
Nama dan identitas
orang Asmat · Asmat people · Suku Asmat
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks kelompok#
Suku Asmat adalah sebuah suku di kawasan Provinsi Papua Selatan, Indonesia. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua, yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian, yaitu suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty, dan suku Simai di Sungai Nin.
Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayu tradisional yang sangat khas. Beberapa ornamen/motif yang sering kali digunakan dan menjadi tema utama dalam proses pemahatan patung yang dilakukan oleh penduduk suku asmat adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut mbis. Namun tak berhenti sampai di situ, sering kali juga ditemui ornamen / motif lain yang menyerupai perahu atau wuramon, yang mereka percayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian. Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya.
Rujukan bagian ini · revisi 29950171Baca teks sumber bahasa Indonesia
Suku Asmat adalah sebuah suku di kawasan Provinsi Papua Selatan, Indonesia. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua, yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian, yaitu suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty, dan suku Simai di Sungai Nin.
Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayu tradisional yang sangat khas. Beberapa ornamen/motif yang sering kali digunakan dan menjadi tema utama dalam proses pemahatan patung yang dilakukan oleh penduduk suku asmat adalah mengambil tema nenek moyang dari suku mereka, yang biasa disebut mbis. Namun tak berhenti sampai disitu, sering kali juga ditemui ornamen / motif lain yang menyerupai perahu atau wuramon, yang mereka percayai sebagai simbol perahu arwah yang membawa nenek moyang mereka di alam kematian. Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih merupakan sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya.
Etimologi#
Suku Asmat adalah nama dari sebuah suku yang ada di Papua Selatan, Indonesia. Asmat adalah sebuah nama yang diduga berasal dari ungkapan As Akat, kata dalam Bahasa Asmat berarti “orang yang tepat”. Yang lain mengatakan bahwa nama tersebut berasal dari Osamat, sebuah kata yang berarti "manusia dari pohon".
Rujukan bagian ini · revisi 29950171Kondisi Alam#
Wilayah yang ditempati Suku Asmat adalah dataran coklat lembek yang tertutup oleh jaring laba-laba sungai. Wilayah yang ditinggali Suku Asmat ini telah menjadi Kabupaten sendiri dengan nama Kabupaten Asmat dengan 7 Kecamatan atau Distrik. Hampir setiap hari hujan turun dengan curah 3000–4000 mm/tahun. Setiap hari juga pasang surut laut masuk ke wilayah ini, sehingga tidak mengherankan kalau permukaan tanah sangat lembek dan berlumpur. Jalan hanya dibuat dari papan kayu yang ditumpuk di atas tanah yang lembek. Praktis tidak semua kendaraan bermotor bisa lewat jalan ini. Orang yang berjalan harus berhati-hati agar tidak terpeleset, terutama saat hujan.
Rujukan bagian ini · revisi 29950171Persebaran#
Suku Asmat tersebar dan mendiami wilayah di sekitar pantai Laut Arafuru dan Pegunungan Jayawijaya, dengan medan yang lumayan berat mengingat daerah yang ditempati adalah hutan belantara, dalam kehidupan suku Asmat, batu yang biasa kita lihat dijalanan ternyata sangat berharga bagi mereka. Bahkan, batu-batu itu bisa dijadikan sebagai maskawin. Semua itu disebabkan karena tempat tinggal suku Asmat yang berupa rawa-rawa sehingga sangat sulit menemukan batu-batu jalanan yang sangat berguna bagi mereka untuk membuat kapak, palu, dan sebagainya.
Suku Asmat sendiri terbagi-bagi menjadi beberapa sub-suku, berdasarkan wilayahnya. Salah satu sisten identifikasi yang digunakan adalah dengan variasi bentuk dan motif perisainya, yang terbagi menjadi 4, area A, B, C, dan D. Identifikasi ini pada tahun 1995 kemudian dikembangkan menjadi 12 sesuai dengan jumlah sub-suku Asmat yang telah teridentifikasi. Kedua belas sub-suku tersebut adalah Joirat, Emari Ducur, Bismam, Becembub, Simai, Kenekap/Kaimo, Unir Siran/Keenok, Unir Epmak/Tomor, Safan, Aramatak, Bras/Brazza, and Yupmakcain. Setidaknya kedua kelompok di atas yaitu, Yupmakcain dan Bras, adalah suku Citak yang tidak menyebut diri sebagai Asmat tetapi suku Kau. Mereka memiliki tradisi dan kebudayaan yang cukup berbeda dari suku-suku Asmat lainnya, walau masih serumpun.
Rujukan bagian ini · revisi 29950171Baca teks sumber bahasa Indonesia
Suku Asmat tersebar dan mendiami wilayah disekitar pantai Laut Arafuru dan Pegunungan Jayawijaya, dengan medan yang lumayan berat mengingat daerah yang ditempati adalah hutan belantara, dalam kehidupan suku Asmat, batu yang biasa kita lihat dijalanan ternyata sangat berharga bagi mereka. Bahkan, batu-batu itu bisa dijadikan sebagai maskawin. Semua itu disebabkan karena tempat tinggal suku Asmat yang berupa rawa-rawa sehingga sangat sulit menemukan batu-batu jalanan yang sangat berguna bagi mereka untuk membuat kapak, palu, dan sebagainya.
Suku Asmat sendiri terbagi-bagi menjadi beberapa sub-suku, berdasarkan wilayahnya. Salah satu sisten identifikasi yang digunakan adalah dengan variasi bentuk dan motif perisainya, yang terbagi menjadi 4, area A, B, C, dan D. Identifikasi ini pada tahun 1995 kemudian dikembangkan menjadi 12 sesuai dengan jumlah sub-suku Asmat yang telah teridentifikasi. Kedua belas sub-suku tersebut adalah Joirat, Emari Ducur, Bismam, Becembub, Simai, Kenekap/Kaimo, Unir Siran/Keenok, Unir Epmak/Tomor, Safan, Aramatak, Bras/Brazza, and Yupmakcain. Setidaknya kedua kelompok diatas yaitu, Yupmakcain dan Bras, adalah suku Citak yang tidak menyebut diri sebagai Asmat tetapi suku Kau. Mereka memiliki tradisi dan kebudayaan yang cukup berbeda dari suku-suku Asmat lainnya, walau masih serumpun.
Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.
Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q643103 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2546790836. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan