Pertunjukan dan permainan · Belum dipetakan

Gamelan monggang

Gamelan monggang adalah jenis gamelan Jawa yang hanya menggunakan tiga nada pokok. Gamelan ini termasuk jenis gamelan kuno dan masih dilestarikan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Surakarta Hadiningrat sebagai alat untuk penghormatan kepada raja dan tamu agung.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah belum dipetakan. Baca keterangannya dalam uraian sumber.·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 28925922. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Pertunjukan dan permainan · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Gamelan monggang · munggang · gamelan munggang

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Gamelan monggang adalah jenis gamelan Jawa yang hanya menggunakan tiga nada pokok. Gamelan ini termasuk jenis gamelan kuno dan masih dilestarikan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Surakarta Hadiningrat sebagai alat untuk penghormatan kepada raja dan tamu agung.

Dalam cerita rakyat Jawa, gamelan ini bersama dengan gamelan kodhok ngorek dan gamelan carabalen, diyakini diciptakan oleh Prabu Suryawisesa, Raja Janggala sebagai gamelan penghormatan. Namun versi beberapa abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan publikasi lain, mengatakan bahwa gamelan tersebut diduga berasal dari zaman kejayaan Majapahit. Gamelan ini hanya dapat memperdengarkan Gendhing Monggang, sebuah gendhing yang hanya menggunakan tiga nada pokok, sehingga sering juga disebut gendhing patigan.

Menurut K.R.T. Warsadiningrat, gamelan monggang awalnya merupakan satu kesatuan utuh yang dibunyikan sebagai gamelan penghormatan pada zaman Kesultanan Mataram. Akibat dari Perjanjian Giyanti yang ditandatangani pada tahun 1755, separuh dari gamelan monggang dibawa ke Keraton Ngayogyakarta yang saat itu sedang dibangun, sedangkan sisanya dibawa ke Keraton Surakarta. Gamelan yang disimpan di Keraton Surakarta diberi nama Kanjeng Kyai Udan Arum, sedangkan gamelan yang disimpan di Keraton Ngayogyakarta diberi nama Kanjeng Kyai Guntur Laut. Kedua perangkat gamelan tersebut memiliki ricikan (instrumen) yang berupa gong ageng, penonthong, kenong, rojeh, bonang monggang, dan kendang.

Rujukan bagian ini · revisi 28925922

Sumber dan cakupan

Gamelan monggang

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q6936014 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2297719664. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan