Komunitas budaya · Indonesia

Suku Melayu Bali

Suku Melayu Loloan juga dikenal sebagai Orang Loloan (Abjad Jawi: ملايو لولون; Aksara Bali: ᬮᭀᬮᭀᬯᬦ᭄) adalah masyarakat adat yang bermukim di daerah Loloan (Loloan Barat dan Loloan Timur), Kabupaten Jembrana, Bali. Masyarakat suku Loloan diperkirakan telah ada setidaknya sejak abad ke–17.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-14

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29883742. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Komunitas budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Uraian dan sumber tersedia. Dokumentasi foto atau media belum tersedia dalam profil ini.

Nama dan identitas

Suku Melayu Bali · Balinese Malay people · Suku Melayu Loloan

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks kelompok#

Suku Melayu Loloan juga dikenal sebagai Orang Loloan (Abjad Jawi: ملايو لولون; Aksara Bali: ᬮᭀᬮᭀᬯᬦ᭄) adalah masyarakat adat yang bermukim di daerah Loloan (Loloan Barat dan Loloan Timur), Kabupaten Jembrana, Bali. Masyarakat suku Loloan diperkirakan telah ada setidaknya sejak abad ke–17. Jumlah penduduk Loloan ini berkisar antara 45 ribu hingga 60 ribu di Bali.

Rujukan bagian ini · revisi 29883742

Sejarah#

Kedatangan orang Melayu di Pulau Bali tercatat pada tahun 1669 ketika empat ulama dan pengikutnya tiba di Jembrana untuk menyebarkan ajaran Islam di Bali. Misi tersebut diizinkan oleh Raja Jembrana yakni I Gusti Arya Pancoran. Keempat ulama tersebut ialah Dawan Sirajuddin dari Sarawak, Kekaisaran Brunei; Syeikh Basir dari Yaman, Kesultanan Utsmaniyah; Mohammad Yasin dari Makassar; dan Syihabbudin juga dari Makassar.

Kajian lain yang dilakukan akademisi Universitas Udayana sepaham dengan penuturan Haji Achmad Damannuri mengemukakan bahwa suku Melayu Bali merupakan akibat perkawinan campur antara suku Bugis yang diizinkan menetap di Loloan dengan suku Bali yang tinggal di sekitarnya. Gelombang kedua pembentukan identitas Melayu Bali di Loloan diterangkan pada kedatangan pendatang dari Pontianak yang juga berujung pada perkawinan campur. Menurut sumber lain menuliskan bahwa perbedaan antara mayoritas suku Bali yang Hindu dengan pendatang Muslim justru berdampak pada pengucilan kaum pendatang tersebut.

Rujukan bagian ini · revisi 29883742

Kebudayaan#

Menurut koran Utusan Malaysia, sekitar 75 persen dari sekitar 60 ribu penduduk Melayu Bali di Loloan masih menggunakan bahasa Melayu. Pintu depan rumah panggung Loloan menghadap ke timur untuk mencegah penghuninya terganggu saat salat yang berkiblat ke barat.

Rujukan bagian ini · revisi 29883742

Sumber dan cakupan

Suku Melayu Loloan

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-14.

Artikel tentang kelompok dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua anggota atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q65211356 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2459032851. Identitas P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua anggota. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan