Benda budaya · Indonesia

nasi uduk

Nasi uduk adalah hidangan yang dibuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica, yang populer di hidangan Betawi. Nasi uduk tergolong sebagai makanan sepinggan, yakni makanan yang disajikan dalam satu piring, dengan cita rasa gurih dan kandungan energi di atas 300 kalori, dan terdiri dari serealia atau umbi sebagai makanan pokok,…

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29858172. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Benda budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

nasi uduk · Nasi uduk

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Nasi uduk adalah hidangan yang dibuat dari nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai, dan merica, yang populer di hidangan Betawi. Nasi uduk tergolong sebagai makanan sepinggan, yakni makanan yang disajikan dalam satu piring, dengan cita rasa gurih dan kandungan energi di atas 300 kalori, dan terdiri dari serealia atau umbi sebagai makanan pokok, didampingi oleh sayuran, produk hewani, dan kacang-kacangan.

Nasi uduk biasa dihidangkan dengan emping goreng, tahu goreng, telur dadar atau telur goreng yang diiris, abon kering, tempe, bawang goreng, ayam goreng, timun, serta sambal kacang.

Rujukan bagian ini · revisi 29858172

Etimologi#

Menurut buku "Kuliner Betawi Selaksa Rasa & Cerita" (2016) yang disusun oleh Akademi Kuliner Indonesia, istilah uduk secara etimologis bermakna "susah", yang menyiratkan bahwa dahulu makanan ini lazim dikonsumsi para kriminal Betawi, seperti pembunuh dan pencuri yang mendominasi DKI Jakarta.

Akan tetapi ada sementara pihak yang mengaitkan nasi uduk dengan Sultan Agung dari Mataram. Sultan Agung dari Mataram dikatakan menyebut hidangan nasi ini nasi wudu`, dari kata bahasa Arab tawadhu' yang berarti rendah hati di hadapan Tuhan. Nama uduk serapan dari bahasa Jawa yaitu wuduk. Nasi ini juga sering disebut sega gurih (nasi gurih) mengacu pada rasanya yang didominasi nuansa gurih.

Rujukan bagian ini · revisi 29858172

Sejarah#

Menurut sejarawan, terdapat hubungan dagang yang erat dan migrasi antara kota bandar pelabuhan Malaka dan Batavia, yakni pedagang dan pendatang dari Malaka ada yang datang dan bermukim di Batavia. Dalam sebuah diskusi bertajuk "Kuliner Betawiː Silang Budaya", menurut seorang ahli kuliner Betawi, Pudentia, orang Melayu ada yang pindah dari Malaka ke Batavia, yang mana mereka pun membawa masakan khas mereka yakni nasi lemak.

Menurut Babad Tanah Jawi, sultan Mataram gemar makan "nasi arab", yang mungkin merujuk pada berbagai jenis Pilaf atau nasi bergaya Arab. Hidangan nasi dari Arab sering disebut nasi kebuli (populer di kalangan keturunan Arab di Indonesia) atau nasi biryani (hidangan Muslim India). Kedua hidangan tersebut paling umum dikenal di kalangan Muslim Jawa pada saat itu. Sultan Agung kemudian memutuskan untuk membuat "hidangan Arab" versi lokal, menggunakan bahan-bahan lokal. Ia melakukan ini antara lain untuk mengurangi pengeluaran negara (biaya untuk membeli bahan-bahan impor untuk membuat masakan nasi khas Arab sangat tinggi) dan untuk meningkatkan kebanggaan lokal. paket makanan (biasanya berisi nasi, sayuran, dan lauk pauk), atau disajikan sebagai tumpeng, untuk dibagikan setelah upacara atau acara selesai. Sega uduk juga menjadi hidangan wajib untuk disajikan saat Wiwitan, ritual persembahan menjelang panen yang biasanya diadakan di beberapa daerah Jawa.

Rujukan bagian ini · revisi 29858172

Lauk pauk#

Untuk acara atau upacara tertentu, nasi uduk biasanya disajikan dengan masakan tradisional Jawa seperti kering tempe, urap, dan sambel goreng (kentang/kentang, krecek/kulit sapi, teri/ikan teri, dll). Sumber protein sederhana, seperti telur rebus, tempe goreng, atau tahu goreng, juga bisa menjadi pelengkap lauk.

Dalam acara slametan, nasi uduk biasanya disajikan bersama hidangan lain, seperti irisan telur goreng, telur bumbu, atau rendang. Beberapa orang juga menambahkan mie goreng atau bihun ke dalam hidangan nasi uduk. Krupuk, rempeyek, atau emping juga bisa ditambahkan.

Rujukan bagian ini · revisi 29858172

Sumber dan cakupan

Nasi uduk

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q3236175 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2506222117. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan