Benda budaya · Indonesia

gepuk

Gepuk (bahasa Sunda: ᮌᮨᮕᮤᮾ, translit. Gepuk) adalah makanan khas sunda yang terbuat dari daging sapi dengan rasa yang sedikit manis dan gurih.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: Indonesia·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 29145659. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Benda budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

gepuk · empal gepuk · Gepuk

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Gepuk (bahasa Sunda: ᮌᮨᮕᮤᮾ, translit. Gepuk) adalah makanan khas sunda yang terbuat dari daging sapi dengan rasa yang sedikit manis dan gurih. Biasanya gepuk dibuat dengan daging sapi yang diiris searah dengan serat daging dan direbus setengah matang, kemudian di pukul pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam ke dalam bumbu yang dicampur dengan santan, kemudian direbus kembali hingga air santan menyusut. Makanan ini biasanya di hidangkan di acara pernikahan, hajatan atau syukuran.

Ciri khas gepuk daging sapi Sunda terletak pada kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang berasal dari bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan gula merah. Tekstur dagingnya yang empuk tetapi tetap berserat membuat gepuk menjadi lauk yang sangat digemari untuk menemani nasi.

Rujukan bagian ini · revisi 29145659
Baca teks sumber bahasa Indonesia

Gepuk (bahasa Sunda: ᮌᮨᮕᮤᮾ, translit. Gepuk) adalah makanan khas sunda yang terbuat dari daging sapi dengan rasa yang sedikit manis dan gurih. Biasanya gepuk dibuat dengan daging sapi yang diiris searah dengan serat daging dan direbus setengah matang, kemudian di pukul pukul hingga agak empuk. Daging yang sudah empuk direndam kedalam bumbu yang dicampur dengan santan, kemudian direbus kembali hingga air santan menyusut. Makanan ini biasanya di hidangkan di acara pernikahan, hajatan atau syukuran.

Ciri khas gepuk daging sapi Sunda terletak pada kombinasi rasa manis, gurih, dan sedikit pedas yang berasal dari bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan gula merah. Tekstur dagingnya yang empuk tetapi tetap berserat membuat gepuk menjadi lauk yang sangat digemari untuk menemani nasi.

Asal Usul dan Kemunculan Awal (Abad ke-15 Masehi)#

Sejarah gepuk dapat ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi, ketika masyarakat di wilayah Tatar Parahyangan (atau Priangan, yang kini mencakup kawasan seperti Bandung, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Sumedang) mulai mengembangkan teknik pengolahan daging untuk keperluan pengawetan. Teknik ini tercatat dalam dua naskah kuno berbahasa Sunda, yaitu Sanghyang Siksa Kandang Karesian dan Sanghyang Swawarcinta, yang merupakan sumber primer tentang tradisi kuliner Sunda pada masa itu. Naskah-naskah ini menggambarkan proses "mengempal" atau "menggepuk" daging, di mana daging direbus hingga empuk, kemudian dipukul-pukul (gepuk) dengan alat seperti ulekan untuk memecah serat dan membuatnya lebih pipih serta mudah menyerap bumbu.

Pada periode awal ini, gepuk tidak menggunakan daging sapi, melainkan daging kerbau. Hal ini disebabkan oleh pengaruh agama Hindu yang dominan di masyarakat Sunda saat itu, di mana sapi dianggap sebagai hewan suci dan tidak boleh dikonsumsi. Proses pengolahan melibatkan perebusan daging dengan rempah sederhana seperti lengkuas, serai, daun salam, dan santan, diikuti dengan penggepukan dan penggorengan untuk menghasilkan tekstur kering namun empuk. Tujuan utama pembuatan empal gepuk bukan sebagai hidangan mewah, melainkan sebagai cadangan makanan yang tahan lama, terutama di era sebelum teknologi pendingin modern.

Rujukan bagian ini · revisi 29145659

Fungsi dan Peran Sosial pada Masa Kerajaan dan Pra-Islam (Abad ke-15 hingga ke-16)#

Di masa kerajaan Sunda, gepuk berfungsi sebagai bekal praktis bagi para perantau, pedagang, dan prajurit yang sering melakukan perjalanan jauh atau menghadapi konflik. Hidangan ini juga digunakan sebagai cadangan makanan kerajaan selama masa sulit, seperti peperangan atau ketidakstabilan ekonomi, karena prosesnya memungkinkan daging bertahan berminggu-minggu tanpa basi. Menurut sejarawan kuliner Fadly Rahman, teknik ini mencerminkan kecerdasan masyarakat Sunda dalam mengadaptasi bahan lokal untuk keberlangsungan hidup, dengan penekanan pada pengawetan alami melalui garam, rempah, dan pengeringan. Pada tahap ini, gepuk masih bersifat utilitaris dan belum menjadi sajian pesta, meskipun mulai muncul dalam pertemuan birokrat atau petinggi kerajaan sebagai simbol ketahanan.

Rujukan bagian ini · revisi 29145659

Perkembangan Pasca-Masuknya Islam (Abad ke-16 hingga Abad ke-19)#

Dengan penyebaran Islam di Nusantara sekitar abad ke-16, penggunaan daging kerbau secara bertahap digantikan oleh daging sapi, karena tabu Hindu terhadap sapi mulai berkurang. Perubahan ini membuat empal gepuk semakin populer di kalangan masyarakat Sunda yang mayoritas beragama Islam. Proses pembuatannya pun berevolusi dengan penambahan elemen seperti gula merah atau gula Jawa untuk rasa manis khas, serta kecap manis yang mulai umum pada abad ke-19 seiring pengaruh perdagangan dengan Cina dan Eropa. Pada periode kolonial Belanda, gepuk mulai dikenal lebih luas di luar Jawa Barat, terutama melalui jalur perdagangan di pelabuhan-pelabuhan seperti Batavia (sekarang Jakarta). Namun, tetap mempertahankan akar tradisionalnya sebagai makanan rumahan yang disajikan dalam acara adat seperti pernikahan atau sunatan.

Rujukan bagian ini · revisi 29145659

Sumber dan cakupan

Gepuk

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2026 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q17050490 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2538338441. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan