
Nama dan identitas
Barbajuan · Nama lain belum tercatat dalam profil ini.
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks budaya#
Barbajuan (dalam dialek Monegasque berarti “Paman Jean”; juga ditulis barbagiuan atau barbajuans) adalah sejenis pastryi kecil berisi sayuran yang digoreng hingga kecokelatan, makanan khas Monako yang sering muncul sebagai pembuka atau camilan. Hidangan ini berbentuk setengah lingkaran dengan kulit renyah dan isian lembut beraroma daun hijau, keju segar, dan sedikit bawang. Meski sederhana, barbajuan menjadi salah satu simbol kuliner Monako yang mencerminkan perpaduan pengaruh Prancis dan Liguria di kawasan Riviera.
Nama “Paman Jean” konon berasal dari seorang juru masak di Menton yaitu sebuah daerah yang dulu termasuk wilayah Monako. Paman Jeans disebut kehabisan saus untuk ravioli, lalu memutuskan menggoreng adonannya begitu saja. Hasilnya begitu disukai sehingga hidangan itu dinamai sesuai namanya. Cerita ini, meski lebih mirip legenda keluarga, sering diceritakan untuk menjelaskan asal-usul hidangan yang kini wajib ada saat perayaan nasional Monako pada 19 November.
Adonan dibuat dari tepung, minyak zaitun, telur, dan air, diuleni hingga kalis lalu diistirahatkan. Isian utama biasanya daun Swiss chard atau bayam yang direbus dan dicincang, ditumis bersama bawang bombay dan daun bawang, lalu dicampur ricotta, keju parmesan, oregano kering, serta sedikit putih telur agar padat. Adonan digilas tipis, dipotong bulat, diisi, dilipat dua, pinggirannya direkatkan dengan garpu, kemudian digoreng dalam minyak panas sampai mengembang dan berwarna keemasan. Satu resep biasanya menghasilkan 20–30 buah, cukup untuk camilan keluarga atau sajian pesta.
Di Monako, barbajuan dijual di toko roti seperti A Rocca atau restoran tradisional di sekitar Place du Palais. Versi porsi tunggal yang lebih kecil sering disebut barbajuans dan dibuat dalam cetakan aluminium berbentuk kerucut kecil, praktis dibawa untuk piknik atau makan siang. Beberapa keluarga menambahkan kacang rebus atau kismis ke dalam isian untuk sentuhan manis, sementara versi Menton kadang memasukkan sedikit teri. Hidangan ini tidak pernah absen dari meja perayaan Monako, biasanya disandingkan dengan anggur putih dingin atau rosé lokal.
Rujukan bagian ini · revisi 29730313Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q2294743 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2533063907. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan