Benda budaya · Indonesia

keumamah

Keumamah adalah hidangan tradisional masyarakat Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan tongkol atau ikan cakalang dan tuna. Keumamah terkenal juga dengan nama ikan kayu karena keras seperti kayu.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29389438. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Benda budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

keumamah · ikan kayu · Keumamah

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Keumamah adalah hidangan tradisional masyarakat Aceh yang dibuat dari bahan baku ikan tongkol atau ikan cakalang dan tuna. Keumamah terkenal juga dengan nama ikan kayu karena keras seperti kayu. Ikan ini diawetkan dengan beberapa proses pembuatan. Mulai dari pembersihan ikan, perebusan, pengeringan dan penyimpanan. Karena itu keumamah bisa disimpan hingga bertahun-tahun dengan syarat harus tetap dalam keadaan kering atau tidak lembap.

Rujukan bagian ini · revisi 29389438

Sejarah#

Selain berperan penting dalam budaya masyarakat Aceh, Keumamah memiliki nilai historis. Dahulu, Keumamah dijadikan sebagai salah satu logistik para pejuang Aceh saat perang melawan pemerintah Kolonial Belanda. Selain itu, Keumamah juga hadir sebagai salah satu penganan utama yang dihidangkan saat berlangsungnya pesta adat atau kenduri.

Rujukan bagian ini · revisi 29389438

Proses memasak#

Memasak keumamah memerlukan bumbu-bumbu seperti asam sunti, salam koja, cabai rawit dan cabai hijau. Selain itu, juga ditambahkan bumbu berupa bawang merah, bawang putih, jahe, ketumbar, merica dan garam. dengan bahan utama tetaplah ikan.

Proses membuat Keumamah adalah menyerupai pembuatan abon, dengan merebus ikan dan dijemur sehari, kemudian disuwir-suwir yang selanjutnya diaduk bersama bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya. Setelah itu, ikan akan ditumis hingga kering agar kadar airnya berkurang sehingga dapat bertahan lama. Keumamah juga bisa dilumuri dengan tapioka sebagai pelindung dan dijemur hingga kering menyerupai kayu.

Rujukan bagian ini · revisi 29389438

Sumber dan cakupan

Keumamah

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q19727704 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2508978342. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan