
Nama dan identitas
Champon · chanpon · champon
Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.
Identitas dan konteks budaya#
Champon (ちゃんぽん) (chanpon) atau Nagasaki champon adalah mi rebus khas kota Nagasaki. Champon merupakan perkembangan dari mi rebus ala Tionghoa. Bahan berupa daging babi, makanan laut yang sedang musim, kamaboko, dan sayur-sayuran (kubis, tauge) ditumis dengan lemak babi. Air kaldu dari campuran tulang babi atau tulang ayam ditambahkan untuk merebus mi hingga empuk. Di Korea masakan serupa champon disebut Jjamppong (짬뽕), dan dimasak dengan tambahan cabai. Di Okinawa, champon berarti sepiring nasi dengan lauk-pauk di atasnya.
Rujukan bagian ini · revisi 29918691Etimologi#
Dalam bahasa Jepang, kata "champon" berarti memasak campuran berbagai bahan makanan, atau mencampur dua jenis bahan atau hal yang berbeda. Kata ini berasal dari bahasa Tionghoa: 攙烹 (chānpēng). Selain itu, orang juga dikatakan berbahasa champon bila berbicara dalam bahasa Jepang dicampur bahasa asing. Bagi orang Kyushu, istilah "champon" berarti campuran berbagai jenis minuman keras, atau mencampur berbagai macam lauk menjadi satu. Selain itu, kata "champon" kemungkinan berasal dari dialek Fujian, "shapon" yang berarti makan.
Rujukan bagian ini · revisi 29918691Asal-usul#
Pada tahun 1892, juru masak Chen Pingshun yang waktu itu berusia 19 tahun meninggalkan kampung halaman di Provinsi Fujian untuk mencari uang di Nagasaki. Setelah tinggal di Nagasaki selama dua tahun pecah Perang Tiongkok-Jepang Pertama. Setelah bekerja keras dan menjalani kehidupan yang sulit, uang hasil menabung selama 7 tahun dipakainya sebagai modal membuka rumah makan bernama Shikairou.
Minatnya membantu orang yang sedang kesulitan membuat Chen bersedia mengurusi mahasiswa dari Dinasti Qing yang sedang belajar di Nagasaki. Untuk mereka, Chen menciptakan masakan baru yang bergizi dan murah. Idenya diambil dari masakan mi kuah daging (湯肉絲麺) asal tempat kelahirannya di Fujian. Mi dimasak di atas wajan berisi kaldu encer daging babi dicampur sayuran berupa shiitake, rebung, dan daun bawang. Chen mengubah resep tersebut dengan memakai kuah kaldu yang lebih kental, daging dan sayuran yang banyak, dan mi ala Jepang yang lebih kenyal.
Rujukan bagian ini · revisi 29918691Sumber dan cakupan
Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.
Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.
Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.
Q703286 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2546975755. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.
Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang
Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.
Baca metode penyusunan