Benda budaya · Indonesia

nasi kucing

Nasi Kucing (bahasa Jawa: ꦱꦼꦒꦏꦸꦕꦶꦁ, translit. Sěgå Kucing) adalah makanan yang berasal dari Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 30053615. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Benda budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

nasi kucing · Sega kucing · Nasi kucing

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Nasi Kucing (bahasa Jawa: ꦱꦼꦒꦏꦸꦕꦶꦁ, translit. Sěgå Kucing) adalah makanan yang berasal dari Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang. Porsi nasi kucing umumnya sedikit, biasanya ditambah sambal, ikan bandeng/teri, dan tempe, lalu dibungkus daun pisang.

Rujukan bagian ini · revisi 30053615

Etimologi#

Kata "nasi kucing" berarti "nasi untuk kucing" karena porsinya yang kecil. Kata tersebut berasal dari kebiasaan masyarakat Jawa yang memelihara kucing dan memberikan makanan untuk peliharaannya dengan porsi kecil. Nasi kucing biasanya berisi sambal, gereh pindang, dan nasi dengan porsi yang sedikit. Gereh pindang adalah salah satu makanan kucing sehingga hal ini yang membuat nasi yang berporsi sedikit ini disebut nasi kucing.

Rujukan bagian ini · revisi 30053615

Asal#

Nasi kucing berasal dari Yogyakarta, Semarang, dan Surakarta. Nasi ini sangat digemari oleh berbagai kalangan terutama kalangan muda seperti mahasiswa, terutama pada era reformasi saat bahan pokok mengalami kenaikan harga.

Rujukan bagian ini · revisi 30053615

Penjualan#

Nasi kucing biasanya dijual dengan harga murah (terkadang Rp 2000 untuk nasi kucing dan 5000 untuk sego macan Pairo yang juga warga Klaten memulai menjual angkringan di Yogyakarta dengan care berkeliling. Hingga pada akhirnya Pairo memilih berjualan secara menetap di sekitar kawasan Stasiun Tugu.

Rujukan bagian ini · revisi 30053615

Sumber dan cakupan

Nasi kucing

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q3244647 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2458079302. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan