaan · Nama lain belum tercatat dalam profil ini.
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks budaya#
Sisingaan atau Gotong Singa (sebutan lainnya Odong-odong) merupakan salah satu jenis seni pertunjukan rakyat khas Sunda dan berasal dari wilayah Kabupaten Subang, biasanya dalam bentuk arak-arakkan yang dilakukan dalam hajat sunatan. Sisingaan menggunakan media tandu yang dingkat oleh 4 orang dan diatasnya ditunggangi 1 orang atau pada umumnya oleh seorang anak kecil. Kesenian ini dimainkan dengan musik, sehingga para pengangkat tandu melakukanya dengan gerakan tarian.
Masyarakat Subang meyakini bahwa dimasa lalu Sisingaan dijadikan sebagai alat perjuangan untuk melepaskan diri dari tekanan penjajah. Hal tersebut karena singa merupakan hewan yang menjadi lambang dari negara Inggris dan Belanda yang pada saat itu menjadikan wilayah subang sebagai lahan perkebunan dengan nama Pamanoekan en Tjiasemlanden atau P&T Land. Para penjajah memahami bahwa Sisingaan adalah bentuk kesenian yang bersifat untuk menghibur, tetapi bagi rakyat Subang penggunaan lambang hewan singa ialah sebagai salah satu bentuk kebencian terhadap kaum penjajah.
Rujukan bagian ini · revisi 29172909Sejarah#
Versi selanjutnya menyebutkan sejak Raffles menjadikan Subang sebagai tanah partikelir melalui penjualan sebagian tanah negara pada 1813. Saat kepemilikan tanah Subang dikelola oleh H.W. Hofland. Kepemimpinannya di Subang sebagai tuan tanah terekam dalam sejarah selama tiga puluh dua tahun (1840-1872). Kehidupan di daerah Subang pada masa itu jauh lebih baik dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini karena keluarga Hofland mampu memajukan P&T Land dan juga memperbaik kehidupan rakyat. Karena penguasa P&T Land saat itu dianggap membawa kemakmuran bagi kehidupan rakyat, sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada penguasa, masyarakat membuat sebuah kreasi seni yang cenderung bersifat sanjungan atau pemujaan. Dalam konteks ini biasa dipertunjukan odong-odong dalam upacara Ngaruwat Bumi. Tradisi ini dilakukan dengan cara mengarak sesuatu benda yang dibentuk menyerupai binatang tertentu. Seiring dengan berkembangnya waktu, odong-odong melahirkan bentuk-bentuk seni pertunjukan seperti Sisingaan, Kukudaan, Mamanukan, atau bentuk lainnya.
Rujukan bagian ini · revisi 29172909Perkembangan#
Keberadaan kesenian sisingaan berawal dari kegiatan ritual masyarakat yang akan menyunat anak laki-laki, dengan cara dihibur terlebih dahulu, diarak keliling kampung menggunakan kursi yang dihias atau disebut jampana. Jampana diusung oleh empat orang dewasa, sedangkan calon pengantin sunat duduk di atas kursi yang telah dihias (jampana), musik pengiring dalam arak-arakan tersebut menggunakan alat musik seadanya seperti , Dog-dog, kendang, kempul, kecrek, dengan pola tabuh pencak silat, dan improvisasi bersipat spontan (tidak terencana). Gerak tari pengusung jampana tersebut belum ada gerak baku, masih bersipat helaran atau berjalan secara biasa, kostum yang digunakan seadanya. Sseiring pergeseran fungsi dan bentuk kreatifitas masyarakat, jampana mengalami perubahan pada bentuk patung singa bongsang, yaitu patung singa yang terbuat dari rangkaian bambu (Carangka) yang dibungkus karung goni, kepala dan kakinya terbuat dari kayu randu, rambutnya terbuat dari tali rapiya, matanya tebuat dari tutup botol minuman, dingusung oleh empat orang pengusung.
Pada tahun 2000-an, para seniman di Indramayu membuat inovasi baru pada Singa Depok ini. Boneka singa yang merupakan bagian utama dalam pertunjukan ini diganti dengan bentuk-bentuk lain seperti burung rajawali, naga, binatang atau makhluk legenda lainnya. Boneka singa sendiri tetap digunakan dalam acara pembukaan dan atraksi yang dilakukan setelah acara arak-arakan, hal tersebut bertujuan untuk tetap mempertahankan akar sejarahnya bahwa kesenian ini berasal dari Kabupaten Subang.
Rujukan bagian ini · revisi 29172909Baca teks sumber bahasa Indonesia
Keberadaan kesenian sisingaan berawal dari kegiatan ritual masyarakat yang akan menyunat anak laki-laki, dengan cara dihibur terlebih dahulu, diarak keliling kampung menggunakan kursi yang dihias atau disebut jampana. Jampana diusung oleh empat orang dewasa, sedangkan calon pengantin sunat duduk diatas kursi yang telah dihias (jampana), musik pengiring dalam arak-arakan tersebut menggunakan alat musik seadanya seperti , Dog-dog, kendang, kempul, kecrek, dengan pola tabuh pencak silat, dan improvisasi bersipat spontan (tidak terencana). Gerak tari pengusung jampana tersebut belum ada gerak baku, masih bersipat helaran atau berjalan secara biasa, kostum yang digunakan seadanya. Sseiring pergeseran fungsi dan bentuk kreatifitas masyarakat, jampana mengalami perubahan pada bentuk patung singa bongsang, yaitu patung singa yang terbuat dari rangkaian bambu (Carangka) yang dibungkus karung goni, kepala dan kakinya terbuat dari kayu randu, rambutnya terbuat dari tali rapiya, matanya tebuat dari tutup botol minuman, dingusung oleh empat orang pengusung.
Pada tahun 2000-an, para seniman di Indramayu membuat inovasi baru pada Singa Depok ini. Boneka singa yang merupakan bagian utama dalam pertunjukan ini diganti dengan bentuk-bentuk lain seperti burung rajawali, naga, binatang atau makhluk legenda lainnya. Boneka singa sendiri tetap digunakan dalam acara pembukaan dan atraksi yang dilakukan setelah acara arak-arakan, hal tersebut bertujuan untuk tetap mempertahankan akar sejarahnya bahwa kesenian ini berasal dari Kabupaten Subang.
Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q12515442 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2459037883. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan