Komunitas budaya · Madagaskar

Suku Vezo (Madagaskar)

Suku Vezo atau orang-orang Vezo merupakan salah satu dari 18 kelompok etnis yang tinggal di Pulau Madagaskar, dikenal sebagai kelompok semi-nomaden. Mereka aslinya berasal dari Afrika Timur yang kemudian migrasi ke pantai Madagaskar selatan sekitar 2000 tahun yang lalu dengan mempelajari perubahan musim dan pergerakan spesies ikan yang menjadi sumber mata pencahariannya.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Madagaskar·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29360626. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Suku Vezo (Madagaskar) · Vezu · Vezo people

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Vezo atau orang-orang Vezo merupakan salah satu dari 18 kelompok etnis yang tinggal di Pulau Madagaskar, dikenal sebagai kelompok semi-nomaden. Mereka aslinya berasal dari Afrika Timur yang kemudian migrasi ke pantai Madagaskar selatan sekitar 2000 tahun yang lalu dengan mempelajari perubahan musim dan pergerakan spesies ikan yang menjadi sumber mata pencahariannya. Saat ini mereka hidup berkelompok sebagai nelayan. Pemukiman masyarakat Vezo tersebar dari Androka Selatan hingga ke Mahajanga disebelah utara dengan pusat pemukimannya berada di pesisir pantai antara Toliara (Tuléar) dan Morombe, serta daerah lain mencakup Intampolo dan Morondava.

Rujukan bagian ini · revisi 29360626

Kehidupan Sosial#

Sekitar 70.000 orang yang tinggal di desa pesisir barat daya Madagaskar, sebagian besar dari nereka adalah orang-orang Vezo. Budaya dari orang-orang Vezo sangat identik dengan lautan dan profesi mereka sebagai nelayan. Mereka melakukan migrasi pada musim dingin sekitar Juni hingga September. Migrasi ini dilakukan ketika sumber daya di tempat mereka tidak dapat menopang kebutuhan populasi penduduk desa yang terus bertambah. Mereka melakukan perpindahan ke daerah yang sebelumnya belum dieksploitasi atau ke daerah yang tidak berpenghuni dan berpenduduk jarang. Mereka meyakini bahwa migrasi sebagai penyeimbang ekosistem alam antara jumlah masyarakat Vezo dengan kapasitas biota laut. Namun dengan adanya penangkapan ikan yang berlebihan serta perubahan iklim saat ini memengaruhi kesehatan ekosistem laut di desa mereka. Akibatnya migrasi dilakukan dengan pergerakan yang lebih jauh dari sebelumnya, rata-rata jarak tempuh perjalanan sekitar 1.000 kilometer.

Rujukan bagian ini · revisi 29360626

Mata pencaharian#

Sebagian besar orang-orang Vezo dikenal memiliki keahlian dalam memancing, berlayar, berenang, menangkap ikan, dan membuat perahu (Pirogue) karena telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mereka mencari sumber penghidupan di pesisir pantai dan laut lepas, biasanya di lapisan terumbu karang, menggunakan peralatan dan senjata tradisional seperti; jala, tombak, kail, dan jaring penarik. Kendaraan berburu mereka berupa perahu kecil dari kayu bakau yang dinamakan Pirogue (pirogua atau piraga). Hasil tangkapan seperti ikan, gurita, landak laut, kerang, dan tumbuhan alga menjadi bahan konsumsi, sementara untuk kerang jenis tertentu, selain untuk dikonsumsi juga menjadi bahan komoditas yang diperdagangkan kepada pengunjung asing serta beberapa hasil bumi seperti ubi jalar, alang-alang, dan tanaman lainnya.

Rujukan bagian ini · revisi 29360626

Tradisi#

Tradisi yang dilakukan ketika salah satu dari mereka melahirkan seorang anak adalah memasukkan plasenta atau ari-ari bayi ke dalam botol yang kemudian dihanyutkan ke laut. Ritus ini dilakukan sebagai penanda bahwa anak tersebut merupakan keturunan orang-orang Vezo yang terikat secara lahiriah. Adapun tradisi khitanan yang disebut savatsy dilakukan setiap tujuh tahun sekali dan diakhiri dengan pesta. Mereka juga mengadakan tradisi pernikahan yang disebut soritse dan tradisi pemakaman (bilo). Dalam setiap tradisi tersebut terdapat dukun atau tokoh adat yang disebut Hazomanga yang memimpin upacara adat mereka. Ia dipercaya sebagai mediator antara para penduduk Vezo dengan leluhur yang telah mati.

Rujukan bagian ini · revisi 29360626
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Tradisi yang dilakukan ketika salah satu dari mereka melahirkan seorang anak adalah memasukkan plasenta atau ari-ari bayi kedalam botol yang kemudian dihanyutkan ke laut. Ritus ini dilakukan sebagai penanda bahwa anak tersebut merupakan keturunan orang-orang Vezo yang terikat secara lahiriah. Adapun tradisi khitanan yang disebut savatsy dilakukan setiap tujuh tahun sekali dan diakhiri dengan pesta. Mereka juga mengadakan tradisi pernikahan yang disebut soritse dan tradisi pemakaman (bilo). Dalam setiap tradisi tersebut terdapat dukun atau tokoh adat yang disebut Hazomanga yang memimpin upacara adat mereka. Ia dipercaya sebagai mediator antara para penduduk Vezo dengan leluhur yang telah mati.

Sumber dan cakupan

Suku Vezo (Madagaskar)

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q1091289 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2546795900. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan